Munculnya Grup WhatsApp KPR-Depok hingga Pasukan Revolusi Jolly Roger Sebelum Aksi Demo Agustus 2025

Bella, Faqih Fathurrahman

Rabu, 18 Februari 2026 | 20:05 WIB
Munculnya Grup WhatsApp KPR-Depok hingga Pasukan Revolusi Jolly Roger Sebelum Aksi Demo Agustus 2025
Massa aksi bentrok dengan personel kepolisian di kawasan Senayan saat menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (28/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Aksi demonstrasi direncanakan melalui grup WhatsApp sejak 5 Agustus 2025 oleh grup KPR-Depok dan Pembangkang Oligarki.
  • Menjelang aksi 25 Agustus, konsolidasi teknis dilakukan di Depok, membahas logistik termasuk potensi bahan berbahaya seperti molotov.
  • Kekhawatiran muncul karena adanya isu peretasan admin, pesan berantai mengenai dalang kepolisian, dan pembajakan ponsel aktivis.

Suara.com - Komisi Pencari Fakta menyebut aksi demonstrasi pada Agustus 2025 terbentuk melalui perencanaan di sejumlah grup WhatsApp. Grup percakapan tersebut mulai dibuat pada 5 Agustus 2025 untuk merencanakan aksi damai pada 25 Agustus 2025.

Peneliti KPF, Ravio Patra, mengatakan bahwa pada awal Agustus terdapat dua grup WhatsApp yang memantik pergerakan masyarakat. Kedua grup tersebut bernama KPR-Depok (Ksatria Pembela Rakyat) dan Pembangkang Oligarki.

EKSKLUSIF SUARA: CINTA DAN JARI YANG PATAH DI UTARA JAKARTA

Dalam grup WhatsApp Pembangkang Oligarki, sempat digulirkan rencana pertemuan virtual melalui Google Meet.

“Pada 7 Agustus 2025, Khariq Anhar bergabung ke dalam grup WhatsApp KPR-Depok (Ksatria Pembela Rakyat). Pada hari yang sama, akun Instagram @GejayanMemanggil mengunggah logo Gejayan Memanggil yang dimodifikasi dengan simbol Jolly Roger dari serial One Piece,” kata Ravio.

EKSKLUSIF SUARA: BOCAH-BOCAH DI SARANG POLISI: ASAL TANGKAP PERKARA AKSI AGUSTUS

Setelah itu, bermunculan grup WhatsApp serupa yang menyuarakan perlawanan terhadap pemerintahan, salah satunya komunitas Pasukan Revolusi Jolly Roger.

Namun, salah satu admin grup tersebut dilaporkan mengalami peretasan atau doxing akibat keterlibatannya dalam perencanaan yang dibahas di dalam grup WhatsApp tersebut.

Hingga akhirnya, pada 21 Agustus 2025, Gerakan Mahasiswa Bersama Rakyat menggelar aksi di depan Gedung DPR RI dengan membawa spanduk bertajuk Indonesia Sold Out. Sekitar 1.145 personel kepolisian dikerahkan dan aksi berlangsung damai tanpa tindakan represif.

baca juga

EKSKLUSIF SUARA: BUKU PUTIH KAUM ANARKIS

Selanjutnya, pada 22 Agustus 2025, muncul poster dan video berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan narasi kemarahan dan delegitimasi lembaga negara, terutama DPR RI.

Rencana aksi pada 25 Agustus kemudian kembali disebarkan melalui grup WhatsApp KPR-Depok, namun saat itu hanya sembilan orang yang menyatakan bersedia mengikuti aksi.

Rencana tersebut meluas setelah tautan grup WhatsApp KPR-Depok dibagikan ke grup Pasukan Revolusi Jolly Roger. Pada 24 Agustus 2025, akun Instagram @GejayanMemanggil mengunggah seruan aksi 25 Agustus 2025 yang memuat sembilan tuntutan.

“Anggota grup KPR-Depok (Ksatria Pembela Rakyat) dan Pasukan Revolusi Jolly Roger menggelar konsolidasi di tempat usaha milik Abdul Ghofar Dwi Prawira alias Kenji di Pancoran Mas, Depok. Pertemuan ini membahas persiapan teknis aksi, termasuk logistik seperti masker, perlengkapan P3K, dan tali. Dalam pertemuan tersebut, seorang peserta bernama Nopal membawa bahan yang kemudian disebut sebagai molotov,” jelasnya.

Selain itu, grup WhatsApp Pasukan Revolusi Jolly Roger juga melakukan penggalangan dana untuk kebutuhan transportasi, pembelian cat semprot, masker, hingga bensin.

Namun, pada tanggal yang sama beredar pesan berantai yang mengimbau masyarakat agar tidak mengikuti aksi 25 Agustus karena dalang di balik aksi tersebut disebut-sebut adalah kepolisian.

“Menanggapi peringatan tersebut, kelompok yang dilabeli sejumlah aktivis sebagai ‘anarko palsu’ mendorong agar aksi tetap dilaksanakan karena dugaan keterlibatan aparat bukan alasan untuk membatalkan demonstrasi. Di grup percakapan administrator Gejayan Memanggil, Syahdan Husein menyampaikan kekhawatirannya karena merasa dibuntuti dan telepon genggamnya telah dibajak. Hal ini memperkuat kekhawatiran di kalangan aktivis menjelang aksi demonstrasi 25 Agustus,” jelasnya.

