Gabung ISIS di Suriah, 15 WNI Ditangkap Pasukan Kurdi

Reza Gunadha

Selasa, 27 Februari 2018 | 09:28 WIB
Gabung ISIS di Suriah, 15 WNI Ditangkap Pasukan Kurdi
Seorang perempuan begundal ISIS terekam ikut berperang karena sudah putus asa. [Independent]

Suara.com - Sebanyak 15 warga negara Indonesia ditahan di Suriah. Belasan WNI itu ditahan karena terlibat gerombolan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Direktur Perlindungan WNI Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, Kementerian Luar Negeri telah menerima informasi adanya 15 WNI tersebut sejak Desember 2017 lalu.

Namun, hingga kekinian, kementeriannya belum bisa mengkonfirmasi apakah 15 orang itu seluruhnya merupakan WNI atau bukan.

“Kami belum bisa mengkonfirmasi, kami sudah mendapatkan kabar itu sejak desember lalu mengenai kemungkinan adanya WNI yang saat ini ditahan SBF (Syrian Border Forces) atau Pasukan Kurdi YPG,” ujar Lalu Muhammad Iqbal saat dihubungi Anadolu Agency, Selasa (27/2/2018).

Karena belum mendapat kejelasan, pemerintah belum bisa mendeportasi atau memberikan advokasi. Lagi pula, mereka ditahan di wilayah peperangan.

 “Kami belum bisa mengambil keputusan apa pun, sampai kami bisa melakukan verifikasi terhadap mereka,” tambah dia.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto bakal melakukan koordinasi dengan kementerian lembaga terkait, menanggapi adanya kabar mengenai 15 WNI diduga merupakan anggota ISIS yang ditahan Pasukan Kurdi Suriah.

“Itu kami biasanya rapat dulu, baru bagaimana saya minta penjelasan, dari penjelasan kami olah,” ujar Wiranto kepada Anadolu Agency di Base Ops Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Selasa.

Dia mengakui belum memutuskan apakah nantinya WNI tersebut akan dibawa kembali ke Indonesia untuk dilakukan deradikalisasi atau tidak.

baca juga

Dia mengakui akan mempertimbangkan sisi keamanan dan sisi hukum keputusan itu.

“Sisi kebijakan pemerintah bagaimana, nanti dari situ baru muncul [keputusan],” tambah Wiranto.

Human Right Watch (HRW) mengungkapkan ada 15 WNI yang saat ini berada di tangan Pasukan Kurdi di Suriah.

Tidak hanya itu, banyak warga negara lain yang juga ikut ditahan yang diduga terlibat ISIS. Saat ini tercatat ada sekitar 800 WNI yang terlibat gerombolan teroris tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BNPT: Kepri Rawan Jadi Pintu Masuk Teroris Lokal dan Asing

BNPT: Kepri Rawan Jadi Pintu Masuk Teroris Lokal dan Asing

News | Jum'at, 23 Februari 2018 | 04:14 WIB

ISIS Serang dan Duduki 75 Persen Kamp Pengungsi Palestina

ISIS Serang dan Duduki 75 Persen Kamp Pengungsi Palestina

News | Senin, 19 Februari 2018 | 14:17 WIB

Enam Negara Asean Bentuk Kesepakatan untuk Antisipasi Terorisme

Enam Negara Asean Bentuk Kesepakatan untuk Antisipasi Terorisme

News | Kamis, 15 Februari 2018 | 13:16 WIB

Putus Asa, Perempuan ISIS Untuk Kali Pertama Dikirim Berperang

Putus Asa, Perempuan ISIS Untuk Kali Pertama Dikirim Berperang

News | Jum'at, 09 Februari 2018 | 14:10 WIB

Dua Anggota Beatles ISIS Inggris Tertangkap

Dua Anggota Beatles ISIS Inggris Tertangkap

News | Jum'at, 09 Februari 2018 | 07:27 WIB

Terkini

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

×