Saat Limbah Nikel Berubah Menjadi Habitat Baru bagi Ikan: Bagaimana Caranya?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 09 September 2026 | 10:52 WIB
Saat Limbah Nikel Berubah Menjadi Habitat Baru bagi Ikan: Bagaimana Caranya?
Pemandangan terumbu karang bawah laut yang dihiasi tembusan sinar matahari dan kawanan ikan tropis yang penuh warna. Sumber: wall.alphacoders.com

Suara.com - Limbah dari proses pengolahan nikel biasanya dipandang sebagai persoalan lingkungan. Namun di Pulau Obi, Halmahera Selatan, material sisa industri itu dimanfaatkan menjadi struktur buatan yang ditenggelamkan ke dasar laut untuk menciptakan habitat baru bagi biota.

Struktur berbentuk kubus berlubang berukuran sekitar 40 x 40 sentimeter itu disebut reefcube. Material pembuatnya berasal dari campuran semen dengan slag atau terak nikel dan fly ash, dua material sisa dari proses pengolahan nikel.

Sejak 2021, sekitar 2.600 reefcube telah ditempatkan di tiga titik perairan barat Pulau Obi, menurut tim Environmental Marine PT Trimegah Bangun Persada Tbk (Harita Nickel).

Bagi perusahaan, pemanfaatan material sisa tersebut menjadi bagian dari upaya pengkayaan habitat atau habitat enhancement.

"Ini kita manfaatkan dari produk sisa kita sendiri, menurut kami aman digunakan sebagai media. Hasilnya juga cukup bagus," kata perwakilan tim Environmental Marine Harita Nickel, Windy Prayogo, dalam peluncuran buku dokumentasi ikan karang Obi, Selasa (8/9/2026).

Konsep habitat enhancement tidak dimaksudkan untuk menggantikan terumbu karang alami. Struktur buatan digunakan untuk menambah permukaan tempat organisme laut dapat menempel, tumbuh dan berlindung.

Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Dr Beginer Subhan, mengatakan pendekatan tersebut dapat memberikan manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat pesisir jika dikelola dengan baik.

"Habitat enhancement itu pengkayaan habitat, supaya ikan bisa besar di sana dan nanti bisa dimanfaatkan masyarakat, misalnya untuk memancing," ujarnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberadaan reefcube bukan berarti persoalan ekosistem laut otomatis selesai. Pemanfaatan habitat baru tetap membutuhkan pengelolaan dan keterlibatan masyarakat.

baca juga

"Perlu diberikan awareness, biar masyarakat yang memanfaatkan tahu cara yang bijak, sehingga ini bisa sustain," kata Beginer.

Karang yang Kuat Sekaligus Rapuh

Pemasangan reefcube atau terumbu karang buatan oleh Harita Nickel sebagai upaya restorasi dan pemulihan ekosistem laut. Sumber: Dok Harita Nickel
Pemasangan reefcube atau terumbu karang buatan oleh Harita Nickel sebagai upaya restorasi dan pemulihan ekosistem laut. Sumber: Dok Harita Nickel

Keberhasilan reefcube sebagai habitat baru bergantung pada kemampuan organisme laut untuk beradaptasi dengan substrat tersebut.

Akademisi Universitas Padjadjaran, Candra Wirawan, menjelaskan bahwa organisme laut akan memilih lingkungan yang sesuai untuk hidup.

"Kalau dia tidak cocok, dia tidak akan tinggal. Tapi begitu cocok, dia akan mengundang spesies lain untuk ikut tinggal, menjadi habitat yang baru," katanya.

Pemantauan internal perusahaan menunjukkan karang yang tumbuh pada reefcube mengalami pertumbuhan sekitar 1,30 hingga 8,65 sentimeter selama periode pengamatan lebih dari satu tahun.

Area tersebut juga dilaporkan telah dihuni ratusan spesies ikan karang, termasuk kerapu dan kakap yang memiliki nilai ekonomi bagi nelayan.

Meski demikian, keberhasilan tersebut tidak hanya ditentukan oleh material reefcube. Kondisi perairan, suhu laut, kualitas air dan kesehatan ekosistem di sekitarnya tetap menjadi faktor penting bagi pertumbuhan karang dan biota laut.

Penyelam sekaligus pemerhati laut Marischka Prue mengatakan laut memiliki kemampuan untuk pulih, tetapi juga rentan terhadap perubahan lingkungan.

"Laut itu kuat banget, tapi dia juga sangat rapuh," ujarnya.

Menurut Marischka, struktur buatan sebanyak apa pun tidak akan cukup jika kondisi lingkungan laut tidak mendukung.

"Kalau kondisi lautnya tidak memadai, pH-nya tidak sesuai, ekosistemnya tidak akan bisa tumbuh," katanya.

Karena itu, pemanfaatan limbah nikel sebagai reefcube dapat menjadi salah satu bagian dari solusi, tetapi bukan pengganti upaya menjaga kualitas ekosistem laut secara keseluruhan.

Solusi limbah yang masih perlu diuji

Beginer juga menilai pemulihan habitat perlu disertai penelitian biodiversitas yang lebih luas. Indonesia bagian timur, termasuk Maluku Utara, masih membutuhkan lebih banyak pendataan mengenai spesies dan kondisi ekosistem laut.

Ia mengkhawatirkan sejumlah spesies dapat menghilang sebelum sempat teridentifikasi.

"Kekhawatiran kami adalah spesies itu punah sebelum pernah ditemukan," katanya.

Karena itu, pengembangan habitat buatan perlu berjalan bersama pemantauan jangka panjang untuk mengetahui apakah struktur tersebut benar-benar mampu mendukung ekosistem secara berkelanjutan.

Di Pulau Obi, upaya tersebut juga disertai dokumentasi keanekaragaman ikan melalui buku Keindahan Laut Pesisir Barat Pulau Obi – Seri I Ikan Karang, yang diluncurkan Harita Nickel bersama Penerbit Buku Kompas.

Buku tersebut mendokumentasikan karakteristik dan sebaran ikan karang berdasarkan pemantauan rutin tim Environmental Marine, termasuk melalui scientific diving bersama sejumlah perguruan tinggi.

Penulis: Inesia Dian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menyelam di Obi, Marischka Prue Terpukau Kejernihan Laut dan Karang yang Padat

Menyelam di Obi, Marischka Prue Terpukau Kejernihan Laut dan Karang yang Padat

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 18:35 WIB

Menjaga Keindahan Laut Labuan Bajo, Ketika Terumbu Karang Jadi Harapan Masyarakat Pulau Messah

Menjaga Keindahan Laut Labuan Bajo, Ketika Terumbu Karang Jadi Harapan Masyarakat Pulau Messah

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 19:01 WIB

Wagub Malut Apresiasi Dukungan Harita Nickel Untuk Perkuat Ekonomi Nelayan Obi

Wagub Malut Apresiasi Dukungan Harita Nickel Untuk Perkuat Ekonomi Nelayan Obi

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 19:30 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×