Indonesia Terancam Menjadi Negara Gagal, Jika Tak Lakukan Ini

Pebriansyah Ariefana, Arief Apriadi

Rabu, 21 Maret 2018 | 16:36 WIB
Indonesia Terancam Menjadi Negara Gagal, Jika Tak Lakukan Ini
peneliti senior INDEF Faisal Basri (berdiri). (suara.com/Arief Apriadi)

Suara.com - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memprediksi Indonesia terancam menjadi negara gagal seperti Zimbabwe, Nigeria dan Sri Lanka. Itu akan terjadi jika pemerintah tak mampu mangkonfersi hutang luar negeri menjadi sumber produktifitas ekonomi

Zimbabwe, Nigeria dan Sri Lanka menjadi sedikit dari sekian negara yang gagal memanfaatkan hutang luar negeri menjadi modal prekonomian yang positif. Akibatnya, mereka harus menanggung berbagai kebijakan merugikan dari negara pemberi hutang.

Zimbabwe harus merelakan mata uangnya digantikan oleh yuan karena tak mampu membayar hutang sebesar 40 juta dolar Amerika Serikat kepada Cina. Sementara Sri Lanka harus menjual 70 persen saham pelabuhan Hambatota dan merelakan insfrastrukturnya itu di akusisi BUMN China.

Hutang Indonesia dalam tiga tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Setidaknya, dari total hutang pemerintah dan swasta, hingga kini hutang Indonesia berjumlah Rp7.000 triliun.

Dari sisi pemerintah saja, volume hutang luar negeri terus berjejal. Dari Rp3.165,13 triliun pada 2015, hutang Indonesia menjadi Rp4.034,8 triliun pada medio Februari tahun ini.

Direktur Eksekutif INDEF, Enny Sri Hartati khawatir nasib Indonesia akan seperti negara-negara di atas  jika melihat tingginya jumlah hutang negara yang tak berbarengan dengan pertumbuhan ekonomi.

"Apakah dengan posisi out-standing ini rasio kita masih cukup aman dan kita tidak akan terjebak atau terperangkap sebagaimana negara-negara seperti Yunani yang mengalami perosalan yang berawal dari hutang yg terus membengkak namun tidak produktif?" Kata Direktur Eksekutif INDEF, Enny Sri Hartati di Kantor INDEF, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Sementara, peneliti senior INDEF, Faisal Basri mengatakan rendahnya pemanfaatan hutang luar negeri untuk peningkatan ekonomi karena pergeseran fokus.

Ia mencontohkan, di zaman orde baru seluruh hutang luar negeri dialokasikan ke sektor pembanguan. Tapi saat ini, hutang digunakan untuk penguatan sektor-sektor lain salah satunya untuk belanja pegawai.

baca juga

"Terbukti bahwa hutang digunakan lebih banyak untuk penguatan pos-pos lain, untuk belanja pegawai, ini bukan jaman orba hutang untuk pembangunan. Sekarang hutang untuk umum atau generik," ungkap Faisal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kelas Eko Dicoret, Indonesia Kehilangan Potensi Raih Emas?

Kelas Eko Dicoret, Indonesia Kehilangan Potensi Raih Emas?

Sport | Kamis, 08 Maret 2018 | 21:39 WIB

5 Petinju yang Tewas Usai Tarung, 2 Diantaranya dari Indonesia

5 Petinju yang Tewas Usai Tarung, 2 Diantaranya dari Indonesia

Sport | Rabu, 28 Februari 2018 | 15:31 WIB

All England 2018, Indonesia Berpeluang Raih Empat Gelar

All England 2018, Indonesia Berpeluang Raih Empat Gelar

Sport | Kamis, 22 Februari 2018 | 07:37 WIB

Lepas Rindu akan Indonesia, Daisuke Lampiaskan pada Pencak Silat

Lepas Rindu akan Indonesia, Daisuke Lampiaskan pada Pencak Silat

Sport | Kamis, 15 Februari 2018 | 21:21 WIB

Iqbal Sumbang Emas Terakhir, Indonesia Raih 7 Emas Nomor Tarung

Iqbal Sumbang Emas Terakhir, Indonesia Raih 7 Emas Nomor Tarung

Sport | Kamis, 15 Februari 2018 | 14:42 WIB

Terkini

Kemarau, tapi Air Muara Musi Diprediksi Naik 3,7 Meter Sore Ini

Kemarau, tapi Air Muara Musi Diprediksi Naik 3,7 Meter Sore Ini

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Review Serial Our Sticky Love: Kisah Asmara Unik Mantan Petinju dan Jaksa

Review Serial Our Sticky Love: Kisah Asmara Unik Mantan Petinju dan Jaksa

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Hadiri Kirab Merah Putih FMP ke-11, Adityawarman Adil: Perkuat Cinta Tanah Air

Hadiri Kirab Merah Putih FMP ke-11, Adityawarman Adil: Perkuat Cinta Tanah Air

Bogor | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:57 WIB

Hari Pramuka ke-65, Gubernur Sulsel dan Mentan RI Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat di Bone

Hari Pramuka ke-65, Gubernur Sulsel dan Mentan RI Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat di Bone

Sulsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:54 WIB

Syahrini Kembali ke Dunia Musik, Rilis Lagu 'Kau yang Utama'

Syahrini Kembali ke Dunia Musik, Rilis Lagu 'Kau yang Utama'

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:51 WIB

Topan Dolphin Mengamuk Dua Kali di China, Lebih 1 Juta Warga Dievakuasi

Topan Dolphin Mengamuk Dua Kali di China, Lebih 1 Juta Warga Dievakuasi

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Papua Bukan Tanah Kosong! Masyarakat Adat Nabire Tolak Tambang dan Pembanguna Pos Militer

Papua Bukan Tanah Kosong! Masyarakat Adat Nabire Tolak Tambang dan Pembanguna Pos Militer

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Karhutla Hanguskan 18 Hektare Hutan di Sukabumi, Sejumlah Titik Masih Berasap

Karhutla Hanguskan 18 Hektare Hutan di Sukabumi, Sejumlah Titik Masih Berasap

Jabar | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:47 WIB

IHSG Anjlok ke Level 6.300 Hari Ini, GMFI Hampir ARA

IHSG Anjlok ke Level 6.300 Hari Ini, GMFI Hampir ARA

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:46 WIB

Purbaya Minta Bea Cukai Perketat Pengawasan Laut di Perbatasan Timur RI

Purbaya Minta Bea Cukai Perketat Pengawasan Laut di Perbatasan Timur RI

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:42 WIB

×