Napi Lapas Yogyakarta Bikin Bunker untuk Sembunyikan HP

Ardi Mandiri

Jum'at, 09 Februari 2018 | 06:45 WIB
Napi Lapas Yogyakarta Bikin Bunker untuk Sembunyikan HP
Ilustrasi penjara. [Shutterstock]

Suara.com - Petugas Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas IIA Yogyakarta menemukan sebuah bunker yang dibuat warga binaan di sebuah kamar mandi untuk menyembunyikan puluhan telepon seluler (Ponsel) yang diduga kuat untuk mengendalikan peredaran narkoba.

"Bunker tersebut ditemukan dalam operasi yang digelar Jumat 2 Februari 2018 malam. Puluhan telepon genggam tersebut diduga untuk mengendalikan peredaran narkoba di Kopeng, Salatiga, Jawa Tengah," kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Yogyakarta Erwedi Supriyatno, Kamis.

Menurut dia, operasi yang dilakukan tersebut atas informasi dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah (Jateng) bahwa warga binaan lapas yang berlokasi di Pakem, Kabupaten Sleman, DIY berinisial Nov (26) warga Ambarukmo, Depok, Sleman, mengendalikan peredaran sabu-sabu di daerah Kopeng seberat kisaran 1 kilogram.

"Nov disebut mempunyai tiga buah telepon seluler untuk mengendalikan peredaran narkoba. Dari informasi itu kami bersama petugas BNNP Jateng dan Kemenkumham Kantor Wilayah DIY melakukan penggeledahan," katanya.

Ia mengatakan, di kamar yang dihuni Nov dan enam warga binaan lainnya langsung dilakukan penggeledahan pada pukul 21.00 WIB. Sesaat setelah digeledah ternyata petugas tak menemukan apa-apa.

"Namun, saat masuk ke kamar mandi ruangan itu, petugas menaruh kecurigaan terhadap tembok bagian bawah tepat di depan kloset karena warnanya yang agak berbeda. Ukurannya hanya sekitar sekilan jari orang dewasa saja, masuk untuk tangan," katanya.

Kecurigaan semakin menguat setelah diketuk-ketuk terasa tidak berisi. Setelah dibongkar ternyata sebuah bunker yang disamarkan memakai cor-coran pada permukaannya dilapisi kertas dan dicat ulang hampir mirip dengan tembok di sekitarnya.

"Setelah dibongkar di dalamnya ditemukan bungkusan plastik. Bungkusan plastik tersebut ada dua yang terdapat telepon seluler berjumlah 20 unit jenis BlackBerry dan Android. Setelah dilakukan pengecekan, semuanya dalam kondisi mati dengan simcard terpisah. Namun, 14 telepon genggam di,antaranya itu masih dapat digunakan," katanya.

Erwedi mengatakan, atas temuan itu, petugas langsung menyerahkan barang bukti tersebut kepada BNNP Jateng. Sementara Nov dan enam warga binaan lain yang menghuni kamar itu kemudian ditempatkan di ruang-ruang terpisah.

"Masih belum bisa dipastikan itu digunakan untuk mengedarkan narkoba, masih dalam penyelidikan. Warga binaan itu juga sudah kami pisah ditempatkan di ruang-ruang berbeda karena kemungkinan untuk membuat bunker itu tidak mungkin hanya satu orang saja," katanya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terlilit Utang, Narapidana Tewas Gantung Diri

Terlilit Utang, Narapidana Tewas Gantung Diri

News | Jum'at, 12 Januari 2018 | 00:01 WIB

Satu Lagi Napi Lapas Binjai yang Kabur Berhasil Diringkus

Satu Lagi Napi Lapas Binjai yang Kabur Berhasil Diringkus

News | Senin, 25 Desember 2017 | 23:34 WIB

300 Napi di Jakarta Hirup Udara Bebas, Djarot Titip Pesan Ini

300 Napi di Jakarta Hirup Udara Bebas, Djarot Titip Pesan Ini

News | Kamis, 17 Agustus 2017 | 15:33 WIB

Mulai Sekarang Narapidana Wajib Ikut Bela Negara

Mulai Sekarang Narapidana Wajib Ikut Bela Negara

News | Rabu, 21 Juni 2017 | 15:20 WIB

Menkumham Minta Polisi Buru Napi Kabur dari Lapas Kerobokan

Menkumham Minta Polisi Buru Napi Kabur dari Lapas Kerobokan

News | Selasa, 20 Juni 2017 | 16:08 WIB

Terkini

Duduk Perkara Dugaan PT PSMI Serobot Lahan Inhutani V hingga Berujung Sitaan Rp1 Triliun

Duduk Perkara Dugaan PT PSMI Serobot Lahan Inhutani V hingga Berujung Sitaan Rp1 Triliun

News | Kamis, 10 September 2026 | 19:12 WIB

BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026, Perluas Akses Finansial Diaspora Indonesia

BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026, Perluas Akses Finansial Diaspora Indonesia

Sumut | Kamis, 10 September 2026 | 19:12 WIB

Geger Napi Bebas Gunakan HP di Lapas Ujungtanjung Rokan Hilir

Geger Napi Bebas Gunakan HP di Lapas Ujungtanjung Rokan Hilir

Riau | Kamis, 10 September 2026 | 19:10 WIB

Tak Hanya Gaya Hidup, PayLater Banyak Dipakai Buat Kebutuhan Mendesak

Tak Hanya Gaya Hidup, PayLater Banyak Dipakai Buat Kebutuhan Mendesak

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 19:08 WIB

GBLA Membara! Ribuan Bobotoh Suntik Semangat Persib Sebelum Tarung di Markas Persija

GBLA Membara! Ribuan Bobotoh Suntik Semangat Persib Sebelum Tarung di Markas Persija

Bola | Kamis, 10 September 2026 | 19:06 WIB

Memaknai The Stoic Way of Not Giving A Damn: Kita Terlalu Banyak Peduli

Memaknai The Stoic Way of Not Giving A Damn: Kita Terlalu Banyak Peduli

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 19:00 WIB

Mengapa Pola Kekerasan Aparat Terus Berulang? Aktivis Bongkar Bahaya Doktrin Militerisme

Mengapa Pola Kekerasan Aparat Terus Berulang? Aktivis Bongkar Bahaya Doktrin Militerisme

News | Kamis, 10 September 2026 | 18:54 WIB

Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar

Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar

Jakarta | Kamis, 10 September 2026 | 18:52 WIB

Menjinakkan Akal Sehat: Mengapa Rocky Gerung Lembek di Era Prabowo?

Menjinakkan Akal Sehat: Mengapa Rocky Gerung Lembek di Era Prabowo?

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 18:50 WIB

PSIS Diuji Mental di Laga Perdana Championship, PSPS Datang dengan Modal Dua Pekan di Semarang

PSIS Diuji Mental di Laga Perdana Championship, PSPS Datang dengan Modal Dua Pekan di Semarang

Jawa Tengah | Kamis, 10 September 2026 | 18:48 WIB

×