Keluarga Terharu Kalau Anies Bisa Jadikan Nasution Nama Jalan

Kamis, 01 Februari 2018 | 12:51 WIB
Keluarga Terharu Kalau Anies Bisa Jadikan Nasution Nama Jalan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi meluncurkan Kartu Lansia Jakarta (KLJ) untuk warga lanjut usia ibu kota. Acara peluncuran KLJ itu digelar di Lapangan Monas, Jakarta, Kamis (21/12/2017). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Keluarga besar Jenderal Besar A. H. Nasution bangga kalau pemerintah Jakarta akhirnya menyetujui usulan perubahan nama jalan terusan H. R. Rasuna Said - T. B. Simatupang menjadi Jalan Jenderal Nasution.

"Keluarga kami mendukung dan terharu, bangga yang sudah mau mengabadikan nama kakek kami," ujar cucu Nasution, Marina, kepada Suara.com, Kamis (1/2/2018).

Yang mengusulkan itu Ikatan Keluarga Nasution. Usulan disampaikan kepada wali kota Jakarta Selatan dan sudah pula diteruskan ke Gubernur Anies Baswedan. Jalan yang diusulkan berubah namanya mulai dari perempatan Jalan jenderal Gatot Subroto - Jalan Mampang Prapatan Raya - Jalan Buncit Raya sampai perbatasan Jalan Letjend. T. B. Simatupang.

Marina tidak mau mendesak-desak. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan pemerintah.

"Opa saya itu kan pahlawan nasional, yang sudah mengorbankan jiwa dan raga dan sebaginya. Jasa, prestasi, karyanya untuk negara," kata dia.

Usulan itu sebenarnya sudah dilontarkan sejak Jakarta dipimpin Fauzi Bowo, tapi sampai sekarang belum diwujudkan.

"Sebelumnya sudah ada (usulan ini) dari Pak Fauzi Bowo. Opa saya meninggal tahun 2000 dan 2002 dijadikan pahlawan nasional. Ini Anies yang akan merealisasikamnya," katanya.

Anies berhati-hati.

Anies mengatakan pemerintah mesti lebih dulu merevisi keputusan gubernur sebelumnya.

"Bahwa yang namanya pergantian nama itu ada keputusan gubernurnya. Jadi, ikuti proses itu. Dan tidak bisa sekonyong-konyong, nggak bisa," ujar Anies di Gedung Teknis, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat.

Anies mengatakan kalau pemerintahan terdahulu dalam membuat keputusan dikerjakan oleh internal pemerintah. Sekarang, Anies ingin mengubah dengan cara melibatkan tokoh masyarakat, sejarawan, budayawan, dan ahli tata kota.

"Kemudian mekanisme pengusulan juga dibuat terstruktur. Jadi tidak bisa pengusulan itu diterima siapa saja, kemudian dieksekusi oleh siapa saja," kata Anies.

Sebelum semua prosedur dilewati, Anies meminta Wali Kota Jakarta Selatan dan Lurah Kuningan Barat menghentikan sosialisasi perubahan nama jalan. Padahal, sosialisasi sudah dilakukan sejak 23 Januari 2018.

"Dihentikan semua," kata Anies.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

REKOMENDASI

TERKINI