Berpotensi Rugikan Negara, DPRD Soroti Temuan BPK di Pemprov DKI

Bangun Santoso, Ummi Hadyah Saleh

Rabu, 04 Juli 2018 | 19:08 WIB
Berpotensi Rugikan Negara, DPRD Soroti Temuan BPK di Pemprov DKI
Suasana sidang DPRD DKI Jakarta, Rabu (4/7/2018). (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - DPRD Provinsi DKI Jakarta menggelar rapat paripurna dengan agenda mendengarkan pandangan umum Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Tahun Anggaran 2017, di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (4/7/2018).

Paripurna tersebut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Dalam rapat tersebut, tiga fraksi meminta Pemprov DKI segera menyelesaikan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang terindikasi dan berpotensi merugikan daerah.

Ketua Fraksi PPP, Maman Firmansyah mengatakan berdasarkan temuan BPK, ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang mengindikasikan kerugian daerah sebesar Rp 11,41 miliar dan berpotensi kerugian daerah sebesar Rp 66,28 miliar.

Adapun ketidakpatuhan tersebut terjadi pada tiga kegiatan. Antara lain pembebasan tanah untuk pembangunan embung Kebagusan, pengadaan perlengkapan mobil penanggulangan kebakaran di Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat. Kemudian pengadaan perlengkapan petugas penanggulangan kebakaran pada Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur.

"Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK dengan temuan-temuan tersebut, Fraksi PPP mendesak kepada Gubernur dan Wakil Gubernur untuk segera menindaklanjuti dan menindak aparatur pemerintah yang melakukan pelanggaran sesuai dengan rekomendasi yang disampaikan BPK," ujar Maman.

Fraksi PPP, kata Maman, mencatat temuan dalam LHP BPK yakni kekurangan jumlah dan volume penerimaan yang bersumber dari pajak daerah sebesar Rp 2,27 miliar. Ia berharap temuan BPK dijadikan bahan pertimbangan untuk pembahasan dan penetapan APBD Perubahan DKI 2018.

Anggota Fraksi Partai Hanura, Ruslan Amsyari juga menyoroti LHP BPK perihal masih ditemukan potensi kerugian negara.

"Berdasarkan LHP BPK periode 2014 hingga 2017 ditemukan sebanyak 822 kasus senilai Rp 849,2 miliar. Dari nilai tersebut, yang telah ditindaklanjuti dengan penyetoran kas daerah sebesar Rp 484,5 miliar," ucap Ruslan.

baca juga

Dari data itu, sehingga masih ada sisa potensi kerugian daerah sebesar Rp 364,7 miliar. Ruslan pun meminta penjelasan kepada Pemprov DKI dalam mengatasi hal itu.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Nasdem Bestari Barus mengatakan, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) masih diikuti dengan pengungkapan 67 temuan.

Temuan tersebut terdiri dari temuan kelemahan Sistem Pengendalian Intern (SPI) sebanyak 49 temuan. Kemudian temuan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan sebanyak 18 temuan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Keluarga Sjamsul Nursalim Minta Audit BPK Dibuka di Sidang

Keluarga Sjamsul Nursalim Minta Audit BPK Dibuka di Sidang

News | Senin, 02 Juli 2018 | 07:10 WIB

BPK Sebut Tak Ada Kerugian Negara Jadi Alasan SDA Ajukan PK

BPK Sebut Tak Ada Kerugian Negara Jadi Alasan SDA Ajukan PK

News | Senin, 25 Juni 2018 | 15:51 WIB

HUT Jakarta ke-491, Trotoar DPRD DKI Berubah Jadi Parkir Dadakan

HUT Jakarta ke-491, Trotoar DPRD DKI Berubah Jadi Parkir Dadakan

News | Jum'at, 22 Juni 2018 | 09:55 WIB

KPK: Biaya Pengobatan Novel Baswedan Tahun 2017 Rp 3,5 Milyar

KPK: Biaya Pengobatan Novel Baswedan Tahun 2017 Rp 3,5 Milyar

News | Jum'at, 08 Juni 2018 | 06:45 WIB

Jokowi Terima LHP LKPP Tahun 2017 dari BPK, Ini Hasilnya

Jokowi Terima LHP LKPP Tahun 2017 dari BPK, Ini Hasilnya

News | Senin, 04 Juni 2018 | 12:37 WIB

Terkini

3 Rekomendasi Kipas Angin Embun Misty Fan Termurah, Sejuk Tanpa Bikin Kantong Jebol

3 Rekomendasi Kipas Angin Embun Misty Fan Termurah, Sejuk Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 14:12 WIB

Road Show CustoMAXi Yamaha 2026 Resmi Ditutup di Pekanbaru

Road Show CustoMAXi Yamaha 2026 Resmi Ditutup di Pekanbaru

Otomotif | Kamis, 22 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Saatnya Berhenti Menilai Kecerdasan Anak Cuma dari Nilai Rapor

Saatnya Berhenti Menilai Kecerdasan Anak Cuma dari Nilai Rapor

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 14:00 WIB

WNI di Eropa Dimbau Menjauhi Kerusuhan Protes Pendidikan demi Keselamatan Diri

WNI di Eropa Dimbau Menjauhi Kerusuhan Protes Pendidikan demi Keselamatan Diri

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:57 WIB

Pesona Vivo V80 Lite 5G: Bawa Baterai 10.000 mAh dan Desain Ramping, Cek Spek Lengkap dan Harganya

Pesona Vivo V80 Lite 5G: Bawa Baterai 10.000 mAh dan Desain Ramping, Cek Spek Lengkap dan Harganya

Tekno | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:57 WIB

Bedak Tabur Azzura Bagus atau Tidak? Simak Review Pembeli

Bedak Tabur Azzura Bagus atau Tidak? Simak Review Pembeli

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:55 WIB

Usut KMP Batumandi Terbakar hingga Terbalik di Merak, Polisi Periksa Penumpang dan Sopir

Usut KMP Batumandi Terbakar hingga Terbalik di Merak, Polisi Periksa Penumpang dan Sopir

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:52 WIB

Bacok Pemilik Toko Emas dan Anaknya di Jember, Perampok Bercelurit Nyaris Tabrak Pawai Santri

Bacok Pemilik Toko Emas dan Anaknya di Jember, Perampok Bercelurit Nyaris Tabrak Pawai Santri

Jatim | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:51 WIB

Sejarah Kelam Palembang Berdarah: Luka 1965 yang Tertinggal di Sungai Musi

Sejarah Kelam Palembang Berdarah: Luka 1965 yang Tertinggal di Sungai Musi

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Kekeringan Jateng Belum Usai, Purworejo Catat 172 Hari Tanpa Hujan

Kekeringan Jateng Belum Usai, Purworejo Catat 172 Hari Tanpa Hujan

Jawa Tengah | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:48 WIB

×