Penjual Baju Ngaku Brigadir Jenderal Polisi dan Dokter Kandungan

Reza Gunadha, Agung Sandy Lesmana

Senin, 23 April 2018 | 16:34 WIB
Penjual Baju Ngaku Brigadir Jenderal Polisi dan Dokter Kandungan
Asep Sutarja (50), polisi gadungan yang mengaku berpangkat brigadir Jenderal. [Suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Asal seragam dinas dan emblem yang dipakai Asep Sutarja (50), polisi gadungan yang mengaku berpangkat brigadir Jenderal, akhirnya terungkap.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Indra Jafar mengatakan, pakaian dinas itu dibeli Asep di sejumlah toko atribut perwira polisi kawasan Bandung dan Cianjur.

"Baju dia mengaku beli di Cianjur, pangkatnya dia (Asep) beli di Bandung, emblem-emblemnya juga beli di Bandung," kata Indra di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (23/4/2018).

Untuk mendapatkan seragam polisi berpangkat jenderal bintang satu, Asep telah merogoh uang sebesar Rp 1,8 juta.

"Toko-toko memang banyak yang menjual atribut kepolisian, dijual di beberapa tempat. Saya pikir di Jakarta tidak banyak. Tapi yang beli seharusnya adalah yang berhak," tegasnya.

Asep ditangkap karena dianggap telah mengintervensi penyidik Satreskrim Polres Jakarta Selatan, yang sedang menangani sebuah kasus. Menurutnya, kasus tersebut merupakan laporan yang dibuat saudara tersangka.

"Ada hubungan dengan istri pelaku. Dia mengaku baru kali ini, masih kami dalami, apalagi modus pakai polisi," katanya 

Agar laporannya bisa segera ditindaklanjuti, Asep kemudian menghubungi salah satu penyidik Polrestro Jaksel.

Melalui sambungan telepon, kata Indra, pria bertubuh gemuk itu mengancam akan melaporkan penyidik ke Mabes Polri apabila laporannya tak ditindaklanjuti.

baca juga

"Ada intervensi via telepon melalui seseorang. Langsung bicara dengan anggota kita dan sempat mengancam, Intinya minta tolong dibantu pelapor ini agar kasus ini dituntaskan sebaik-baiknya," kata dia.

Agar bisa mengelabui kerabatnya, Asep kerap memajang foto di akun aplikasi WhatsApp saat menggunakan seragam polisi.

"Dia pasang foto di WA-nya dengan menggunakan seragam untuk meyakinkan korban bahwa dia anggota polisi," tuturnya.

Dalam upayanya membantu laporan kerabatnya di kantor polisi, Asep juga meminta imbalan uang. Menurut keterangan kerabatnya, Asep telah menerima uang sebesar Rp15 juta yang ditransfer ke rekening pribadi tersangka.

Polisi juga masih mendalami gelar Spesialis Obstetri & Ginekologi  atau ahli kebidanan dan kandungan yang dimiliki Asep, berdasarkan data di kartu tanda penduduk (KTP). Aslinya, pekerjaan warga Buton, Sulawesi Utara itu hanya penjual baju.

"Yang bersangkutan (Asep) di KTP SPOG, ahli kandungan. Tapi ini masih terus kami periksa. Belum tentu. SPOG aja dia tak tahu ahlinya apa," jelasnya.

Polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti saat menangkap Asep di kediamannya, kawasan Green City, Serang, Banten pada Jumat (20/4).

Barang bukti yang disita yakni Baju dinas PDH berpangkat Brigjen, baju safari warna cokelat dan uang sebanyak Rp1,250.000.

Dalam kasus ini, Brigjen gadungan itu dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan sengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ancam Anggota Polres Jaksel, Polisi Gadungan Masih Diperiksa

Ancam Anggota Polres Jaksel, Polisi Gadungan Masih Diperiksa

News | Jum'at, 20 April 2018 | 18:10 WIB

Brigjen Gadungan Dibekuk Lantaran Hendak Intervensi Polisi

Brigjen Gadungan Dibekuk Lantaran Hendak Intervensi Polisi

News | Jum'at, 20 April 2018 | 13:17 WIB

Pensiunan TNI AL Dibunuh, Polisi Garap Pacar Pelaku

Pensiunan TNI AL Dibunuh, Polisi Garap Pacar Pelaku

News | Rabu, 18 April 2018 | 20:39 WIB

Supriyanto Bisa Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana?

Supriyanto Bisa Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana?

News | Jum'at, 13 April 2018 | 10:04 WIB

Supriyanto Bunuh Pensiunan TNI Demi Bayar Indekos dan Beli Baju

Supriyanto Bunuh Pensiunan TNI Demi Bayar Indekos dan Beli Baju

News | Kamis, 12 April 2018 | 21:59 WIB

Terkini

Wamendes Tinjau KDKMP di Klaten, PLN Dukung Penguatan Ekonomi Desa lewat Layanan Pembayaran Listrik

Wamendes Tinjau KDKMP di Klaten, PLN Dukung Penguatan Ekonomi Desa lewat Layanan Pembayaran Listrik

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Jokowi Buka-bukaan Soal Isu Ijazah Palsu: Ada Penumpang Gelap dan Operasi Politik!

Jokowi Buka-bukaan Soal Isu Ijazah Palsu: Ada Penumpang Gelap dan Operasi Politik!

Surakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:04 WIB

Target 70 Ribu Personel! Polri Siapkan Polisi Khusus Kehutanan untuk Tangani Karhutla

Target 70 Ribu Personel! Polri Siapkan Polisi Khusus Kehutanan untuk Tangani Karhutla

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:04 WIB

Ibu Korban Blackout Batam: Hasil Pompa ASI Berminggu-minggu, Basi Dalam Hitungan Jam

Ibu Korban Blackout Batam: Hasil Pompa ASI Berminggu-minggu, Basi Dalam Hitungan Jam

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Hamenang Wajar Ismoyo dari Partai Apa? Bupati Klaten yang Diciduk KPK

Hamenang Wajar Ismoyo dari Partai Apa? Bupati Klaten yang Diciduk KPK

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Prabowo Tambah Wamenhan Jadi Dua Tuai Kritikan: Bukan Efisien, Tapi Makin Rumit

Prabowo Tambah Wamenhan Jadi Dua Tuai Kritikan: Bukan Efisien, Tapi Makin Rumit

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:02 WIB

DPR Musikal Terbukti Nyata: Saat Isu Karhutla Kalah Tajam dari Drama Medsos

DPR Musikal Terbukti Nyata: Saat Isu Karhutla Kalah Tajam dari Drama Medsos

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Gempa M 4,1 Guncang Sukabumi, 19 Rumah Rusak dan 61 Warga Terdampak

Gempa M 4,1 Guncang Sukabumi, 19 Rumah Rusak dan 61 Warga Terdampak

Jabar | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:56 WIB

Pemerintah Gelar Rapat Dadakan Bareng KSSK buntut Laporan MSCI

Pemerintah Gelar Rapat Dadakan Bareng KSSK buntut Laporan MSCI

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:55 WIB

BEI Klaim Bukan Kasta Terendah, Ini Penjelasan Standalone Market

BEI Klaim Bukan Kasta Terendah, Ini Penjelasan Standalone Market

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:55 WIB

×