Perempuan, Misteri yang Tak Terpecahkan Hawking hingga Wafat

Reza Gunadha

Rabu, 14 Maret 2018 | 16:44 WIB
Perempuan, Misteri yang Tak Terpecahkan Hawking hingga Wafat
Ahli fisika teoritis, Stephen Hawking yang menderita ALS. (Sumber: independent.co.uk)

Suara.com - Nyaris tidak ada yang menjadi misteri bagi Stephen Hawking, saintis paling terkenal sedunia abad ke-21—bahkan Tuhan sekali pun.

Satu-satunya hal yang masih menjadi misteri bagi Hawking hingga ia wafat pada Rabu (14/3/2018) dini hari tadi di rumahnya, Cambridge, Inggris adalah: perempuan.

"Apa yang menurutmu menjadi hal paling menarik pada hari ini?" tanya jurnalis New Scientist Magazine kepada Hawking, enam tahun silam.

"Perempuan. Mereka adalah sepenuh-penuhnya misteri," jawab Hawking, yang mengejutkan banyak orang.

Artikel yang memuat petikan wawancara tersebut, kali pertama diterbitkan menjelang simposium untuk merayakan ulang tahun ke-70 Hawking, di Cambridge University, Minggu, 8 Januari 2012.

Melalui pernyataannya tersebut, Hawking ingin menekankan selain manusia, tak ada lagi yang bisa disebut sebagai "misteri" di dunia.

Asal-usul alam semesta beserta beragam fenomenanya yang dinilai sebagai misteri tak terpecahkan kecuali mengandaikan adanya kekuatan gaib, dijawab Hawking melalui 7 buku populer dan berbagai artikel lainnya.

Bahkan, kepercayaan religius seperti Tuhan maupun adanya "surga dan negara" sesudah kematian manusia, tak dipercayai oleh Hawking.

"Aku menganggap otak manusia itu layaknya komputer, yang akan berhenti berpikir saat komponen-komponennya rusak, tak lagi bisa beroperasi. Tak ada surga setelah komputer-komputer itu rusak, mati; Surga hanyalah dongeng bagi orang-orang yang takut kegelapan," tuturnya ketika diwawancarai The Guardian, 17 Mei 2011.

baca juga

Sementara mengenai keberadaan Tuhan, ketika menarasikan episode pertama serial televisi "Curiosity" di Discovery Channel, 2011, Hawking menuturkan hal yang membuat kaum agamawan marah.

"Masing-masing dari kita bebas percaya apa pun. Aku menilai, penjelasan paling  sederhananya adalah, Tuhan itu tidak ada. Tidak ada sosok yang menciptakan semesta dan menentukan nasib manusia," tuturnya.

Kebudayaan Pop dan Politik

Karya Hawking tak terhenti hanya pada dunia sains. Ia juga menjelajah hingga ke arena kebudayaan dan politik.

Hawking, ketika masih menjadi mahasiswa, aktif terlibat dalam demonstrasi-demonstrasi hak sipil dan anti-perang.

Pada Maret 1968, Hawking ikut demonstrasi bersama Tariq Ali dan Vanessa Redgrave untuk memprotes Perang Vietnam. Tariq Ali kekinian dikenal sebagai sastrawan Inggris. Sementara Vanessa sejak lama dikenal sebagai artis.

Hawking, seperti diberitakan USA Today, 3 November 2004, mengutuk perang invasi Amerika Serikat ke Irak.

"Invasi ke Irak adalah aksi kejahatan perang AS," tegasnya kala itu, seperti dikutip dari artikel USA Today berjudul "Scientist Stephen Hawking Decries Iraq War".

Sementara pada tahun 2013, Hawking mulai mengampanyekan agar kaum intelektual memboikot Israel.

Hawking menyerukan agar para saintis dan intelektual harus memboikot Israel karena pemerintah Zionis menjajah tanah Palestina.

Termutakhir, seperti dilansir vnexpress, Hawking mengkritik Presiden AS Doland Trump sebagai "demagog rendahan".

Sembari terus menekuni kosmologi serta fisika maupun terlibat dalam kritik politik, Hawking juga menaruh perhatian pada kebudayaan popular.

Menurutnya, kebudayaan popular yang telah dikooptasi sistem kapitalisme sehingga hanya mengutamakan keuntungan, justru semakin menjauhkan anak-anak dan kaum muda dari kebenaran sejati.

Karenanya, tahun 2007, bersama putrinya bernama Lucy, Hawking menerbitkan buku khusus anak-anak berjudul "George's Secret Key to the Universe".

