Kebangkrutan Neoliberalisme Rouhani, Kebangkitan Rakyat Iran

Reza Gunadha

Selasa, 02 Januari 2018 | 11:51 WIB
Kebangkrutan Neoliberalisme Rouhani, Kebangkitan Rakyat Iran
Seorang mahiswi mengepalkan tangan kirinya di tengah gas air mata di universitas Teheran, Sabtu (30/12/2017). [AFP]

Akibatnya, warga Iran dari lapisan sosial miskin dan menengah semakin tidak puas dan menyuarakan hal itu melalui media-media sosial. Mereka terutama menyoroti perbedaan pendapatan kaum alim ulama dan pejabat dengan rakyat biasa.

Seorang ulama terkenal, Ayatollah Mohammad Taghi Mesbah Yazdi, diperkirakan akan menerima IR280 miliar tahun ini, atau delapan kali lipat dari yang dia terima satu dekade yang lalu. Uang itu didapat dari pemerintah sebagai gaji.

Pada saat yang sama, pemerintah berencana untuk memotong subsidi bulanan (IR455.000 per orang) untuk mereka yang berpenghasilan lebih dari IR7 per bulan. Ini bisa langsung mempengaruhi 30 juta orang, yang banyak di antaranya sudah berjuang untuk melewatinya. Selain itu, harga BBM diperkirakan akan naik.

Mahasiswa dan warga miskin Iran menggelar demonstrasi di Teheran, Sabtu (30/12/2017). [AFP]

Semua ini terjadi di tengah ketidakpastian besar mengenai sektor keuangan, terutama institusi kredit ilegal yang berafiliasi dengan organisasi keagamaan dan militer, seperti Garda Revolusi.

Jutaan orang Iran menyimpan uang mereka di institusi-institusi ini, yang telah menjamur selama dekade terakhir. Mereka menangani sekitar 25 persen operasi perbankan. Bank sentral Iran telah menutup beberapa tahun ini dan mendesak pihak lain untuk meningkatkan transparansi. Banyak yang takut akan ada kebangkrutan dan tabungan mereka akan hilang.

Kaum Oposan

Ketimpangan perekonomian itu tampak jelas dalam slogan-slogan yang digunakan oleh demonstran: “Jangan habiskan uang kami di Suriah, Gaza, dan Lebanon”; atau “Rakyat miskin seperti pengemis”.

Slogan yang lain juga termasuk: “Tinggalkan Suriah dan lihatlah kondisi kami”; “Bukan Gaza, atau Lebanon, hidupku untuk Iran”; “Hezbollah terkutuk”; “Kami tidak ingin republik Islam; “Republik Iran yang merdeka dan bebas”; dan, “Rakyat mulai mengemis”.

baca juga

Tak diragukan lagi, otoritas dari dua sayap politik di Iran mengharapkan insiden meledak, menurut bocoran informasi dari institusi intelijen dan keamanan mereka.

Meski begitu, mereka memilih untuk tak mengganggu protes masyarakat dan mengizinkan mereka menyuarakan ketidakpuasan mereka akan kondisi ekonomi.

Reformis dan Konservatif jadi target

Pada unjuk rasa kali ini, berlawanan dengan yang sebelumnya terjadi, terutama pada demonstrasi besar-besaran tahun 2008 yang menaikkan kelompok sayap reformis di Iran.

Kekinian, mahasiswa kiri maupun rakyat miskin menyerang baik kelompok reformis maupun konservatif menjadi target pedemo. Kenyataan ini sempat membuat kaget otoritas dari kedua sayap, pun demikian para komentator politik.

Sejumlah pengunjuk rasa mencoba menghindari gas air mata [AFP]

“Kematian untuk Rouhani” teriak para demonstran terhadap presiden reformis tersebut. Sementara yang lain meneriakkan “kematian untuk diktator” yang ditujukan kepada pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Sayyid Alî Hossayni Khamenei.

Meski demikian, demonstrasi ini telah meraih dimensi politis, dan berubah menjadi panggung yang tak disangka-sangka oleh otoritas. Untuk alasan ini, dengan menyebarnya demonstrasi ke seluruh penjuru negeri, kedua sayap pemerintahan dan konservatif saling menyalahkan, dan mengaku tak terkait dengan insiden yang terjadi.

Pledoi Pemerintah

Wakil Presiden Pertama Iran Eshaq Jihangiri menuding, isu-isu ketimpangan ekonomi yang disuarakan mahasiswa dan warga miskin “ditunggangi” oleh pihak asing dan kekuatan politik oposan dalam negeri.

 “Permasalahan ekonomi digunakan sebagai alasan sementara sesuatu yang lain, di balik tirai, sedang berlangsung.”

The Iran–harian milik pemerintahan Hassan Rouhani –juga berkata dalam artikel yang dicetak di halaman utama, Minggu akhir pekan lalu: “Beberapa orang berpikir publik adalah mainan yang bisa digunakan untuk mencapai keinginan pribadi.”

