Pascapencurian Tali Pocong, Warga Waspada Jaga TPU Abadi

Pebriansyah Ariefana, Lili Handayani

Rabu, 10 Januari 2018 | 22:15 WIB
Pascapencurian Tali Pocong, Warga Waspada Jaga TPU Abadi
Papan nisan kuburan almarhum M. Hendra Solahi [suara.com/Welly Hidayat]

Suara.com - Warga Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan akan lebih waspada pasca insiden pencurian tali pocong di TPU Abadi. Mereka tidak menyangka pencurian tali pocong dengan cara membongkar makam tersebut akan terjadi.

Meski tak tampak adanya penjagaan khusus, Trisno warga setempat yang juga menjaga makam mengaku warga akan lebih menjaga keamanannya. Karena TPU tersebut merupakan milik warga semua.

Maka warga itu wajib menjaganya. Jangan sampai kejadian terulang kembali nanti.

Ia mengaku tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan. Apakah masih ada orang yang memiliki niat yang sama dengan pelaku pencurian tali pocong.

Trisno sempat shock dengan kejadian tersebut. Saat itu dirinya tidak berada di makam.

 “Saat saya kaget betul usai menerima informasi itu. Menurut saya kejadian itu sangat sulit diterima akal sehat manusia. Saya fikir hal tersebut tak mungkin terjadi,” ujarnya kepada suara.com saat ditemui di TPU Abadi, Rabu (10/1/2018).

Makam tersebut merupakan wakaf. Di sekelilingnya merupakan tanah kosong. Tidak ada pagar yang membatasi dan melindungi makan ini sehingga banyak sekali akses untuk masuk ke dalam makam ini.

“Siapapun bisa masuk ke area pemakaman ini, bukan hanya keluarga dari makan ini saja,” kata Trisno.

Suasana di pemakaman tersebut nampak tenang, terawat, teratur dan bersih. Banyak pohon yang tertanam di pemakaman itu membuat suasana nyama hingga banyak sekali warga, remaja bahkan anak-anak berkumpul di sekitaran makam tersebut.

baca juga

“Tidak seperti makam lain. Di sini tidak suasananya nggak bikin takut, adem. Kalau sore selalu ramai. Kadang malam juga sering banyak orang di sekitar sini,” ujarnya.

Pemakaman tersebut memang tidak dijaga 24 jam tapi setiap pagi dan sore pasti ada warga yang sengaja datang memantau kondisi disaana. Selain menjaga, warga tersebut juga selalu rutin membersihkan makam.

“Jumlah warga yang bertugas menjaga disini ada empat orang. Kalau ada yang meninggal, mereka juga yang menggali tanah kuburannya,” ujarnya.

Anwar (38) seorang yang bertugas sebagai penjaga makam itu juga mengatakan bahwa belum ada kesepakatan warga untuk menambah anggota keamanan di sini. Yang menjaga masih kami saja sebagai warga sekitar sini. Menurutnya lebih baik pemakaman tersebut dikelilingi pagar. Selain alat pembatas juga meningkatkan keamanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kisah Pencuri Tali Pocong: Ternyata Nggak Ada Khasiatnya

Kisah Pencuri Tali Pocong: Ternyata Nggak Ada Khasiatnya

News | Senin, 08 Januari 2018 | 18:17 WIB

Curi Tali Pocong, Motif Pelaku Biar Angkotnya Ramai Penumpang

Curi Tali Pocong, Motif Pelaku Biar Angkotnya Ramai Penumpang

News | Senin, 08 Januari 2018 | 15:38 WIB

Begini Cara Pelaku Curi Tali Pocong Almarhum Hendra

Begini Cara Pelaku Curi Tali Pocong Almarhum Hendra

News | Senin, 08 Januari 2018 | 14:59 WIB

Pencuri Tali Pocong di Ciputat Akhirnya Tertangkap

Pencuri Tali Pocong di Ciputat Akhirnya Tertangkap

News | Sabtu, 06 Januari 2018 | 18:15 WIB

Misteri Raibnya Tali Pocong Hendra, si Penghayat Ilmu Kebatinan

Misteri Raibnya Tali Pocong Hendra, si Penghayat Ilmu Kebatinan

News | Sabtu, 06 Januari 2018 | 07:40 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×