Lawan Radikalisme Tak Cukup Katakan Islam itu Agama Damai

Pebriansyah Ariefana, Yosea Arga Pramudita

Kamis, 17 Mei 2018 | 14:15 WIB
Lawan Radikalisme Tak Cukup Katakan Islam itu Agama Damai
Koordinator Penelitian Intoleransi dan Radikalisme Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Cahyo Pamungkas. (Suara.com/Arga)

Suara.com - Koordinator Penelitian Intoleransi dan Radikalisme Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Cahyo Pamungkas mengatakatan untuk melawan tindak radikal para teroris tidak cukup dengan melakukan counter narasi di tengah masyarakat. Semisal mengatakan bahwa Islam adalah agama damai dan Indonesia tidak identik dengan kekerasan.

Cahyo mengatakan perlu adanya pembokaran terhadap narasi radikal yang dilakukan oleh teroris. Dirinya menyebut perlu ada narasi positif yang diciptakan.

"Kita perlu melakukan dekonstruksi narasi-narasi yang diproduksi oleh kaum radikal itu sendiri," kata Cahyo di gedung LIPI, Jakarta, Kamis, (17/5/2018).

Cahyo mengatakan jika narasi-narasi yang mendukung ke arah intoleransi sering dijumpai di media sosial. Dirinya mengatakan harus melakukan dekonstruksi terhadap narasi-narasi yang berkembang di media sosial satu persatu.

"Misal tentang cadar. Bagaimana cadar itu jika kita melihat Prancis? Prancis melarang orang menggunakan cadar. Indonesia masih membolehkan karena masih bagian dari hak asasi manusia. Kalau di sana orang mengunakan cadar bertentangan dengan kebijakan negara" jelasnya.

Cahyo menjelaskan pembokaran narasi seperti itu sedang dilakukan oleh LIPI. Cahyo menyebut harus ada identifikasi narasi-narasi yang dapat mengundang kebencian di tengah masyarakat.

"Indentifikasi siapa mereka, lalu apa yang mereka katakan, dan lain-lain," tandas Cahyo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Orangtua Jadi Teroris, Anak Berpotensi Jadi Teroris Juga

Orangtua Jadi Teroris, Anak Berpotensi Jadi Teroris Juga

News | Kamis, 17 Mei 2018 | 14:06 WIB

Puan Masih Yakin Asian Games Sukses di Tengah Aksi Teror Bom

Puan Masih Yakin Asian Games Sukses di Tengah Aksi Teror Bom

News | Kamis, 17 Mei 2018 | 13:58 WIB

Jokowi Setuju TNI Basmi Teroris, PDIP: Jangan Dibuat Polemik

Jokowi Setuju TNI Basmi Teroris, PDIP: Jangan Dibuat Polemik

News | Kamis, 17 Mei 2018 | 13:51 WIB

Digerebek Densus, Sandal Terduga Teroris Ketinggalan di Masjid

Digerebek Densus, Sandal Terduga Teroris Ketinggalan di Masjid

News | Kamis, 17 Mei 2018 | 13:08 WIB

Profil Empat Terduga Teroris yang Menyerang Polda Riau

Profil Empat Terduga Teroris yang Menyerang Polda Riau

News | Kamis, 17 Mei 2018 | 12:01 WIB

Terkini

Kalah dari Arsenal, Calvin Verdonk Jadi Pemain Indonesia Pertama yang Tampil di Liga Champions

Kalah dari Arsenal, Calvin Verdonk Jadi Pemain Indonesia Pertama yang Tampil di Liga Champions

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Misteri Bau Menyengat di Kontrakan Pagelaran Terkuak: Wanita Ditemukan Tak Bernyawa di Kasur

Misteri Bau Menyengat di Kontrakan Pagelaran Terkuak: Wanita Ditemukan Tak Bernyawa di Kasur

Lampung | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Rupiah Berbalik Melemah Paling Dalem di Asia, Dolar AS Naik Dekati Rp17.917

Rupiah Berbalik Melemah Paling Dalem di Asia, Dolar AS Naik Dekati Rp17.917

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Rekomendasi Mobil Murah untuk Pekerja Bergaji UMP Jakarta

Rekomendasi Mobil Murah untuk Pekerja Bergaji UMP Jakarta

Otomotif | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Pakar Lingkungan UGM: Keputusan Karhutla Bukan Bencana Nasional Adalah Kekonyolan

Pakar Lingkungan UGM: Keputusan Karhutla Bukan Bencana Nasional Adalah Kekonyolan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:23 WIB

Persib Dapat Keuntungan di ACL 2, The Cong Viettel Diterpa Krisis Pemain

Persib Dapat Keuntungan di ACL 2, The Cong Viettel Diterpa Krisis Pemain

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:21 WIB

Asap Tak Kenal Retorika: Menguji Keseriusan Pemerintah Menangani Karhutla

Asap Tak Kenal Retorika: Menguji Keseriusan Pemerintah Menangani Karhutla

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:20 WIB

8.093 Berkas Sertifikat Tanah Warga Jakarta Mandek, DPRD Desak Percepatan Penyelesaian

8.093 Berkas Sertifikat Tanah Warga Jakarta Mandek, DPRD Desak Percepatan Penyelesaian

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:16 WIB

Sekolah di Pekanbaru PJJ Lagi, Imbas Kabut Asap Tak Kunjung Hilang

Sekolah di Pekanbaru PJJ Lagi, Imbas Kabut Asap Tak Kunjung Hilang

Riau | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:11 WIB

Mengapa Pemerintah Tidak Menetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional?

Mengapa Pemerintah Tidak Menetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional?

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:10 WIB

×