Pakar HI: Perdamaian Korut dan Korsel Butuh Proses Panjang

Rully Fauzi Suara.Com
Jum'at, 06 April 2018 | 03:45 WIB
Pakar HI: Perdamaian Korut dan Korsel Butuh Proses Panjang
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. (AFP)

Suara.com - Pakar Hubungan Internasional (HI), Nur Rachmat Yuliantoro menilai proses perdamaian antara Korea Utara dan Korea Selatan di Semenanjung Korea masih memerlukan proses panjang, meski situasi menunjukan perkembangan politik yang positif.

"Menurut saya masih sangat jauh, sehingga dalam konteks ini pihak-pihak yang berkepentingan akan tetap dalam posisinya sekarang," ucap Kepala Departemen Hubungan Internasional Universitas Gajah Mada ini.

Sedangkan pada Amerika Serikat (AS), sebagai pihak yang memiliki kepentingan terbesar di kawasan tersebut, Rachmat menilai AS akan tetap menaruh rasa curiga pada Korea Utara dan menganggap sebagai musuh, namun di sisi lain akan tetap melindungi kepentingan-kepentingan Korea Selatan.

Sebelumnya, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengirimkan adik perempuannya untuk menghadiri pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang di Korea Selatan, yang diikuti oleh kunjungan balasan dari pejabat keamanan Korea Selatan ke Korea Utara, yang dinilai sebagai perkembangan positif di kawasan.

Rachmat menerangkan agar terjadi perdamaian di Semenanjung Korea, paling tidak ada syarat yang harus dilakukan oleh Korea Utara, yaitu menghentikan program senjata nuklirnya.

"Meski ada rencana pertemuan dua Korea dan AS, tapi Kim Jong-un belum mengatakan akan menguruangi atau menghentikan nuklir. Padahal itu syarat yang diminta Korea Selatan, AS, juga Jepang. Jadi kalau syarat itu tidak dipenuhi, ya akan sulit membayangkan akan ada perdamaian," tutur Rachmat menjelaskan.

Menyikapi hal ini, maka sikap AS akan tetap pada pendiriannya yang menekankan pelucutan nuklir pada Korea Utara, sembari menunggu perkembangan dari pembicaraan tersebut.

"Donald Trump (Presiden AS) akan melihat betul apakah Kim Jong-un hanya sekedar berucap di mulut atau bersungguh-sungguh dengan itikad baik. Kalau memang serius, AS tentu akan melihat bahwa perdamaian di Semenanjung Korea berkontribusi bagi stabilitas kawasan," pungkasnya.

Guna membahas perbaikan di Semenanjung Korea, direncanakan dua pertemuan antar-Korea dan antara Korea Utara dan Amerika Serikat, masing-masing dilaksanakan pada akhir bulan April dan akhir bulan Mei.

Baca Juga: Puan: PDIP Tak Pernah Tawarkan Agus 'SBY' Jadi Cawapres Jokowi

Pembicaraan mengenai KTT antar-Korea, yang akan menjadi pertemuan pertama sejak 2007, merupakan hal positif setelah berbulan-bulan ketegangan antara Pyongyang, Seoul dan, Washington mengenai program nuklir dan rudal Korea Utara.

Pertukaran ancaman dan hujatan antara Kim Jong-un dan Trump tahun lalu juga menyebabkan kegelisahan di Semenanjung Korea.

Dalam sebuah laporan yang dikutip dari Reuters, pada bulan Februari Kim Jong-un memberikan instruksi penting untuk tindakan yang mungkin dilakukan demi menjaga suasana perdamaian dan dialog tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

(ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI