Miskin, Satu Keluarga Singapura Memilih Tinggal di Bandara Changi

Vania Rossa

Minggu, 18 Februari 2018 | 01:57 WIB
Miskin, Satu Keluarga Singapura Memilih Tinggal di Bandara Changi
Keluarga Singapura tinggal di Bandara Changi. (Asia One)

Suara.com - Meski berstatus negara kaya, warga miskin di Singapura cukup banyak jumlahnya, dan salah satunya adalah sebuah keluarga yang terdiri dari tiga generasi. Mereka memutuskan tinggal di Bandara Changi setelah menolak tinggal di tempat penampungan.

Seperti dilansir dari Asia One, keluarga yang terdiri dari seorang nenek, ibu, dan anak laki-laki tersebut telah tinggal di bandara selama dua bulan dan berniat menghabiskan Tahun Baru Imlek di sana.

Peng Hui Ying (45) mengatakan, sejak ia menjual flatnya pada tahun 2016, ia beserta ibunya yang berusia 74 tahun dan anak laki-lakinya yang berusia 13 tahun pindah ke sebuah flat sewa dua kamar. Mereka bahkan sudah berpindah-pindah tempat tinggal hingga lebih dari 10 kali. Namun, setelah tak punya uang lagi, mereka tidak mampu lagi membayar sewa tempat tinggal.

Pada bulan Desember 2017, keluarga tersebut diatur untuk pindah ke tempat penampungan sementara yang disiapkan pemerintah. Tapi mereka tidak puas dengan pengaturan dan hanya bertahan enam hari tinggal di tempat tersebut.

"Kami biasanya menghabiskan siang hari di Terminal 1 dan 3. Pada malam hari, kami akan tidur di kursi sofa di Terminal 4," katanya.
"Kami tidak bisa mandi di bandara, dan kami hanya bisa menggunakan handuk basah untuk membersihkan diri. Sesekali, kami pergi ke kolam renang umum untuk mandi."

Saking miskinnya, Peng mengatakan bahwa dirinya saat ini hanya memiliki uang 5 dolar Singapura atau Rp45 ribu saja.

Kadang, ada pengunjung bandara yang berbaik hati memberikan roti ke keluarga tersebut, tapi itu tidak terjadi setiap hari.

Untuk makan sehari-hari, keluarga tersebut mengeluarkan uang sekitar 1,60 dolar untuk dua piring nasi ayam yang akan disantap bersama-sama.

Peng mengatakan bahwa anaknya yang sedang dalam masa pertumbuhan tidak mendapatkan cukup makanan, "Kami hanya bisa membeli roti dan air untuk mengisi perutnya."

baca juga

Putranya saat ini adalah duduk di kelas 2 di sebuah Sekolah Menengah di Punggol dan selalu datang terlambat setiap hari. Jika dia naik kereta api pertama setiap pagi, ia akan sampai di sekolah sekitar pukul 07.30.

Tidak ada yang bisa dilakukan oleh keluarga tersebut selain pasrah.

Juru bicara Kementerian Sosial dan Pengembangan Keluarga (MSFD) Singapura mengatakan bahwa mereka sudah mengetahui tentang kondisi keluarga tersebut. Rencananya, keluarga Peng akan mendapat subsidi ComCare antara Januari dan Maret 2018.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

65 Persen Lebih Desa di Kaltara Tertinggal

65 Persen Lebih Desa di Kaltara Tertinggal

News | Kamis, 31 Maret 2016 | 15:32 WIB

UNDP: 2,2 Miliar Orang di Dunia Miskin

UNDP: 2,2 Miliar Orang di Dunia Miskin

Bisnis | Kamis, 24 Juli 2014 | 15:00 WIB

Studi: Orang di Negara Kaya Lebih Stres Ketimbang Warga Negara Miskin

Studi: Orang di Negara Kaya Lebih Stres Ketimbang Warga Negara Miskin

Tekno | Selasa, 29 April 2014 | 11:51 WIB

Terkini

Tokoh Salafi Yaman Ancam Kelompok Houthi: Jangan Berani Bergerak ke Selatan

Tokoh Salafi Yaman Ancam Kelompok Houthi: Jangan Berani Bergerak ke Selatan

News | Senin, 21 September 2026 | 10:05 WIB

6 Tips Memilih Sepatu Recovery Run agar Kaki Tetap Nyaman setelah Lari Berat

6 Tips Memilih Sepatu Recovery Run agar Kaki Tetap Nyaman setelah Lari Berat

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 10:02 WIB

Cushion Korea yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan yang Tahan Lama dan Bikin Glowing

Cushion Korea yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan yang Tahan Lama dan Bikin Glowing

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 10:01 WIB

Bansos Bukan Barang Gratis: Ada Amanah yang Harus Dijaga

Bansos Bukan Barang Gratis: Ada Amanah yang Harus Dijaga

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 10:00 WIB

Gara-gara Gadget, Budaya Baca Terancam? Ini Peringatan Tegas Wakil Ketua DPRD Jateng

Gara-gara Gadget, Budaya Baca Terancam? Ini Peringatan Tegas Wakil Ketua DPRD Jateng

Jawa Tengah | Senin, 21 September 2026 | 09:51 WIB

Nusron Wahid Jadi 'Gelandangan Politik' saat Diterpa Badai Korupsi?

Nusron Wahid Jadi 'Gelandangan Politik' saat Diterpa Badai Korupsi?

News | Senin, 21 September 2026 | 09:50 WIB

GPU dan Motherboard AMD Bakal Naik Harga, Apakah Ryzen Ikut Terdampak?

GPU dan Motherboard AMD Bakal Naik Harga, Apakah Ryzen Ikut Terdampak?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 09:50 WIB

Pertamina Mandalika Racing Series Dorong Ekosistem Motorsport Indonesia Tembus Panggung Dunia

Pertamina Mandalika Racing Series Dorong Ekosistem Motorsport Indonesia Tembus Panggung Dunia

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:47 WIB

Barang Mewah Tak Lagi Sekadar Gaya Hidup, Kini Bisa Jadi Aset yang Lebih Fleksibel

Barang Mewah Tak Lagi Sekadar Gaya Hidup, Kini Bisa Jadi Aset yang Lebih Fleksibel

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 09:44 WIB

Jejak Kontroversi Jule sebelum Terseret Kasus Narkoba: Perselingkuhan hingga Lepas Hijab

Jejak Kontroversi Jule sebelum Terseret Kasus Narkoba: Perselingkuhan hingga Lepas Hijab

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 09:44 WIB

×