“Peringatan potensi demonstrasi dan kerusuhan juga disampaikan sejumlah tokoh. Pendiri Great Institute, Syahganda Nainggolan, mengklaim adanya informasi dari seorang petinggi militer mengenai rencana pergerakan besar pada akhir Agustus 2025. Syahganda mengimbau rekan-rekannya untuk tidak mengikuti demonstrasi 25 Agustus dan seterusnya,” imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPF: Eskalasi Demo Agustus Dipicu Kematian Affan Kurniawan yang Tak Segera Ditangani Polisi

KPF: Eskalasi Demo Agustus Dipicu Kematian Affan Kurniawan yang Tak Segera Ditangani Polisi

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 19:14 WIB

Dicecar Komisi III DPR, MKMK Tegaskan Proses Laporan Adies Kadir Masih Tahap Pendahuluan

Dicecar Komisi III DPR, MKMK Tegaskan Proses Laporan Adies Kadir Masih Tahap Pendahuluan

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 17:47 WIB

Ketua MKMK di DPR: Tidak Boleh Ada Satu pun Lembaga yang Mengintervensi Kami

Ketua MKMK di DPR: Tidak Boleh Ada Satu pun Lembaga yang Mengintervensi Kami

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 17:30 WIB

Demo Bulan Agustus Disebut Tidak Lahir dari Isu Tunggal, Tapi Akumulasi Ketidakpuasan Masyarakat

Demo Bulan Agustus Disebut Tidak Lahir dari Isu Tunggal, Tapi Akumulasi Ketidakpuasan Masyarakat

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 17:25 WIB

Targetkan Pulih Sebelum Lebaran 2026, Ini 13 Kesimpulan Rapat Satgas Bencana DPR dan Pemerintah

Targetkan Pulih Sebelum Lebaran 2026, Ini 13 Kesimpulan Rapat Satgas Bencana DPR dan Pemerintah

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 17:18 WIB

Bantah Jokowi soal Inisiatif Revisi UU KPK, Wakil Ketua DPR: Kita Tak Bisa Jalan Tanpa Supres!

Bantah Jokowi soal Inisiatif Revisi UU KPK, Wakil Ketua DPR: Kita Tak Bisa Jalan Tanpa Supres!

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 16:58 WIB

Tolak Penetapan UMSK 2026, Ribuan Buruh Jawa Barat Gelar Aksi di PTUN Bandung

Tolak Penetapan UMSK 2026, Ribuan Buruh Jawa Barat Gelar Aksi di PTUN Bandung

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 16:11 WIB

'Buku Putih' Kaum Anarkis

'Buku Putih' Kaum Anarkis

Liks | Rabu, 18 Februari 2026 | 14:15 WIB

Purbaya ke Lulusan UI: Saya Dosen S3, Kalau Debat Anda Pasti Kalah

Purbaya ke Lulusan UI: Saya Dosen S3, Kalau Debat Anda Pasti Kalah

Bisnis | Selasa, 17 Februari 2026 | 19:40 WIB

Bawa Misi Palestina ke Board of Peace, Komisi I DPR Beri 3 Pesan Penting untuk Prabowo

Bawa Misi Palestina ke Board of Peace, Komisi I DPR Beri 3 Pesan Penting untuk Prabowo

News | Senin, 16 Februari 2026 | 16:44 WIB

Terkini

Feature Phone Murah 4G Baterai Awet Bisa Hotspot, Cocok Berduet dengan iPhone Ex Inter

Feature Phone Murah 4G Baterai Awet Bisa Hotspot, Cocok Berduet dengan iPhone Ex Inter

Tekno | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:01 WIB

Jawab Isu Pergantian Panglima TNI, Begini Kata Pimpinan DPR

Jawab Isu Pergantian Panglima TNI, Begini Kata Pimpinan DPR

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Review Djamin Setia Selamanya: Saat Kesetiaan Mengalahkan Ego Sendiri

Review Djamin Setia Selamanya: Saat Kesetiaan Mengalahkan Ego Sendiri

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Pekan Ini, Menteri ATR/BPN Dipanggil KPK Sebagai Saksi

Pekan Ini, Menteri ATR/BPN Dipanggil KPK Sebagai Saksi

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:59 WIB

Pertamina SMEXPO "Pulang Kampung" ke Ngasem, Bawa 47 UMKM Makin Vokal

Pertamina SMEXPO "Pulang Kampung" ke Ngasem, Bawa 47 UMKM Makin Vokal

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:58 WIB

Sulbar Dikepung Asap, Kenali 5 Tanda Bahaya Ini Sebelum Terlambat ke Rumah Sakit

Sulbar Dikepung Asap, Kenali 5 Tanda Bahaya Ini Sebelum Terlambat ke Rumah Sakit

Sulsel | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:57 WIB

Bukan Lagi Sekadar Relaksasi, Tren Wellness Ubah Industri Spa Indonesia

Bukan Lagi Sekadar Relaksasi, Tren Wellness Ubah Industri Spa Indonesia

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Cara Bersihkan Kerak Panci Gosong Pakai Baking Soda dan Sabun Cuci Piring, Bikin Cling!

Cara Bersihkan Kerak Panci Gosong Pakai Baking Soda dan Sabun Cuci Piring, Bikin Cling!

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Daftar 13 Aturan Baru RUU Ketenagakerjaan, Larangan Tahan Ijazah hingga Perlindungan PHK

Daftar 13 Aturan Baru RUU Ketenagakerjaan, Larangan Tahan Ijazah hingga Perlindungan PHK

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:54 WIB

Soroti Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, KPK Buka Opsi Jemput Bola Usut Pungli

Soroti Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, KPK Buka Opsi Jemput Bola Usut Pungli

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:53 WIB

×