Kades dan Kepsek di Sumsel Bayar Orang untuk Merusak Gereja

Pebriansyah Ariefana

Senin, 19 Maret 2018 | 19:59 WIB
Kades dan Kepsek di Sumsel Bayar Orang untuk Merusak Gereja
Kepala desa tersangka pengrusakan gereja di Desa Mekar Sari, Kecamatan Rantau Alai, Ogan Ilir, Sumatera Selatan Senin (19/3). (suara.com/Andhiko)

Suara.com - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan meringkus 7 perusak rumah ibadah umat Kristiani, gereja atau Kapel. Gereja itu terletak di Desa Mekar Sari, Kecamatan Rantau Alai, Ogan Ilir, Sumatera Selatan Senin (19/3).

Dua di antara ketujuh pelaku berstatus sebagai kepala desa dan kepala sekolah.

Terbongkarnya aksi para pelaku pengrusakan ini bermula polisi membekuk Y, T dan A (koordinator). Selang beberapa hari kemudian, pelaku lainnya berinisial WA dan WT telah ditangkap di Bangka Belitung, Minggu (18/3/2018). Dua pria kembar tersebut berperan merusak jendela dan menjebol dinding kapel.

Dari hasil pengembangan, polisi menangkap dua orang yang berperan sebagai otak pengrusakan yakni oknum Kasek SMA AF dan Kades AS.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan ketujuh orang itu masih ditahan di Mapolda Sumsel dan Mapolres Ogan Ilir.

"Sudah tujuh pelaku yang kita tangkap. Untuk oknum kades dan oknum kepala sekolah itu kita tangkap baru tadi pagi," ungkap Zulkarnain, Senin (19/3/2018).

Dari tujuh pelaku, empat di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara oknum kades dan kepala sekolah masih diperiksa di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel.

Dari keterangan tersangka, ada tiga pelaku lain yang diduga terlibat karena turut berada di TKP saat kejadian. Mereka diminta menyerahkan diri.

Zulkarnain menegaskan dari keterangan tersangka A juga, kata dia, oknum kades dan kepsek menyuruhnya untuk merusak kapel. Lalu, tersangka A mengajak para pelaku lain sesuai perintah.

baca juga

"Oknum kades dan kepsek itu mengeluarkan uang masing-masing Rp1 juta, jadi Rp2 juta totalnya. Diserahkan ke tersangka A, katanya untuk makan-makan," ujarnya.

Hanya saja keterangan tersangka A tersebut belum dikonfrontir kepada AS dan AF. Sebab, keduanya masih diperiksa di Ditreskrimum Polda Sumsel. Dari keterangan tersangka, kata dia, motif pengrusakan karena mereka tak terima rumah ibadah itu merupakan salah satu bangun terbaik di daerah itu usai direhabilitasi.

"Masalah pribadi saja, mereka tidak senang rumah ibadah itu dibangun lagi (direhab)," ujarnya.

Untuk diketahui, Gereja Santa Zakaria tersebut berdiri sejak tahun 2000. Pada tahun 2017 lalu direhabilitasi dan diresmikan pemakaian pada 11 Maret 2018 atau beberapa hari sebelum kejadian. Peresmian dilakukan langsung oleh Uskup Palembang dan disaksikan oleh masyarakat setempat, termasuk komunitas Muslim setempat. (Andhiko)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri Agama Kecam Pembakaran Musala di Yogyakarta

Menteri Agama Kecam Pembakaran Musala di Yogyakarta

News | Jum'at, 16 Maret 2018 | 14:48 WIB

Serangan ke Gereja Santo Zakaria Sumsel Bukan Kasus Antaragama

Serangan ke Gereja Santo Zakaria Sumsel Bukan Kasus Antaragama

News | Jum'at, 09 Maret 2018 | 16:12 WIB

Gereja Santo Zakaria di Ogan Ilir Dirusak Kelompok Misterius

Gereja Santo Zakaria di Ogan Ilir Dirusak Kelompok Misterius

News | Kamis, 08 Maret 2018 | 17:05 WIB

Jacky Manuputty: Sikapi Intoleransi Bukan Bertahan, Tapi Melawan

Jacky Manuputty: Sikapi Intoleransi Bukan Bertahan, Tapi Melawan

wawancara | Senin, 05 Maret 2018 | 07:00 WIB

Catatan Shamsi Ali: Empat Pilar Perjuangan Umat Islam yang Benar

Catatan Shamsi Ali: Empat Pilar Perjuangan Umat Islam yang Benar

Your Say | Minggu, 04 Maret 2018 | 10:00 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×