Mendagri Minta Gubernur Tak Tutupi Kasus Gizi Buruk di Papua

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Senin, 15 Januari 2018 | 11:16 WIB
Mendagri Minta Gubernur Tak Tutupi Kasus Gizi Buruk di Papua
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Suara.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menilai pimpinan adat, perangkat desa hingga kepala daerah di Papua tahu kondisi masyarakatnya. Dia meminta kepada jajaran pemerintah daerah, khususnya Papua agar lebih terbuka menyampaikan kondisi kesehatan masyarakat.

Hal ini menyusul kasus campak dan gizi buruk yang kembali melanda‎ anak-anak suku Asmat di Papua.

‎"Kejadian di Asmat itu saya yakin mulai kepala suku, kepala daerah, kapala desa, sampai kecamatan tahu. Dan jangan ditutupi agar segera ada tindakan untuk menyelamatkan warganya," kata Tjahjo di Kantor Kemendagri, Jalan Medan Utara, Jakarta Pusat, Senin (15/1/2017).

Tjahjo meminta aparat pemerintahan daerah mulai dari Gubernur, Bupati hingga Kepala Desa untuk mengecek kondisi lingkungan masyarakatnya. Termasuk kondisi daerah yang rawan bencana.

Jika pemerintah daerah tak mampu menangani, ia meminta untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

"Saya kira di daerah sudah ada prosedur tetap untuk segera ditangani. Kalau memang memerlukan dukungan dan bantuan secara nasional, segera melapor kepada instansi terkait. Kalau bencana ke BNPB, kebakaran hutan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kalau masalah kesehatan ke Kemenkes," ujar dia.

‎Tjahjo memperingatkan kepala daerah agar lebih fokus pada kondisi masyarakatnya. Jangan sampai terjadi kejadian luar biasa di daerah, khususnya kasus gizi buruk yang dialami anak-anak.

"Itu yang penting, jadi jangan sampai daerah tidak tahu keberadaan dan kondisi masyarakat. Kemendagri sudah ada posko yang setiap pagi sampai siang selalu kontak daerah, ada masalah apa, supaya cepat koordinasinya. Ini masalah koordinasi yang harus cepat dalam upaya melayani masyarakat," kata dia.‎

Anak-anak suku Asmat di Papua terserang penyakit campak dan gizi buruk. Selama 4 bulan belakangan terdapat 28 anak meninggal dunia karena campak dan gizi buruk.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Miris! Balita Tetangga Bupati Karimun Alami Gizi Buruk

Miris! Balita Tetangga Bupati Karimun Alami Gizi Buruk

News | Minggu, 14 Januari 2018 | 07:15 WIB

Resmi! 10 Persen Saham Freeport Diambil Pemprov Papua

Resmi! 10 Persen Saham Freeport Diambil Pemprov Papua

Bisnis | Jum'at, 12 Januari 2018 | 15:56 WIB

Foto Seksi Baby Margaretha saat Liburan di Raja Ampat

Foto Seksi Baby Margaretha saat Liburan di Raja Ampat

Entertainment | Jum'at, 12 Januari 2018 | 15:30 WIB

Massa Calon Bupati Mengamuk di Kantor KPU Jayawijaya

Massa Calon Bupati Mengamuk di Kantor KPU Jayawijaya

News | Rabu, 10 Januari 2018 | 04:15 WIB

Militer Rusia Latihan di Papua? Panglima TNI: Lihat Dulu

Militer Rusia Latihan di Papua? Panglima TNI: Lihat Dulu

News | Kamis, 04 Januari 2018 | 08:43 WIB

Terkini

EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA

EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:18 WIB

Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA

Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:08 WIB

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:02 WIB

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:00 WIB

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:47 WIB

JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka

JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:44 WIB

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:39 WIB

Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz

Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:17 WIB

Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Tak Sesuai LHKPN, KPK Buka Suara

Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Tak Sesuai LHKPN, KPK Buka Suara

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:12 WIB

Benjamin Netanyahu Ultimatum Iran: Berani Serang Kami, Balasan Akan Mengerikan!

Benjamin Netanyahu Ultimatum Iran: Berani Serang Kami, Balasan Akan Mengerikan!

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:05 WIB

×