Dalam buku itu, Hawking dan putrinya menjelaskan banyak hal mengenai ihwal alam semesta dan fisika secara popular sehingga bisa dipahami anak-anak.

Ia juga sempat menjadi cameo dalam film "Star Trek: The Next Generation" dan film "The Simpsons". Suaranya juga digunakan dalam lagu band Pink Floyd.

Lantas, apa yang membuat Hawking terus bersemangat berkarya di banyak bidang meski memunyai keterbatasan fisik, dan pada era 1960-an sempat divonis tak bakal lama hidup?

Hawking, dalam film dokumenter mengenai dirinya tahun 2013 berjudul “Hawking”, mengungkapkan alasannya mampu mengerjakan banyak dalam di tengah keterbatasnnya.

“Karena setiap hari bisa saja menjadi hari terakhir bagiku. Aku memunyai hasrat untuk melakukan banyak hal yang terbaik di setiap menit nafasku.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Stephen Hawking, Matinya Si 'Pembunuh Tuhan'

Stephen Hawking, Matinya Si 'Pembunuh Tuhan'

Tekno | Rabu, 14 Maret 2018 | 13:15 WIB

Stephen Hawking Tutup Usia di 76 Tahun

Stephen Hawking Tutup Usia di 76 Tahun

Tekno | Rabu, 14 Maret 2018 | 11:20 WIB

Lima Hal Ini Diprediksi Stephen Hawking Bakal Jadi Akhir Dunia

Lima Hal Ini Diprediksi Stephen Hawking Bakal Jadi Akhir Dunia

Tekno | Selasa, 06 Februari 2018 | 17:30 WIB

Hawking Ramalkan Dunia Akan Berubah Jadi Bola Api pada 2600

Hawking Ramalkan Dunia Akan Berubah Jadi Bola Api pada 2600

Tekno | Jum'at, 10 November 2017 | 08:38 WIB

Awas, Stephen Hawking Juga 'Takut' pada kecerdasan Buatan

Awas, Stephen Hawking Juga 'Takut' pada kecerdasan Buatan

Tekno | Jum'at, 03 November 2017 | 07:37 WIB

Terkini

Wacana Capres Wajib Didukungan 2 Fraksi Langgar Konstitusi, Siap-siap Digugat Jika Dipaksakan!

Wacana Capres Wajib Didukungan 2 Fraksi Langgar Konstitusi, Siap-siap Digugat Jika Dipaksakan!

News | Senin, 21 September 2026 | 10:22 WIB

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai dan Daging Sapi Kompak Naik, Beras Cenderung Stabil

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai dan Daging Sapi Kompak Naik, Beras Cenderung Stabil

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 10:20 WIB

Cara Hapus Jejak Data KTP yang Terindikasi Judol dan Pinjol

Cara Hapus Jejak Data KTP yang Terindikasi Judol dan Pinjol

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 10:18 WIB

BRIZZI ARKIV Hadir di Blok M Hub, Saatnya Bawa Pulang Karya Lokal!

BRIZZI ARKIV Hadir di Blok M Hub, Saatnya Bawa Pulang Karya Lokal!

Sumsel | Senin, 21 September 2026 | 10:15 WIB

Serunya Berburu Karya Lokal di BRIZZI ARKIV Blok M Hub

Serunya Berburu Karya Lokal di BRIZZI ARKIV Blok M Hub

Sumbar | Senin, 21 September 2026 | 10:13 WIB

Jelajahi Karya Lokal di BRIZZI ARKIV, Ada di Blok M Hub!

Jelajahi Karya Lokal di BRIZZI ARKIV, Ada di Blok M Hub!

Riau | Senin, 21 September 2026 | 10:10 WIB

MotoGP Austria 2026: Pedro Acosta Gendong KTM jadi Juara di Kampung Halaman

MotoGP Austria 2026: Pedro Acosta Gendong KTM jadi Juara di Kampung Halaman

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 10:10 WIB

Makan Chicken Katsu Sambil Ejek Korban Keracunan MBG, Pengawas SPPG di Bantul Langsung Dipecat!

Makan Chicken Katsu Sambil Ejek Korban Keracunan MBG, Pengawas SPPG di Bantul Langsung Dipecat!

News | Senin, 21 September 2026 | 10:08 WIB

Bawa Pulang Karya Lokal! Serunya Petualangan BRIZZI ARKIV di Blok M Hub

Bawa Pulang Karya Lokal! Serunya Petualangan BRIZZI ARKIV di Blok M Hub

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 10:08 WIB

Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...

Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...

News | Senin, 21 September 2026 | 10:06 WIB

×