6 Tahun Hilang, Pemuda yang Diklaim Diculik Genderuwo Ditemukan

Reza Gunadha

Rabu, 09 Mei 2018 | 19:43 WIB
6 Tahun Hilang, Pemuda yang Diklaim Diculik Genderuwo Ditemukan
Naaf (kaus biru), pemuda yang menghilang 6 tahun lalu ditemukan di Kota Madiun. [Madiunpos/Istimewa]

Suara.com - Seorang pemuda yang mengalami gangguan jiwa akhirnya dipertemukan dengan keluarganya di Desa Bungkuk, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Pemuda bernama Naaf, 26, itu menghilang sejak enam tahun lalu.

Informasi yang didapatkan madiunpos.com—jaringan suara.com, hilangnya pemuda itu penuh kisah misteri.

Enam tahun lalu, Naaf tak diketahui rimbanya dan warga meyakini diculik makhluk halus. Pihak keluarga di desanya mengamini hilangnya pemuda itu karena diculik genderuwo.

Ketua Madiun Care, komunitas yang fokus menangani orang bergangguan jiwa, Bima Primaga Yudha, menceritakan pemuda bernama Naaf itu kali pertama ditemukan oleh petugas Satpol PP Kota Madiun yang menggelar razia orang gila pada akhir Februari 2018 lalu.

Kemudian pemuda itu dibawa ke Loka Bina Karya milik Dinas Sosial Kota Madiun untuk menjalani perawatan.

Selanjutnya, petugas membawa pemuda yang mengalami gangguan jiwa itu ke Rumah Sakit Jiwa di Malang untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

"Naaf ini dirawat dan menjalani perawatan di RS selama dua bulan," kata dia saat dihubungi Madiunpos.com, Rabu (9/5/2018).

Saat ditemukan, kondisi Naaf sangat buruk. Rambutnya gimbal dan pakaiannya kumal serta badannya kotor. Selain itu, tubuhnya kaku seperti robot.

"Persis kayak robot. Penyakit skizophrenia katatonik memang seperti itu. Dirawat dua bulan kemudian bisa lemas badannya," jelas dia.

baca juga

Setelah kondisinya membaik, Naaf dibawa ke Madiun pada Rabu pekan lalu. Tim sukarelawan Madiun Care pun menerima Naaf. Tim kemudian mulai menginterogasinya untuk mencari tahu identitas pemuda itu.

Awalnya, tim membawanya ke Dispendukcapil Kota Madiun untuk mencari tahu identitasnya. Ternyata data pemuda itu tidak ditemukan dalam sistem. Kemungkinan pemuda itu belum melakukan perekaman e-KTP.

Tim akhirnya memberikan kertas dan bolpoin kepada pemuda itu. Kemudian Naaf menuliskan identitasnya di kertas.

"Awalnya kita tidak tahu identitasnya. Pemuda itu kesulitan bicara. Kemudian dia menuliskan identitasnya di kertas yang kita berikan," jelas dia.

Setelah pemuda itu menuliskan identitasnya, sejurus kemudian tim menuju ke desa yang ditulis Naaf. Tim menemui perangkat desa setempat dan menjelaskan mengenai pemuda itu.

"Saya ke kantor kepala desa. Kemudian menjelaskan bahwa kami menemukan anak seperti itu. Dan ternyata benar. Pemuda itu warga situ," jelas Bima.

Pemuda itu kemudian dipertemukan dengan kedua orang tuanya. Suasana haru dan tangis pun pecah saat itu juga. Orang tuanya kaget dan tidak menyangka karena anak yang sudah enam tahun menghilang bisa kembali di hadapan mereka.

Bima mengatakan berdasarkan pengakuan orang tua Naaf, pemuda itu menghilang saat sore hari pada enam tahun lalu.

Keluarga sempat mencarinya ke berbagai tempat. Bahkan, keluarga sempat melaporkan kehilangan ini ke pihak kepolisian, minta bantuan orang pintar, dan membuat pengumuman kehilangan di berbagai tempat.

Tapi, usaha itu tidak membuahkan hasil. Sejak saat itu, keluarga dan tetangga meyakini Naaf menghilang diculik genderuwo. Keluarga sudah mengikhlaskannya.

"Pemuda ini saat menghilang sudah mengalami depresi atau gangguan jiwa. Keluarga pun sempat ga percaya kalau anaknya yang telah lama hilang ditemukan lagi," terangnya.

Mengenai aktivitas Naaf selama enam tahun menghilang, ujar Bima, pemuda itu belum bisa bercerita karena kondisinya belum memungkinkan. Saat ini fokus utamanya menyatukan Naaf dengan keluarganya.