Sementara Hossein Shariatmadari, politikus sayap konservatif dan pemimpin koran Keyhan berkata: “Penderitaan orang-orang karena mata pencaharian, adalah hasutan baru para pembuat onar.”

Pasukan Garda Revolusi juga berkata: “Beberapa kelompok menginginkan peristiwa hasutan baru.”

Para demonstran juga mengetahui, aksi-aksi mereka coba “ditunggangi” oleh kelompok politik yang memunyai agendanya sendiri.

“Kami tahu ada bagian dari rezim ini yang berada di balik protes-protes kami. Tapi, bagaimana pun juga, jeritan dan rasa lapar rakyat adalah riil terjadi,” tegas mahasiswi kiri Teheran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Aksi Anti-Pemerintah Iran Kembali Makan Korban, 16 Orang Tewas

Aksi Anti-Pemerintah Iran Kembali Makan Korban, 16 Orang Tewas

News | Selasa, 02 Januari 2018 | 10:47 WIB

Tweet Perdana di Tahun Baru, Trump 'Serang' Pakistan

Tweet Perdana di Tahun Baru, Trump 'Serang' Pakistan

Tekno | Selasa, 02 Januari 2018 | 07:01 WIB

Gelombang Unjuk Rasa di Iran Meningkat, 10 Demonstran Tewas

Gelombang Unjuk Rasa di Iran Meningkat, 10 Demonstran Tewas

News | Selasa, 02 Januari 2018 | 01:08 WIB

Dua Demonstran Anti-Pemerintah Iran Tewas

Dua Demonstran Anti-Pemerintah Iran Tewas

News | Senin, 01 Januari 2018 | 14:55 WIB

Iran Dilanda Aksi Anti-Pemerintah, KBRI Teheran Imbau WNI Waspada

Iran Dilanda Aksi Anti-Pemerintah, KBRI Teheran Imbau WNI Waspada

News | Senin, 01 Januari 2018 | 14:35 WIB

Terkini

Dituding Larang Suporter Pasang Spanduk Karhutla, Oki Rengga Ungkap Deal-dealan yang Ditawarkan

Dituding Larang Suporter Pasang Spanduk Karhutla, Oki Rengga Ungkap Deal-dealan yang Ditawarkan

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 15:17 WIB

Tahu Kesukaan Kakaknya, GPH Paundra Dapat Hadiah Tas saat Prosesi Langkahan dari GRAj Sura

Tahu Kesukaan Kakaknya, GPH Paundra Dapat Hadiah Tas saat Prosesi Langkahan dari GRAj Sura

Surakarta | Jum'at, 06 November 2026 | 15:15 WIB

5 Rekomendasi HP Android dengan Hasil Video Mirip iPhone, Stabil dan Jernih Harga Under Rp7 Juta

5 Rekomendasi HP Android dengan Hasil Video Mirip iPhone, Stabil dan Jernih Harga Under Rp7 Juta

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 15:15 WIB

Link Daftar Formasi CPNS Guru Agama Sekolah Rakyat 2026, Cek Rincian 331 Kebutuhannya

Link Daftar Formasi CPNS Guru Agama Sekolah Rakyat 2026, Cek Rincian 331 Kebutuhannya

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 15:14 WIB

Sempat Lumpuh Lima Jam Akibat Longsor, Jalur Sumbar-Riau di Limapuluh Kota Kembali Bisa Dilalui

Sempat Lumpuh Lima Jam Akibat Longsor, Jalur Sumbar-Riau di Limapuluh Kota Kembali Bisa Dilalui

Sumbar | Jum'at, 06 November 2026 | 15:14 WIB

Komnas Perempuan Sebut Banjir hingga Karhutla di Indonesia sebagai Ekosida, Apa Artinya?

Komnas Perempuan Sebut Banjir hingga Karhutla di Indonesia sebagai Ekosida, Apa Artinya?

News | Jum'at, 06 November 2026 | 15:09 WIB

Persib dan Borneo FC Menggila di Asia, Media Vietnam Mulai Ketar-ketir

Persib dan Borneo FC Menggila di Asia, Media Vietnam Mulai Ketar-ketir

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 15:09 WIB

Toyota Recall 176 Ribu Kendaraan di China Imbas Masalah Teknis

Toyota Recall 176 Ribu Kendaraan di China Imbas Masalah Teknis

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 15:05 WIB

Karhutla Belum Reda, Pemprov Kaltim Siapkan Rp3 M untuk Dampak Kabut Asap

Karhutla Belum Reda, Pemprov Kaltim Siapkan Rp3 M untuk Dampak Kabut Asap

Kaltim | Jum'at, 06 November 2026 | 15:03 WIB

Bukan Cuma Melindungi, 4 Dark Spot Sunscreen yang Bikin Warna Kulit Merata

Bukan Cuma Melindungi, 4 Dark Spot Sunscreen yang Bikin Warna Kulit Merata

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 15:00 WIB

×