Fadli Zon Minta Cari Pembisik Jokowi soal Racun Kalajengking

Pebriansyah Ariefana, Dian Rosmala

Kamis, 03 Mei 2018 | 16:17 WIB
Fadli Zon Minta Cari Pembisik Jokowi soal Racun Kalajengking
Wakil DPR Fadli Zon gelar pertemuan dengan BPK di DPR, Jakarta, Senin (5/3/2018). (suara.com/Dian Rosmala)

Suara.com - Wakil Ketua DPR Fraksi Gerindra Fadli Zon anggap serius pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut komoditas termahal di dunia adalah racun kalajengking. Fadli mendorong untung mencari sosok 'pembisik' ide bisnis kalajengking itu.

Fadli menilai pernyataan Jokowi sangat memalukan.

"Ini sudah melewati imajinasi. Nggak pernah Presiden Indonesia dalam sejarah berbicara seperti ini. Ini Saya nggak ngerti kenapa? Timnya ini kan banyak sekali, ada Sesneg, ada Seskab, ada KSP segala. Jadi apa yang diurusin? Masa Presiden bisa berbicara seperti itu," kata Fadli.

Dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas), Senin (30/4/2018) lalu, Jokowi berpidato serius tentang arah pembangunan nasional. Tiba-tiba dalam pidato itu, Jokowi bercerita tentang zat-zat tak terduga berharga mahal di pasaran. Salah satunya racun kalajengking.

Jokowi sebut harga seliter racun kalajengking jutaan dolar AS. Jokowi pun mengatakan komoditas racun kalajengking mengalahkan emas. Sehingga Jokowi menyebut berbinis tersebut membuat masyarakat cepat kaya.

"Apa komoditas yang paling mahal di dunia? Emas? Bukan. Ada fakta menarik dari info yang saya baca, komoditas paling mahal adalah racun kalajengking Rp145 miliar per liter," ujar Jokowi waktu itu.

Sambil berseloroh, kepada hadirin Presiden Jokowi mengatakan kalau mau kaya raya, jual lah racun kalajengking. Sedangkan yang mahal kedua adalah californium 252. Presiden Jokowi mengatakan harganya bisa mencapai 27 juta dolas AS per gram atau sekitar Rp375 miliar per gram.

Californium-252 biasa disingkat sebagai Cf-252. Ini merupakan salah satu zat radioaktif yang dikenal sebagai emitor neutron sangat kuat. Artinya, zat radioaktif ini memiliki sifat luar biasa untuk melepaskan neutron ketika ia pecah.

Menurut Jokowi diantara racun kalajengking dan Californium-252, yang paling mahal adalah waktu. Sebab, waktu yang terus berputar tidak akan pernah bisa kembali.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Potongan Pidato Bisnis Racun Kalajengking Jokowi

Ini Potongan Pidato Bisnis Racun Kalajengking Jokowi

News | Kamis, 03 Mei 2018 | 15:50 WIB

Fadli Zon Sebut Pidato Kalajengking Jokowi Sangat Menyedihkan

Fadli Zon Sebut Pidato Kalajengking Jokowi Sangat Menyedihkan

News | Kamis, 03 Mei 2018 | 15:27 WIB

Pemerintah Ajak Sultan Brunei Main Bulutangkis di Mabes TNI

Pemerintah Ajak Sultan Brunei Main Bulutangkis di Mabes TNI

News | Kamis, 03 Mei 2018 | 14:19 WIB

Jokowi Pakai Jaket Asian Games, Menpora: Dari Mana Dapatnya

Jokowi Pakai Jaket Asian Games, Menpora: Dari Mana Dapatnya

Sport | Kamis, 03 Mei 2018 | 13:31 WIB

Setelah Bergaya Chopper, Jokowi Tampil Beda Berjaket Asian Games

Setelah Bergaya Chopper, Jokowi Tampil Beda Berjaket Asian Games

News | Kamis, 03 Mei 2018 | 11:23 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×