Nabi Muhammad Punya Utusan Khusus Sebarkan Islam di Cina

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 17 Mei 2018 | 12:35 WIB
Nabi Muhammad Punya Utusan Khusus Sebarkan Islam di Cina
Quanzhou Maritime Museum. (Shutterstock)

Suara.com - Quanzhou Islamic Culture Exhibit menyimpan informasi tentang jejak penyebaran muslim di Cina. Di sana tersimpan data jika Islam sudah masuk ke Cina pada zaman Nabi Muhammad SAW.

Quanzhou Islamic Culture Exhibit ada dalam kompleks Quanzhou Maritime Museum di Quanzhou, Provinsi Fujian, Cina.

Hal itu terungkap dari jejak kedatangan penyebar Islam ke Negeri Panda itu pada kurun 618-626 Masehi, sedangkan masa hidup Nabi Muhammad SAW pada kurun 571-634 Masehi.

Penyebar Islam di Cina itu berjumlah empat utusan Nabi Muhammad SAW yang berdakwah ke Cina. Mereka adalah seorang utusan di Guangzhou, seorang utusan di Yangzhou, dan dua utusan di Quanzhou.

"Ada ratusan batu berisi catatan tertulis perkembangan Islam, Kristen, dan Hindu yang tersimpan di museum kami," ujar petugas museum itu, Sun Wanlin.

Ketika menerima kedatangan media dari Bali (Indonesia) ke museum itu pada 4 Mei 2018, ia menunjukkan beberapa batu berisi catatan tertulis yang mencatat masuknya Islam ke Cina.

"Ratusan batu yang tersimpan di museum yang dibangun pada tahun 1991 itu merupakan temuan saat Pemerintah Provinsi Fujian membongkar tembok Kota Quanzhou," katanya.

Ratusan batu berisi catatan masuknya Islam ke kota itu tidak hanya tulisan Cina, namun juga tulisan Arab yang merupakan potongan ayat-ayat Al Quran dan Hadits Nabi.

Museum itu juga menyimpan foto dan replika makam dari dua utusan Nabi Muhammad SAW yang wafat di Kota Quanzhou, bahkan replika makam itu membuktikan kedua utusan nabi itu dimakamkan dalam posisi berdekatan.

Secara umum, jejak sejarah yang tersimpan di museum itu berawal dari hubungan perdagangan antara Cina dengan sejumlah negara, karena itu museum itu dinamai Quanzhou Maritime Museum.

Karena itu, museum itu juga menyimpan kapal atau perahu pada awal tahun 600-an Masehi, kemudian sejumlah peninggalan sejarah, termasuk batu dan beberapa foto penting tentang lokasi bersejarah.

Hal menarik dari museum itu adalah pajangan jejak sejarah dalam bentuk video yang mengisahkan kedatangan kapal/perahu dari dan ke Kota Quanzhou pada awal tahun 600-an itu.

Meski bercerita masa lalu, Quanzhou Maritime Museum di Provinsi Fujian bisa menjadi museum yang menarik, karena unsur kekinian yang ada di dalamnya, seperti video, foto, dan bukti-bukti sejarah yang dibuat dalam "display" 3-dimensi.

Sejarah-Wisata-Religi Penataan sejarah yang menarik tua-muda dengan pajangan yang patut ditiru Indonesia itu juga ada di museum lainnya, seperti museum tata kota di Provinsi Fujian dan Provinsi Zhejiang.

Tidak hanya museum, Gunung Putuo di sebuah pulau kecil perairan Kota Zhoushan, Provinsi Zhejiang, juga dikunjungi ribuan orang setiap harinya untuk melakukan wisata religi yang menyimpan banyak cerita rakyat di dalamnya.

"Untuk mencapai pulau seluas sekitar 12 kilometer persegi dengan ikon patung Dewi Kwan Im itu, pengunjung menumpang kapal ferry dari Pelabuhan Wugongzhi menuju Pelabuhan Putuoshan dengan jarak tempuh sekitar 10 menit," kata pengamat budaya dan bahasa Indonesia Prof Cai Jincheng MA.

