Mahathir Mohamad, Guru yang Mengalahkan Muridnya Sendiri

Reza Gunadha

Kamis, 10 Mei 2018 | 17:15 WIB
Mahathir Mohamad, Guru yang Mengalahkan Muridnya Sendiri
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, ikut berdemonstrasi untuk menurunkan PM Najib Razak di Kuala Lumpur, Minggu (30/8) [Reuters/Athit Perawongmetha].

Suara.com - Pihak oposisi Malaysia yang dipimpin oleh politikus gaek Mahathir Mohamad, meraih mayoritas suara dalam pemilu yang digelar pada Rabu (9/5/2018).

Kemenangan ini mengakhiri pemerintahan yang dipimpin oleh Barisan Nasional selama 60 tahun.

Komisi Pemilu Malaysia mengumumkan kemenangan kaum oposan dengn meraih 121 kursi parlemen dari total 222 kursi. Partai yang saat ini berkuasa, Barisan Nasional (BN), hanya meraih sebanyak 79 kursi.

Kemenangan ini menjadikan Mahathir, yang kini berusia 92 tahun, masuk dalam jajaran pemimpin terpilih tertua di dunia.

Mahathir dan koalisi oposisi mengalahkan Najib Razak (64) setelah muncul skandal korupsi skala besar yang melibatkan Najib.

Mahathir sebelum ini pernah memimpin Malaysia selama 22 tahun hingga 2003 silam.

Dalam pidatonya yang disiarkan televisi-televisi Malaysia, Mahathir mengatakan sudah dihubungi oleh pihak kerajaan Malaysia untuk mengakui kemenangannya.

"Ini bukan berita bohong, berdasarkan hasil perhitungan suara resmi, terlihat bahwa mereka tertinggal jauh, dan mereka tidak akan lagi menjalankan pemerintahan," ujar Mahathir.

Kamis (10/5) hari ini juga, dia dijadwalkan bertemu raja dan menerima surat penunjukkannya sebagai Perdana Menteri Malaysia.

baca juga

Salah satu janji kampanye Mahathir mengatakan dia akan mencoba meminta pihak kerajaan mengampuni Anwar Ibrahim, sekutunya yang saat ini berada di balik jeruji.

Mahathir juga mengatakan dia siap melimpahkan kekuasaannya kepada Ibrahim.

Sebelumnya, dilaporkan sebanyak 14,4 juta penduduk Malaysia mengikuti pemilihan umum ke-14 pada Rabu.

Pemilu ini menjadi pertarungan politik antara Perdana Menteri Najib Razak dan tokoh oposisi sekaligus mantan PM Mahathir Mohamad.

Pemungutan suara, seperti yang diberitakan Anadolu Agency, secara resmi ditutup pukul 17.00 waktu setempat (0900 GMT).

Najib merupakan seorang politikus dan putra mantan PM Malaysia Abdul Razak. Dalam politik, Najib mengakui adalah murid dari Mahathir.

Najib adalah kandidat presiden dari partai sayap kanan Barisan Nasional yang berkuasa sejak Malaysia merdeka pada 1957.

Sementara itu, Mahathir yang pernah menjabat sebagai perdana menteri terlama, diusung oleh partai oposisi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mahathir Mohamad Resmi Jadi PM Tertua di Dunia

Mahathir Mohamad Resmi Jadi PM Tertua di Dunia

News | Kamis, 10 Mei 2018 | 09:18 WIB

Atur Skor, Dua Pebulutangkis Malaysia Diskors 15 dan 20 Tahun

Atur Skor, Dua Pebulutangkis Malaysia Diskors 15 dan 20 Tahun

Sport | Rabu, 02 Mei 2018 | 16:13 WIB

Lelaki Paruh Baya Tewas Tiga Hari Setelah Ritual Pengusiran Setan

Lelaki Paruh Baya Tewas Tiga Hari Setelah Ritual Pengusiran Setan

News | Selasa, 01 Mei 2018 | 14:34 WIB

1.603 Pekerja Migran Bermasalah Dideportasi dari Malaysia

1.603 Pekerja Migran Bermasalah Dideportasi dari Malaysia

News | Senin, 30 April 2018 | 19:27 WIB

Israel Hina Dosen Palestina yang Dibunuh di Malaysia

Israel Hina Dosen Palestina yang Dibunuh di Malaysia

News | Senin, 23 April 2018 | 13:48 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×