Bohong soal Dianiaya, Marbut Masjid Garut: Saya Butuh Uang

Reza Gunadha

Jum'at, 02 Maret 2018 | 10:07 WIB
Bohong soal Dianiaya, Marbut Masjid Garut: Saya Butuh Uang
Marbut Masjid Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Uyu Ruhiyan (53) akhirnya mengakui membuat laporan palsu mengenai dirinya menjadi korban penganiayaan di dalam masjid. [Harewos Garut]

Suara.com - Marbut Masjid Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Uyu Ruhiyan (53) akhirnya mengakui membuat laporan palsu mengenai dirinya menjadi korban penganiayaan di dalam masjid.

Uyu mengungkapkan, penganiayaan itu tak pernah terjadi. Ia merekayasa cerita untuk mendapatkan perhatian dari pengurus masjid dan pemerintah, khususnya terkait finansial.

"Ini terjadi murni karena kekhilafan saya. Apa yang terjadi sama sekali tidak ada ajakan orang lain, murni rekayasa," kata Uyu saat jumpa pers bersama ulama Garut dan Kepala Kepolisian Resor Garut Ajun Komisaris Besar Budi Satria Wiguna di Markas Polres Garut, seperti diberitakan Antara, Kamis (1/3/2018).

Ia menuturkan, rekayasa dianiaya oleh sejumlah orang menggunakan senjata tajam di dalam masjid, Rabu (28/2) dini hari, merupakan aksi spontanitas tanpa ada pihak lain yang menyuruhnya.

Uyu juga mengakui adanya isu yang sedang berkembang di masyarakat tentang serangan terhadap ulama maupun ustaz.

Karenanya, ia memanfaatkan isu tersebut untuk merekayasa penganiayaan terhadap dirinya guna mencari perhatian.

Sebelumnya diberitakan, Uyu Ruhyana, marbut Masjid Besar Al Istiqomah di Kabupaten Garut, dikabarkan ditemukan warga dalam keadaan kaki dan tangan terikat mukena, serta mulut ditutup sorban pada Rabu pagi.

Kondisi Uyu yang terikat dan pakaian sudah robek itu kali pertama diketahui warga yang hendak salat subuh di masjid tersebut.

Karena mengakui dianiaya orang tak dikenal, Uyu kemudian langsung dilarikan ke sebuah Puskesmas.

"Kemudian saksi bersama warga masyarakat membawa korban ke Puskesmas Pameungpeuk," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Komisaris Besar Umar Fana melalui keterangan tertulis.

Terkait dugaan penganiayaan itu, polisi kemudian mendatangi masjid pada pukul 11.45 WIB untuk melakukan olah TKP.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, terungkap jika aksi penganiayaan itu adalah hasil rekaan Uyu. Polisi tidak menemukan adanya kendaraan roda empat dan roda dua.

Pakaian robek Uyu juga sengaja direkayasa agar seolah-olah terkena senjata tajam.

Polisi juga sudah memeriksa Uyu terkait aksi penganiayaan yang direkayasa tersebut. Kepada polisi, kata Umar, UR sengaja mengada-ada soal penganiyaan itu agar bisa diperhatikan warga sekitar.

"Kesimpulan sementara bahwa kejadian tersebut adalah rekayasa korban yang meminta diperhatikan sisi ekonominya dengan penghasilan Rp125 ribu per bulan," kata dia.

Polisi, lanjut Umar juga masih menyelidiki apakah ada pihak lain yang memang menyuruh UR untuk merekayasa aksi penganiayaan terhadapnya.

"Sedangkan motif yang lain atau aktor intelektualnya masih didalami oleh penyidik," kata Umar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Begini Detik-detik Ojek Online Pengantar Jenazah Aniaya Orang

Begini Detik-detik Ojek Online Pengantar Jenazah Aniaya Orang

News | Kamis, 01 Maret 2018 | 22:15 WIB

Polisi Sebut Marbot Masjid di Garut Berbohong Soal Penganiayaan

Polisi Sebut Marbot Masjid di Garut Berbohong Soal Penganiayaan

News | Rabu, 28 Februari 2018 | 21:48 WIB

Gara-Gara Tak Ikut Upacara, Terungkap Bocah MR Disetrika Ibunya

Gara-Gara Tak Ikut Upacara, Terungkap Bocah MR Disetrika Ibunya

News | Jum'at, 23 Februari 2018 | 17:59 WIB

Guru Tewas Dianiaya Murid, Komisi III Minta Diusut Tuntas

Guru Tewas Dianiaya Murid, Komisi III Minta Diusut Tuntas

News | Sabtu, 10 Februari 2018 | 00:31 WIB

Polisi Bantah Terjadi Penganiayaan Terhadap Santri di Garut

Polisi Bantah Terjadi Penganiayaan Terhadap Santri di Garut

News | Kamis, 08 Februari 2018 | 07:19 WIB

Terkini

Update Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Malam Ini: Bergerak ke Timur, Sumsel Bersiap Terdampak

Update Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Malam Ini: Bergerak ke Timur, Sumsel Bersiap Terdampak

News | Minggu, 06 September 2026 | 23:45 WIB

Darurat Abu Vulkanik, Bupati Bogor Instruksikan Sekolah Daring dan Penyemprotan Masif

Darurat Abu Vulkanik, Bupati Bogor Instruksikan Sekolah Daring dan Penyemprotan Masif

Bogor | Minggu, 06 September 2026 | 23:30 WIB

Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada

Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada

News | Minggu, 06 September 2026 | 23:11 WIB

Terus Bertambah, 36 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Batal Akibat Abu Anak Krakatau

Terus Bertambah, 36 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Batal Akibat Abu Anak Krakatau

Sumsel | Minggu, 06 September 2026 | 23:01 WIB

Sambut Kunjungan Komisi XII DPR RI, Pertamina Tegaskan Kesiapan Kilang Plaju Kawal Mandatori B50

Sambut Kunjungan Komisi XII DPR RI, Pertamina Tegaskan Kesiapan Kilang Plaju Kawal Mandatori B50

Sumsel | Minggu, 06 September 2026 | 22:36 WIB

Bogor Diselimuti Abu Vulkanik, 11 Sektor Damkar Lakukan Penyemprotan Light Water Spray Masif

Bogor Diselimuti Abu Vulkanik, 11 Sektor Damkar Lakukan Penyemprotan Light Water Spray Masif

Bogor | Minggu, 06 September 2026 | 22:29 WIB

BRI: Teknologi Digital Harus Bantu Generasi Muda Kelola Keuangan

BRI: Teknologi Digital Harus Bantu Generasi Muda Kelola Keuangan

Surakarta | Minggu, 06 September 2026 | 22:27 WIB

BRI Dorong Generasi Muda Kelola Penghasilan untuk Bangun Aset Masa Depan

BRI Dorong Generasi Muda Kelola Penghasilan untuk Bangun Aset Masa Depan

Malang | Minggu, 06 September 2026 | 22:24 WIB

BRI Dorong Financial Growth Mindset Bagi Masa Depan Generasi Muda

BRI Dorong Financial Growth Mindset Bagi Masa Depan Generasi Muda

Kaltim | Minggu, 06 September 2026 | 22:21 WIB

BRI: Semakin Awal Menabung dan Investasi, Semakin Panjang Waktu Bangun Aset

BRI: Semakin Awal Menabung dan Investasi, Semakin Panjang Waktu Bangun Aset

Kalbar | Minggu, 06 September 2026 | 22:18 WIB

×