10 Bulan Tak Terungkap, Begini Kerja Polisi di Kasus Novel

Pebriansyah Ariefana | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Jum'at, 23 Februari 2018 | 15:59 WIB
10 Bulan Tak Terungkap, Begini Kerja Polisi di Kasus Novel
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tiba di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (22/2).

Suara.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah meminta pimpinan KPK untuk mengirim penyidik handal terkait penyelidikan kasus penyiraman air keras Novel Baswedan. Penyidik itu akan diperbantukan di Polda Metro Jaya.

Alasan permintaan bantuan itu dilakukan, karena polisi kesulitan untuk mengungkap pelaku misterius yang melakukan kekerasan kepada Novel hingga mata kirinya mengalami kerusakan.

"Kami sudah beberapa kali ekspose di depan pimpinan KPK. Dan kami juga sudah meminta, membuat surat kepada pimpinan KPK agar penyidiknya untuk bergabung dengan Polda Metro Jaya. Sudah kami lakukan. Surat sudah dikirim," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di kantornya, Jumat (23/2/2018).

Namun, Argo tak secara rinci membeberkan jumlah penyidik KPK yang diminta ikut dilibatkan dalam kasus penyiraman Novel. Dia hanya menyampaikan, penyidik KPK yang membantu memiliki keahlian yang mumpuni untuk mengungkap kasus.

"KPK sudah memberikan penyidiknya yang handal, yang ahli penyidikan dan ahli untuk membaca situasi dan sebagainya sudah ada. Sudah kami lakukan pertemuan. Kami sudah memaparkan, sudah menyampaikan. Timeline sudah jelas," kata dia.

Perihal bantuan itu, penyidik KPK diminta untuk mengabarkan apabila menemukan fakta lain dalam kasus penyiraman air keras Novel.

"Tentu nanti dari penyidik KPK kalau ada informasi yang berkaitan yang belum kami lakukan, tidak masalah. Kami tindaklanjuti," kata dia.

Argo juga membeberkan hasil selama polisi melakukan penyelidikan dalam kasus penyiraman air keras tersebut. Menurutnya, sejauh ini polisi telah memeriksa sebanyak 66 saksi.

Selain itu, rekaman kamera pengawas atau CCTV yang diyakini merekam dua terduga pelaku juga sudah diperiksa. Namun, dari penyelidikan itu, polisi belum mendapatkan hasil yang signifikan.

"Saksi sudah diperiksa sekitar 66 sudah diperiksa. Juga kami sudah memeirksa CCTV itu karena pada kejadian pagi itu, pada saat korban dari masjid, ada CCTV yang menggambarkan ada dua orang berboncengan. Itu sudah kami lakukan pendalaman berkaitan dengan CCTV itu sendiri karena CCTV tidak jelas," kata dia.

Argo juga menyampaikan, beberapa orang yang sempat ditangkap dalam kasus itu juga tak bisa dijadikan tersangka karena dari alibi yang disampaikan tak ditemukan adanya kejanggalan.

"Kami juga sudah ada beberapa yang menyatakan bahwa diduga pelakunya sudah kami amankan. Alibinya di mana. Ada beberapa orang seperti AL. Alibinya ada di Malang. Alibinya ada di Bekasi. Semuanya kita lakukan. Kita cek. Dan kita lakukan pemeriksaan. Sehingga kita mengetahui sejauh mana," kata Argo.

Polisi juga sudah menyebar empat sketsa wajah terduga pelaku. Dari penyebaran sketsa itu, polisi juga membuka hotline agar masyarakat bisa memberikan informasi kepada polisi soal keberadaan terduga pelaku sebagaimana sketsa wajah yang disebar.

Namun, sejauh ini langkah polisi membuka hotline itu juga belum membuahkan hasil.

