Kelompok Radikal Kanan Incar Anggota Koalisi Perempuan Indonesia

Reza Gunadha

Selasa, 16 Januari 2018 | 12:17 WIB
Kelompok Radikal Kanan Incar Anggota Koalisi Perempuan Indonesia
Ilustrasi radikalisme. [Shutterstock]

Suara.com - Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia Dian Kartika Sari menyatakan, organisasnya berencana bertemu Kementerian Agama, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan juga kepolisian untuk meminta pengawasan paparan kelompok radikal dan ekstrimis terhadap organisasi perempuan yang ada di daerah.

Organisasi yang berdiri sejak 1998 tersebut menjadikan pencegahan radikalisme dan ekstrimisme terhadap perempuan, sebagai salah satu program utama mereka tahun ini.

Rencana pertemuan dengan tiga lembaga itu, kata Dian, didasari oleh temuan adanya perekrutan beberapa anggota KPI oleh organisasi massa Hizbut Tahrir Indonesia, sebelum ormas tersebut dibubarkan.

Kepada Anadolu Agency, Dian mengungkapkan penarikan anggota KPI oleh HTI itu dialami oleh empat wanita yang memegang posisi penting di beberapa kantor cabang KPI.

Dia menyebut, empat orang yang mengalami perekrutan kelompok radikal tersebut adalah anggota KPI dari Kabupaten Bandung, Pontianak, Samarinda, dan Lombok Barat.

Dian membeberkan, kelompok radikal banyak mengincar anggota KPI yang duduk di kursi ketua kelompok, ketua tingkat desa, pengurus ataupun pengawas.

Berbagai cara, ujar Dian, dilakukan kelompok esktrimis demi mendapatkan perhatian pengurus KPI yang telah ditargetkan.

Pertama, sebut Dian, perwakilan dari kelompok radikal itu mengajak anggota KPI untuk berbicara dan berdiskusi tentang Alquran. Seiring perjalanan, anggota KPI tersebut akan didoktrin secara perlahan tentang paham radikal.

baca juga

“Beberapa kawan yang sudah sadar, mereka minta setop dan tidak ingin melanjutkan diskusi itu. Tapi empat orang yang percaya itu memilih untuk keluar dari KPI,” kata Dian.

Usaha kelompok radikal dipastikan KPI tidak berhenti sampai di situ. Ada cara lain yang juga digunakan untuk menyeret anggota KPI masuk ke dalam ormas tersebut.

Salah satunya, sebut Dian, adalah dengan mengundang anggota KPI sebagai narasumber dalam sebuah diskusi.

“Nah, ketika dia ngomong sebagai narasumber, dia direkam pakai video (oleh kelompok radikal tersebut). Video itu nantinya dikirim ke anggota-anggota KPI yang lain sambil mengklaim bahwa pengurus-pengurus KPI sudah bergabung dengan kelompok radikal itu,” jelas Dian.

Lebih lanjut, KPI juga melakukan identifikasi atas temuan-temuan di lapangan. Dian berujar, timnya mendapati bahwa kelompok ekstrim menargetkan pengurus KPI dikarenakan alasan telah mengenyam pendidikan organisasi yang lebih tinggi.

“Pengurus di sini kan harus melalui beberapa tahapan pendidikan, mulai dari pendidikan kader dasar, menengah dan advokasi. Tidak hanya itu, mereka (kelompok ekstrimis) juga menargetkan orang-orang yang mempunyai keahlian khusus,” ungkap Dian.

Dari 48 ribuan anggota pemegang kartu KPI saat ini, Dian mengatakan, anggotanya yang berada di Jawa Barat, Jawa Tengah dan NTB terbilang rentan disusupi oleh kelompok radikal.

KPI menduga, perekrutan yang dilakukan oleh kelompok radikal terhadap perempuan sudah dibuat dengan sistematis. Target akhirnya, duga Dian, perempuan yang bersedia  bergabung dengan kelompok-kelompok tersebut akan dijadikan sebagai martir.

“Paling parah adalah menjadi pengantin bom bunuh diri, dan itu khas perempuan karena menggunakan alat seperti panci saat beraksi,” tutur Dian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

10 Warga Rohingya di Kuburan Massal Diklaim Bukan Teroris

10 Warga Rohingya di Kuburan Massal Diklaim Bukan Teroris

News | Minggu, 14 Januari 2018 | 01:30 WIB

Fakta Baru Tentang HTI Akan Dibuka di Persidangan, Apa Itu?

Fakta Baru Tentang HTI Akan Dibuka di Persidangan, Apa Itu?

News | Jum'at, 05 Januari 2018 | 04:34 WIB

Dikira KPK, Ternyata Densus 88 Tangkap PNS Kukar Diduga Teroris

Dikira KPK, Ternyata Densus 88 Tangkap PNS Kukar Diduga Teroris

News | Minggu, 31 Desember 2017 | 08:19 WIB

Jelang Tahun Baru, Densus 88 Bekuk Satu PNS Diduga Teroris

Jelang Tahun Baru, Densus 88 Bekuk Satu PNS Diduga Teroris

News | Minggu, 31 Desember 2017 | 07:42 WIB

ISIS Klaim Berada di Balik Ledakan Supermarket di Rusia

ISIS Klaim Berada di Balik Ledakan Supermarket di Rusia

News | Sabtu, 30 Desember 2017 | 06:54 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×