Sisi Gelap di Balik Gemerlap Pernikahan Pangeran Harry - Meghan

Reza Gunadha

Minggu, 20 Mei 2018 | 16:27 WIB
Sisi Gelap di Balik Gemerlap Pernikahan Pangeran Harry - Meghan
Pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle di Kapel St. George, kastil Windsor, London, Inggris. Sabtu (19/5).

Suara.com - Kerajaan Inggris, satu dari sedikit kerajaan peninggalan abad feodal di Eropa, menjadi sorotan publik pada akhir pekan ini.

Itu setelah ribuan stasiun televisi dari segala penjuru dunia menyiarkan prosesi pernikahan Pangeran Henry Charles Albert David dengan Meghan Markle.

Dua hal yang menjadi sorotan publik via media dalam pernikahan kaum bangsawan tersebut. Pertama, Pangeran Hary melanjutkan tradisi sang kakak, yang menikahi perempuan bukan bangsawan. Kedua, kemewahan pernikahan itu sendiri.

Kaum oposan, terutama kelompok kiri yang berbasis di Inggris, mengkritik pernikahan sang pangeran. Sebab, dana anggaran pernikahan tersebut dinilai pemborosan di tengah kemelaratan kaum miskin Britania Raya.

Semua kritik itu bermula dari Simon Dudley, pemimpin Tory—kelompok konservatif—yang merupakan anggota Dewan Windsor, tempat dilangsungkannya pernikahan tersebut.

Pada 23 Januari 2018, seperti dikutip The Guardian, Simon mengusulkan agar setiap gelandangan di wilayahnya “dikandangkan” ketika persiapan dan berlangsungnya pernikahan Harry-Meghan.

“Situasi ini (gelandangan dan peminta-minta) adalah cahaya yang tak menyenangkan di kota nan indah ini. Sebagai pemimpin wilayah kerjaan, situasi ini benar-benar tidak dapat diterima oleh saya maupun anggota dewan,” tulis Simon dalam usulannya.

Tak hanya itu, Simon juga mengusulkan agar setiap gelandangan dan pengemis didenda 100 Poundsterling selama masa persiapan dan prosesi pernikahan kerajaan.

Kritik berlanjut pada pernak-pernik pernikahan megah tersebut. Uang kerajaan untuk membiayai pernikahan itu mencapai 32 Juta Pounds.

baca juga

Dari total uang itu, sektor belanja yang paling dikritik kalangan oposan adalah pembuatan 20 terompet berlapis perak seharga 90 ribu Pounds.

Sementara untuk membuat busana pernikahan Meghan, menghabiskan dana 100 ribu Pounds.

Biaya belanja itu kontras dengan tuntutan perawat-perawat medis Inggris, yang ingin tingkat minimal upah mereka naik. Tuntutan yang tak kunjung direstui parlemen maupun Perdana Menteri Theresa May.

Tak seperti Dongeng

Pada media-media sosial, berseliweran foto-foto Meghan muda yang duduk di besi pembatas istana. Warganet menilai, Meghan seperti hidup dalam dongeng-dongeng indah mengenai perempuan biasa yang dinikahi seorang pangeran.

Dongeng khas pernikahan si miskin dengan pangeran kaya raya. Namun, The Independent, Sabtu (19/5/2018), menerbitkan artikel yang mengkritik asumsi tersebut.

The Independent mengutip satu penelitian bahwa pola ”pernikahan acak” atau antara orang kaya dengan golongan miskin, justru cenderung menurun.

”Dalam kasus Duke dan Duchess of Sussex, Meghan Markle adalah seorang aktris yang sukses, dengan kekayaan bersih sekitar USD 5 juta, sangat mengesankan bagi seseorang di usia pertengahan 30-an,” tulis The Independent.

”Orang-orang kekinian cenderung memilih pasangan yang kurang lebih sama seperti dirinya, bukan malah kurang. Jadi, salah satu hasilnya adalah, meningkatnya ketidaksetaraan.”

Sementara dalam hasil penelitian Biro Riset Ekonomi Nasional di Amerika Serikat yang dikutip Independent, pernikahan yang tak lagi acak tersebut turut menciptakan ketimpangan perekonomian di AS sejak tahun 1960 sampai 2005.

Si miskin, akan terus menikahi warga miskin, dan menciptakan anak-anak miskin. Sebaliknya, orang kaya akan menikahi orang-orang kaya dan melahirkan anak-anak kaya.

“Jika kaum muda yang terdidik memilih orang muda yang berpendidikan tinggi sebagai mitra hidup mereka, maka anak-anak mereka cenderung memiliki awal yang lebih baik. Semakin banyak mitra kaya dengan orang kaya, semakin besar keuntungan yang tertanam dari anak-anak dan anak-anak mereka,” tulis Independent.

Penelitian itu tampak menguatkan tesis ekonom kesohor asal Prancis, Thomas Pikkety, yang dijuluki sebagai ”Karl Marx abad 21”.

