Ratusan Gempa Susulan di Lombok Hampir Terjadi Setiap Jam

Bangun Santoso

Senin, 30 Juli 2018 | 10:05 WIB
Ratusan Gempa Susulan di Lombok Hampir Terjadi Setiap Jam
Kondisi Gunung Rinjani pasca gempa terjadi retakan-retakan. (Sumber: Lomobkita.com)

Suara.com - Berdasarkan data di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah terjadi tak kurang dari 213 gempa susulan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Lindu tersebut terjadi hampir setiap jam, sejak Minggu (29/7/2018) kemarin.

Dilansir dari laman resmi BMKG, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, magnitudo terbesar gempa susulan itu tercatat mencapai 5,7 SR.

"Hingga saat ini (pukul 22.00 WIB) telah terjadi 213 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar 5,7 SR. Karenanya kami meminta masyarakat untuk tetap waspada namun tetap tenang dan jangan panik," kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, Minggu (29/7/2018).

Sementara itu, berdasarkan akun twitter resmi BMKG, gempa terakhir berlangsung dengan kekuatan 3,6 SR terjadi pada Senin (30/7/2018) pukul 06.35 WIB. Pusat gempa berada di darat, 15 kilometer sebelah tenggara Lombok Tengah.

Sebelumnya gempa dengan kekuatan yang sama terjadi pada pukul 05.34 WIB dengan pusat gempa berada di darat 26 kilometer Timur Laut Lombok Utara.

BMKG juga melaporkan pada pukul 04.10 WIB terjadi gempa susulan dengan kekuatan 2,8 skala richter, dengan pusat gempa berada di darat 15 kilometer Tenggara Bayan Lombok Utara.

Seperti diketahui, gempa bumi tektonik mengguncang Lombok, Bali dan Sumbawa pada Minggu (29/7/2018) kemarin dengan kekuatan 6,4 SR. Gempa terjadi sekitar pukul 05.47 WIB, terletak pada koordinat 8,4 LS dan 116,5 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 47 km arah timur laut Kota Mataram, Provinsi NTB pada kedalaman 24 kilometer.

Atas peristiwa lindu itu, Dwikorita meminta agar masyarakat tidak mempercayai berita hoax pasca-gempa. Hingga saat ini, BMKG terus memantau perkembangan gempa dari Pusat Gempa Nasional (PGN) Jakarta.

"Guna mengantisipasi munculnya informasi simpang siur dan hoax, BMKG melalui akun Twitter @infoBMKG akan terus menginformasikan perkembangan gempa," kata dia.

baca juga

Lebih lanjut, Dwikorita menerangkan hasil analisis BMKG bahwa gempa bumi yang terjadi di Lombok merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Gempa bumi dipicu deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Guncangan gempa ini dilaporkan telah dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat dan Sumbawa Besar pada skala intensitas II SIG-BMKG (IV MMI), Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja dan Gianyar II SIG-BMKG (III-IV MMI).

Sementara di Bima dan Tuban II SIG-BMKG (III MMI), Singaraja pada skala II SIG-BMKG atau III MMI dan Mataram pada skala II SIG-BMKG atau III MMI. Sehubungan dengan masih adanya gempa-gempa susulan, masyarakat diimbau supaya tidak menempati bangunan-bangunan yang kondisinya sudah rusak akibat gempa utama.

"Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Dwikorita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gempa Lombok, Kemenkes Kerahkan Petugas Kesehatan Tambahan

Gempa Lombok, Kemenkes Kerahkan Petugas Kesehatan Tambahan

News | Senin, 30 Juli 2018 | 09:32 WIB

Kejadian Langka, Suhu Udara di Bandung Tembus 15 Derajat

Kejadian Langka, Suhu Udara di Bandung Tembus 15 Derajat

News | Senin, 30 Juli 2018 | 09:07 WIB

Gunakan Helikopter, Jokowi Tinjau Penanganan Gempa Lombok

Gunakan Helikopter, Jokowi Tinjau Penanganan Gempa Lombok

News | Senin, 30 Juli 2018 | 08:43 WIB

Gempa NTB, KPAI Minta Penyelenggaraan Sekolah Darurat

Gempa NTB, KPAI Minta Penyelenggaraan Sekolah Darurat

News | Senin, 30 Juli 2018 | 07:57 WIB

Gempa Lombok, AirAsia Klaim Penerbangannya Normal

Gempa Lombok, AirAsia Klaim Penerbangannya Normal

News | Senin, 30 Juli 2018 | 07:31 WIB

Terkini

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?

Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×