Hasil Investigasi: KPF Temukan Massa Suruhan di Aksi Penjarahan Rumah Sahroni Hingga Uya Kuya

Bangun Santoso, Faqih Fathurrahman

Rabu, 18 Februari 2026 | 20:15 WIB
Hasil Investigasi: KPF Temukan Massa Suruhan di Aksi Penjarahan Rumah Sahroni Hingga Uya Kuya
Penampakan rumah Ahmad Sahroni politis Partai NasDem saat digeruduk massa pada Sabtu (30/8/2025). [Istimewa]
baca 10 detik
  • KPF mengungkap massa terorganisir dan terorkestrasi dalam demonstrasi Agustus lalu, dipimpin mobil mewah.
  • Massa suruhan dari Jabodetabek dan Jawa Barat diiming-imingi jarahan serta diminta menyiapkan bom molotov.
  • KPF mendesak polisi menyelidiki dalang pergerakan massa yang diduga melakukan penjarahan anggota DPR RI.

Suara.com - Komisi Pencari Fakta (KPF) yang dibentuk oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk mengungkap temuan dalam demonstrasi bulan Agustus lalu, menemukan tentang adanya massa suruhan dalam aksi.

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) M Isnur mengatakan, dalam rangkaian investigasi yang dilakukan oleh pihaknya, ditemukan massa suruhan yang teroganisir sangat rapih dalam aksi demonstrasi Agustus lalu.

EKSKLUSIF SUARA: BOCAH-BOCAH DI SARANG POLISI: ASAL TANGKAP PERKARA AKSI AGUSTUS

“Kami justru menemukan dalam rangkaian investigasi kami terdapat massa suruhan, massa yang kemudian terorkestrasi bahkan dipimpin oleh ada mobil gitu ya Mercedes-Benz dan lain-lain,” kata Isnur, di Kantor ICW, Jakarta Selatan, Rabu (18/2/2026).

Massa tersebut, datang dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandungm Cimahi, Cianjur, dan Sukabumi. Mereka mau melakukan aksi dalam rangkaian demo Agustus lalu, lantaran diming-imingi barang jarahan yang diorganisir.

EKSKLUSIF SUARA: CINTA DAN JARI YANG PATAH DI UTARA JAKARTA

Tak hanya itu, sejumlah dari massa yang tergabung itu juga diminta untuk menyiapkan molotov untuk mewarnai aksi mereka.

“Mereka datang dari Jakarta, dari Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Cimahi, Cianjur, dan Sukabumi. Terdapat pula mereka yang nyiapin molotov,” kata Isnur.

EKSKLUSIF SUARA: BUKU PUTIH KAUM ANARKIS

baca juga

Isnur menyampaikan, seharusnya pihak kepolisian melakukan investigasi terkait pergerakan yang mereka lalukan dan membongkar dalang yang menggerakan mereka.

“Justru mereka inilah yang harusnya diinvestigasi lebih lanjut siapa koordinatornya, siapa pelaksananya, siapa titik-titik simpulnya, bertemu di mana, menggunakan kendaraan bermotor sangat konvoi rapi ke sana ke mari,” ujarnya.

Kelompok ini juga disinyalir menjadi pelaku penjarahan di beberapa rumah para anggota DPR RI, mulai dari Sahroni, Uya Kuya, Eko, Nafal Urba sampai eks Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Isnur mengaku, jika pihak kepolisian memiliki niat untuk membongkar siapa dalang di balik aksi penjarahan tersebut maka bisa dilakukan dengan mudah. Sebab, wajah para pelaku sempat terekam dengan jelas.

“Itu sangat mudah ditelusuri gitu, gambar-gambarnya ada, videonya ada, orang-orangnya terekam dengan video. Harusnya mereka yang ditelusuri, dan bukan hanya pelaku lapangan,” ungkapnya

“Sekarang kan banyak tersangka pelaku lapangan belasan ya di tiap-tiap penjarahan tapi siapa yang memimpin mereka, siapa yang mengarahkan mereka itu harusnya dibawa ke ranah hukum agar terbukti bagaimana penjarahan terjadi,” imbuhnya menandaskan.

Diketahui bersama, Koalisi Pencari Fakta (KPF) Kerusuhan Agustus 2025 ini dibentuk oleh koalisi masyarakat sipil. Di dalamnya terdapat Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta sebagai penanggung jawab.

KPF melakukan penelusuran independen terhadap 115 berkas pemeriksaan kepolisian, ribuan data sumber terbuka, 63 informan, serta jejak peristiwa di 8 provinsi, 18 kota, dan 3 lokasi di luar negeri sejak September 2025 hingga Februari 2026.

Laporan ini menjawab empat mandat utama, yakni mencari penyebab demonstrasi dan eskalasi kekerasan, memetakan aksi dan respons para pihak, mengidentifikasi pola serta faktor pemicu dan akselerator, serta menelaah akuntabilitas atas peristiwa yang terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eko Patrio dan Keluarga 'Siap' Kembali ke Rumah, Pasca Penjarahan 6 Bulan Lalu

Eko Patrio dan Keluarga 'Siap' Kembali ke Rumah, Pasca Penjarahan 6 Bulan Lalu

Video | Senin, 09 Februari 2026 | 18:00 WIB

Tiba-tiba Purbaya Singgung Demo Besar dan Penjarahan Rumah Sri Mulyani

Tiba-tiba Purbaya Singgung Demo Besar dan Penjarahan Rumah Sri Mulyani

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 10:58 WIB

Uya Kuya Selesaikan Tesis Hanya dalam Waktu 3 Bulan, Masuk Akal?

Uya Kuya Selesaikan Tesis Hanya dalam Waktu 3 Bulan, Masuk Akal?

Entertainment | Senin, 15 Desember 2025 | 16:09 WIB

Pastikan Tak Ada Lagi Warga Ditahan Terkait Penjarahan di Sumut, Kapolri: Mereka Hanya Butuh Makanan

Pastikan Tak Ada Lagi Warga Ditahan Terkait Penjarahan di Sumut, Kapolri: Mereka Hanya Butuh Makanan

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 20:14 WIB

Menteri PMK Bantah Penjarahan Beras di Sibolga: Bantuan untuk Warga Banjir, Bukan Kerusuhan

Menteri PMK Bantah Penjarahan Beras di Sibolga: Bantuan untuk Warga Banjir, Bukan Kerusuhan

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 17:40 WIB

Mensos Gus Ipul Bantah Isu Penjarahan di Sibolga: Memang Dibagikan ke Masyarakat

Mensos Gus Ipul Bantah Isu Penjarahan di Sibolga: Memang Dibagikan ke Masyarakat

News | Selasa, 02 Desember 2025 | 11:29 WIB

Terkini

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:19 WIB

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

Video | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Daftar Rincian Isi 7 Koper Emas 74 Kg dan Dolar di Brankas Rumah Febrie Adriansyah

Daftar Rincian Isi 7 Koper Emas 74 Kg dan Dolar di Brankas Rumah Febrie Adriansyah

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:35 WIB

KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Jalan Sumut, Salah Satunya dari BBPJN

KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Jalan Sumut, Salah Satunya dari BBPJN

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:34 WIB

×