"Kami juga membuat hotline juga sudah ada sekitar 900-an untuk telepon dan 500 untuk SMS. Mungkin juga ada yang menyampaikan dari hotline itu dan ada juga dari sketsa wajah sudah kami sebarkan ya wilayah dan ada menyampaikan informasi bahwa pernah melihat orang itu. Dan kami juga cek lagi yang bersangkutan lalu alamatnya tidak sama kan gitu," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Novel Kembali, DPR Minta Jokowi Bikin Tim Pencari Fakta

Novel Kembali, DPR Minta Jokowi Bikin Tim Pencari Fakta

News | Jum'at, 23 Februari 2018 | 15:26 WIB

Korut Terkorup di Asia, Indonesia Peringkat Berapa?

Korut Terkorup di Asia, Indonesia Peringkat Berapa?

News | Jum'at, 23 Februari 2018 | 15:10 WIB

KPK Periksa Pegawai PT Mugi Rekso Abadi di Korupsi Pesawat Garuda

KPK Periksa Pegawai PT Mugi Rekso Abadi di Korupsi Pesawat Garuda

News | Jum'at, 23 Februari 2018 | 12:04 WIB

Jadi Tersangka Korupsi, Bupati Lamteng Kampanye Pilkada di KPK

Jadi Tersangka Korupsi, Bupati Lamteng Kampanye Pilkada di KPK

News | Jum'at, 23 Februari 2018 | 11:37 WIB

Pascakembali ke KPK, Polisi Patroli di Rumah Novel Baswedan

Pascakembali ke KPK, Polisi Patroli di Rumah Novel Baswedan

News | Jum'at, 23 Februari 2018 | 09:13 WIB

Terkini

Ade Armando Ungkap Alasan Mengundurkan Diri dari PSI: Ada yang Ingin Menghabisi Saya dan Partai

Ade Armando Ungkap Alasan Mengundurkan Diri dari PSI: Ada yang Ingin Menghabisi Saya dan Partai

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:34 WIB

Kapal Sipil Oman di Selat Hormuz Ditembak Kapal Perang Amerika Serikat, 5 Orang Tewas

Kapal Sipil Oman di Selat Hormuz Ditembak Kapal Perang Amerika Serikat, 5 Orang Tewas

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:34 WIB

Diperiksa Soal Kasus Pemerasan THR, Plt Bupati Cilacap Bersumpah: Demi Allah, Saya Nggak Tahu

Diperiksa Soal Kasus Pemerasan THR, Plt Bupati Cilacap Bersumpah: Demi Allah, Saya Nggak Tahu

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:30 WIB

Sampaikan Laporan Akhir ke Presiden, Komisi Reformasi Polri Serahkan Berkas Setebal 3.000 Halaman

Sampaikan Laporan Akhir ke Presiden, Komisi Reformasi Polri Serahkan Berkas Setebal 3.000 Halaman

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:28 WIB

Skandal Kekerasan Seksual di Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Proaktif Lindungi Korban

Skandal Kekerasan Seksual di Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Proaktif Lindungi Korban

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:27 WIB

Tarif Kereta AS untuk Piala Dunia 2026 Melejit, Picu Protes Keras Suporter Global

Tarif Kereta AS untuk Piala Dunia 2026 Melejit, Picu Protes Keras Suporter Global

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:23 WIB

Jual Video Asusila via Telegram, Pasangan Muda di Kediri Ditangkap Polisi

Jual Video Asusila via Telegram, Pasangan Muda di Kediri Ditangkap Polisi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:21 WIB

Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI

Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:07 WIB

Okupansi Hotel Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Anjlok Drastis, Banyak Pembatalan

Okupansi Hotel Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Anjlok Drastis, Banyak Pembatalan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:57 WIB

KY Uji Kualitas Ratusan Calon Hakim Agung, Masyarakat Diajak 'Kuliti' Rekam Jejak Peserta

KY Uji Kualitas Ratusan Calon Hakim Agung, Masyarakat Diajak 'Kuliti' Rekam Jejak Peserta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:50 WIB