Dalam bukunya yang terkenal, “Capital in the Twenty-First Century” (The Belknap Press of Harvard University Press; 2014), ia berkonsentrasi pada fakta unik, bahwa orang-orang kaya pada abad ke-21 justru disebabkan oleh warisan ketimbang tabungan.

Menurutnya, pewarisan adalah mekanisme penting dalam proses konsentrasi kekayaan yang menciptakan ketidaksetaraan.

Sejak tiga abad lampau, yakni abad ke-18 dan 19, pewarisan sebagai mekanisme konsentrasi modal kekayaan semakin tampak jelas karena kaum bangsawan maupun pemilik modal akan menikahi orang-orang kalangannya sendiri.

Dengan begitu, kekayaan dari dua atau lebih keluarga bisa dipersatukan melalui warisan kalau mereka mengikatnya dengan pernikahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Meghan Markle Bertabur Perhiasan Mewah Saat Pesta Pernikahan

Meghan Markle Bertabur Perhiasan Mewah Saat Pesta Pernikahan

Lifestyle | Minggu, 20 Mei 2018 | 13:39 WIB

Ini Alasan Meghan Markle Pilih Givenchy untuk Gaun Pernikahannya

Ini Alasan Meghan Markle Pilih Givenchy untuk Gaun Pernikahannya

Lifestyle | Minggu, 20 Mei 2018 | 11:16 WIB

5 Fakta Menarik Kue Royal Wedding Pangeran Harry - Meghan Markle

5 Fakta Menarik Kue Royal Wedding Pangeran Harry - Meghan Markle

Entertainment | Sabtu, 19 Mei 2018 | 19:48 WIB

Victoria Beckham di Pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle

Victoria Beckham di Pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle

Entertainment | Sabtu, 19 Mei 2018 | 18:36 WIB

Iring-iringan Mobil Meghan Markle Disambut Meriah Warga Inggris

Iring-iringan Mobil Meghan Markle Disambut Meriah Warga Inggris

Entertainment | Sabtu, 19 Mei 2018 | 18:10 WIB

Terkini

BEM UI Sindir BBM 'Elite' yang Turun: Rakyat dan Ojol Butuhnya Pertamax Murah!

BEM UI Sindir BBM 'Elite' yang Turun: Rakyat dan Ojol Butuhnya Pertamax Murah!

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:20 WIB

Fakta Baru Kasus Bupati Kuansing, KPK Ungkap Dugaan Uang dari Pelepasan Hutan

Fakta Baru Kasus Bupati Kuansing, KPK Ungkap Dugaan Uang dari Pelepasan Hutan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:54 WIB

Panik Dipantau KPK, Bupati Kuansing Jual Land Cruiser ke Showroom Milik Suwito

Panik Dipantau KPK, Bupati Kuansing Jual Land Cruiser ke Showroom Milik Suwito

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:50 WIB

Akal Bulus Maling Motor di PIK 2: Tukar Pelat Sesuai Kartu Parkir Dashboard Biar Lolos Keluar

Akal Bulus Maling Motor di PIK 2: Tukar Pelat Sesuai Kartu Parkir Dashboard Biar Lolos Keluar

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:50 WIB

Alasan Polisi Tak Izinkan Massa Demo BEM UI Lewati Jalan Trunojoyo di Hari Bhayangkara

Alasan Polisi Tak Izinkan Massa Demo BEM UI Lewati Jalan Trunojoyo di Hari Bhayangkara

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:35 WIB

Bupati Kuansing Minta Land Cruiser, Mobil Dibeli Kredit dengan Cicilan Rp46 Juta Per Bulan

Bupati Kuansing Minta Land Cruiser, Mobil Dibeli Kredit dengan Cicilan Rp46 Juta Per Bulan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:27 WIB

AS dan Iran Saling Klaim di Tengah Perang, Gencatan Senjata 60 Hari Gagal Total?

AS dan Iran Saling Klaim di Tengah Perang, Gencatan Senjata 60 Hari Gagal Total?

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:24 WIB

Waspada! Kebijakan B50 Bisa Picu Krisis Minyak Goreng dan Bencana Lingkungan Akibat Sawit

Waspada! Kebijakan B50 Bisa Picu Krisis Minyak Goreng dan Bencana Lingkungan Akibat Sawit

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:21 WIB

Waspada El Nino hingga 2027, Megawati Keluarkan Instruksi 'Siaga Satu' Pangan dan Air

Waspada El Nino hingga 2027, Megawati Keluarkan Instruksi 'Siaga Satu' Pangan dan Air

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:19 WIB

Dilarang Dekat Mabes, BEM UI Beberkan Rapor Merah 602 Kasus Kekerasan Polri di Depan Gedung ASEAN

Dilarang Dekat Mabes, BEM UI Beberkan Rapor Merah 602 Kasus Kekerasan Polri di Depan Gedung ASEAN

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:10 WIB

×