Menkumham Minta Tersangka Anak Tak Langsung Ditahan

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 17 April 2018 | 18:18 WIB
Menkumham Minta Tersangka Anak Tak Langsung Ditahan
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna H. Laoly di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tangerang, Selasa, (17/4/2018). (suara.com/Anggy Muda)

Suara.com - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna Laoly meminta pelaku pidana anak untuk mendapatkan program diversi sebelum dikirimkan pada pengadilan. Program diversi itu bertujuan memberikan pemahaman anak tentang sudut pandang sebuah perbuatan jahat.

"Kami nantinya akan melakukan koordinasi antara Kementerian Hukum dan Ham, pengadilan atau kejaksaan dan kepolisian terkait dengan program diversi anak ini. Janganlah, kalau dengan kejahatan mereka lalu begitu saja dimasukan kedalam lapas," katanya di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tangerang, Selasa, (17/4/2018).

Ia mencontohkan kejahatan anak yang masih dalam bentuk program diversi yakni, dengan sekedar apalagi pertama kali mencuri ponsel.

Menurutnya, kejahatan yang dilakukan anak merupakan dampak akan lingkungan dan sosial. Bukan, tertanam dalam diri sang anak yang masih belum mengetahui baik atau buruknya.

"Anak-anak ini harus dibina oleh kita bukan begitu saja segera masuk ke Lapas. Nanti metodenya itu dengan, bila ketahuan anak melakukan salah, kepolisian segera koordinasi dengan orang tua yang kemudian diberikan program diversi tersebut," ungkapnya.

Ia berpendapat hal itu dapat menurunkan tingkat kejahatan pada anak dengan program diversi yang terus ditekankan.

Sungkeman

Sebanyak 3.726 anak pidana yang tersebar di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) seluruh Indonesia melakukan ritual mencuci kaki orangtua masing-masing secara serentak.

Kegiatan yang berpusat di LPKA Klas 1A Tangerang ini bertema 'Tetap Ceria Meraih Asa' ini juga memecahkan rekor MURI ritual membasuh kaki orangtua secara serentak.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mardjoeki menjelaskan, Family and Society Gathering merupakan rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-54 pada 27 April 2018 dengan tajuk Kami PASTI.

baca juga

Keharuan pun terpancar saat seluruh anak - anak mulai membasuh kaki kedua orang tua. Mereka seraya bersimpuh dan memohon maaf atas khilaf yang telah lalu. Menurut Mardjoeki keterlibatan keluarga dan peran serta masyarakat sangat diperlukan dalam proses pendidikan dan pembinaan anak.

“Diharapkan kegiatan ini dapat mengembalikan semangat dan keceriaan anak dalam meraih masa depan,” ujar Mardjoeki.

Selain pemecahan rekor MURI ritual membasuh kaki orang tua secara serentak, Anak LPKA seluruh Indonesia juga melukis bersama dalam kanvas besar yang diawali dengan coretan oleh Menteri Hukum dan HAM. Hasil lukisan Anak LPKA pun langsung ditampilkan kepada seluruh undangan yang hadir.

Selanjutnya, Anak LPKA seluruh Indonesia mengkhatamkan Al Quran dengan membaca tiga surah terakhir, yakni Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas. Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami menerangkan, Family and Society Gathering merupakan sarana untuk membangun kemampuan dan kepercayaan diri Anak untuk dapat berinteraksi kembali secara optimal dalam lingkungan masyarakat demi meraih cita - cita.

Selain itu, kegiatan ini merupakan bentuk implementasi peningkatan peran serta dan kontribusi masyarakat dalam melaksanakan dan mengembangkan program pembinaan bagi anak guna mencapai tujuan pemasyarakatan.

“Semoga dapat menanamkan nilai - nilai kebangsaan, kemanusiaan dan rasa cinta kasih terhadap sesama, serta mewujudkan sistem periakuan kreatif yang menumbuhkan rasa aman, nyaman, ceria, ramah, dan layak anak,” kata Sri.

Ia merinci berdasarkan data sms gateway Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pertanggal 16 April 2018, jumlah Anak Pidana di seluruh LPKA sebanyak 2.725 dan jumlah Anak Tahanan sebanyak 1.001. Dengan rincian Anak Tahanan Laki - laki 977 orang, Anak Tahanan Perempuan 25 orang, (Anggy Muda)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Biaya Makan Narapidana se-Indonesia Setahun Sampai Rp1,3 Triliun

Biaya Makan Narapidana se-Indonesia Setahun Sampai Rp1,3 Triliun

News | Jum'at, 13 April 2018 | 17:24 WIB

Geram, Wakapolri Minta Pengedar Miras Oplosan Dihukum Berat

Geram, Wakapolri Minta Pengedar Miras Oplosan Dihukum Berat

News | Rabu, 11 April 2018 | 13:14 WIB

Sidang Pembubaran HTI, Menkumham Hadirkan Ahli Pemikiran Islam

Sidang Pembubaran HTI, Menkumham Hadirkan Ahli Pemikiran Islam

News | Kamis, 05 April 2018 | 10:00 WIB

Gembong Teroris Abu Bakar Baasyir Batal Dipindahkan ke Klaten

Gembong Teroris Abu Bakar Baasyir Batal Dipindahkan ke Klaten

News | Rabu, 04 April 2018 | 17:18 WIB

Menkumham: Wacana Hukum Pancung di Aceh Bertentangan dengan KUHP

Menkumham: Wacana Hukum Pancung di Aceh Bertentangan dengan KUHP

News | Kamis, 15 Maret 2018 | 21:30 WIB

Terkini

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Kalbar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:19 WIB

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:11 WIB

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Sumsel | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:05 WIB

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:32 WIB

×