Kepala UPTD Loka Bina Karya Kota Madiun, Sudarsono, mengatakan Naaf merupakan salah satu pasien di UPTD Loka Bina Karya sejak Februari lalu. Naaf juga telah menjalani perawatan di RSJ Lawang Malang.

Naaf menurut dia mengalami skizophrenia katatonik atau salah satu jenis gangguan jiwa dengan ciri respons lambat. Naaf dipulangkan ke keluarganya lantaran kondiisnya dinilai sudah cukup membaik.

Berita ini kali pertama diterbitkan madiunpos.com dengan judul "Kabarnya Diculik Genderuwo, Pemuda Magetan Hilang 6 Tahun Ditemukan di Madiun"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Waspada, Lelaki Bersepeda Ini Suka Cium Perempuan di Lampu Merah

Waspada, Lelaki Bersepeda Ini Suka Cium Perempuan di Lampu Merah

News | Senin, 30 April 2018 | 20:04 WIB

Truk Pesilat PSHT Masuk Jurang, Satu Pendekar Tewas

Truk Pesilat PSHT Masuk Jurang, Satu Pendekar Tewas

News | Senin, 30 April 2018 | 16:51 WIB

Truk Pengangkut Pesilat Terguling dan Masuk Jurang

Truk Pengangkut Pesilat Terguling dan Masuk Jurang

News | Senin, 30 April 2018 | 00:15 WIB

Belum Menikah, Perempuan Usia 43 Tahun Tabrakkan Diri ke Kereta

Belum Menikah, Perempuan Usia 43 Tahun Tabrakkan Diri ke Kereta

News | Kamis, 26 April 2018 | 13:59 WIB

Korban Tewas Bus Wisata Terguling ke Jurang, Dimakamkan

Korban Tewas Bus Wisata Terguling ke Jurang, Dimakamkan

News | Senin, 23 April 2018 | 05:16 WIB

Terkini

Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi

Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:12 WIB

Tapir Disembelih dan Dikonsumsi di Mesuji, Pegiat Sebut Edukasi Konservasi Masih Mandek

Tapir Disembelih dan Dikonsumsi di Mesuji, Pegiat Sebut Edukasi Konservasi Masih Mandek

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:07 WIB

Riset: Hutan Mungkin Tak Lagi Menyerap Karbon Sebanyak yang Kita Perkirakan, Mengapa?

Riset: Hutan Mungkin Tak Lagi Menyerap Karbon Sebanyak yang Kita Perkirakan, Mengapa?

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:06 WIB

Nasib Pedagang Buah Kramat Jati: Niat Cari Nafkah Malah Dimaki Perwira Polisi Gegara 'Ngeyel'

Nasib Pedagang Buah Kramat Jati: Niat Cari Nafkah Malah Dimaki Perwira Polisi Gegara 'Ngeyel'

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:03 WIB

Komnas Perempuan Nilai Lirik Lagu Om Zein Seksis, Disebut Merendahkan Martabat Perempuan

Komnas Perempuan Nilai Lirik Lagu Om Zein Seksis, Disebut Merendahkan Martabat Perempuan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:02 WIB

Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog di Kalsel, Dukung Penguatan Penyimpanan Pangan Nasional

Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog di Kalsel, Dukung Penguatan Penyimpanan Pangan Nasional

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:48 WIB

KKB Bakar Pesawat hingga Pilot Tewas, DPR Desak Pengamanan Papua Dievaluasi Total

KKB Bakar Pesawat hingga Pilot Tewas, DPR Desak Pengamanan Papua Dievaluasi Total

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:46 WIB

Heboh Hakim Tak Tanya Sikap Nadiem Usai Vonis, Menkum: Hak Hukum Terdakwa Tetap Melekat

Heboh Hakim Tak Tanya Sikap Nadiem Usai Vonis, Menkum: Hak Hukum Terdakwa Tetap Melekat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:41 WIB

Polisi Gugur dan Dua Anggota Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba, DPR Minta Pelaku Ditindak Tegas

Polisi Gugur dan Dua Anggota Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba, DPR Minta Pelaku Ditindak Tegas

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:34 WIB

Sudah Cukup Terima Kasih 2 Tahun, Said Didu Desak Prabowo Bersihkan Kabinet dari 'Orang Jokowi'

Sudah Cukup Terima Kasih 2 Tahun, Said Didu Desak Prabowo Bersihkan Kabinet dari 'Orang Jokowi'

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:25 WIB

×