Ketika mendampingi kunjungan awak media dari Bali ke Tiongkok (2-11 Mei 2018), mantan Ketua Pusat Studi Indonesia di Universitas Guangdong, China, itu menjelaskan pulau dengan sekitar 43 kuil itu juga memiliki "cerita rakyat" yang menarik orang untuk berkunjung.

Cerita rakyat yang terpatri dalam sebuah ukiran batu di dinding Kuil Dewi Kwan Im serta batu bertuliskan huruf Tiongkok di depan kuil yang sama itu mengisahkan seorang biksu dari Jepang dan India yang percaya kepada Dewi Kwan Im.

Pulau Putuo dihuni sekitar 1.000 biksu dan sekitar 10 ribu orang penduduk lokal serta pendatang yang bekerja di restoran, hotel dan menjadi pedagang, sehingga pulau itu juga menarik bagi wisatawan tua dan muda.

Lain halnya di Provinsi Fujian, sejumlah bangunan bersejarah di Pulau Gulangyu, Kota Xiamen, Provinsi Fujian yang pernah menjadi jajahan dari 5-8 negara juga ditata menarik bagi wisatawan tua-muda.

Bahkan, salah satu pulau yang bila dikelilingi hanya seluas 1,8 kilometer persegi itu juga menjadi objek foto "pra-wedding" bagi pasangan muda Tiongkok yang akan menikah.

Gulangyu adalah salah satu dari tempat pertama masuknya warga asing di era kolonial. Pulau ini juga dikenal pula sebagai Pulau Musik, karena warga Filipina di zaman itu membawa alat musik, terutama piano. Tahun 2000, museum piano dibangun di pulau itu.

Jejak warga asing di pulau yang juga disebut Kulangsu (deburan ombak) itu tampak dari desain bangunan yang berarsitektur Victoria.

Paduan sejarah dengan sentuhan modern untuk tempat berlibur orang kaya di Tiongkok serta sajian kuliner dan cenderamata khas menjadikan Gulangyu dikunjungi 50.000-an wisatawan/hari.

Nuansa sejarah yang dipadukan dengan konsep wisata modern serta sentuhan religi itu membuktikan masyarakat Tiongkok juga tidak sedikit yang taat beragama, meski ada juga yang abangan atau bahkan tidak beragama.

"Bahkan, jejak kedatangan utusan Nabi Muhammad SAW ke Tiongkok pada kurun 618-626 Masehi itu menunjukkan Islam datang lebih dulu ke Tiongkok daripada Indonesia, bahkan sebagian penyebar Islam di Indonesia juga berasal dari Tiongkok," kata pengamat budaya/bahasa Indonesia Prof Gunawan, nama Indonesia dari Prof Cai Jincheng. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Satgas Pangan Siap Ciduk Tengkulak yang Memainkan Harga Sembako

Satgas Pangan Siap Ciduk Tengkulak yang Memainkan Harga Sembako

News | Kamis, 17 Mei 2018 | 11:35 WIB

Puasa Hari Pertama, Ini Tweet Lucu Warganet

Puasa Hari Pertama, Ini Tweet Lucu Warganet

Tekno | Kamis, 17 Mei 2018 | 11:00 WIB

Awal Puasa, Harga Jual dan Beli Emas Antam Naik Rp 2.000 Per Gram

Awal Puasa, Harga Jual dan Beli Emas Antam Naik Rp 2.000 Per Gram

Bisnis | Kamis, 17 Mei 2018 | 09:47 WIB

Peneliti: Durasi Nonton di Twitter Naik 157 Persen

Peneliti: Durasi Nonton di Twitter Naik 157 Persen

Tekno | Kamis, 17 Mei 2018 | 08:14 WIB

Cara Pertamina Amankan BBM - LPG saat Ramadan dan Idul Fitri

Cara Pertamina Amankan BBM - LPG saat Ramadan dan Idul Fitri

Bisnis | Kamis, 17 Mei 2018 | 03:30 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×