Rumah Dilempar Bom Molotov, Kapitra Diincar Lelaki Bertato

Pebriansyah Ariefana

Senin, 06 Agustus 2018 | 23:39 WIB
Rumah Dilempar Bom Molotov, Kapitra Diincar Lelaki Bertato
Kapitra Ampera di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/7/2018). [Suara.com/Yosea Arga Pramudita]

Suara.com - Bakal Calon Anggota Legislatif dari PDIP Kapitra Ampera mengaku sudah diintai sejak lama sebelum rumahnya dilempar bom molotov. Dia mengklaim mencium sejumlah oknum tidak suka dengan keputusan dirinya gabung ke PDI Perjuangan.

Kapitra mengatakan ada orang bertato mondar-mandir di kawasan rumahnya. Bahkan mereka datang ke masjid untuk menanyakan dirinya kepada orang lain.

Kapitra menyerahkan berkas untuk pendaftaran caleg sekitar akhir Juli. Sejak saat itu, khususnya pada satu minggu terakhir, ia menyampaikan, banyak intimidasi dan kecaman ditujukan pada dirinya. Di antaranya melalui pesan singkat "Whatsapp".

"(Sebelum pelemparan bom molotov) ancaman ada dari Whatsapp. Tapi, saya tahu pelakunya, dan dia sudah datang minta maaf," kata Kapitra di rumahnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatam, Senin (6/5/2018) malam.

Kapitra yakin serangan bom molotov terhubung dengan sikap politiknya.

"Saya masuk PDIP karena ingin menyampaikan kebenaran. Tampaknya, ada satu statement (pernyataan) saya kemarin yang buat orang berang," kata Kapitra.

Ia menjelaskan dirinya sempat mengatakan bahwa kabar PDIP itu PKI merupakan informasi menyesatkan. Dalam kesempatan itu, ia menyatakan banyak pendukungnya berbalik membenci Kapitra, khususnya setelah ia mendaftar jadi kader PDIP.

"Saya katakan, yang bilang PDIP itu PKI, (ucapan itu) haram dan menyesatkan, karena saya melihat langsung seluruh acara partai ditutup doa secara Islam. Mbak Puan (Maharani) juga selalu secara spontan menyebut Insya Allah, dan yang lainnya, begitupun dengan Ibu Mega. Tidak ada indikasi ciri-ciri PKI. Jadi, yang saya katakan memang benar kebenaran yang saya lihat," jelas Kapitra.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dilempar Bom Molotov, Rumah Kapitra Mulai Dipasang Garis Polisi

Dilempar Bom Molotov, Rumah Kapitra Mulai Dipasang Garis Polisi

News | Senin, 06 Agustus 2018 | 23:27 WIB

Detik-detik Rumah Kapitra Ampera Dilempar Bom Molotov

Detik-detik Rumah Kapitra Ampera Dilempar Bom Molotov

News | Senin, 06 Agustus 2018 | 22:10 WIB

Rumah Kapitra Ampera Diduga Dilempar Bom Molotov

Rumah Kapitra Ampera Diduga Dilempar Bom Molotov

News | Senin, 06 Agustus 2018 | 20:19 WIB

Kontroversi Pidato 'Berantem' Jokowi, PDIP: Itu Kerjaan Haters

Kontroversi Pidato 'Berantem' Jokowi, PDIP: Itu Kerjaan Haters

News | Senin, 06 Agustus 2018 | 15:49 WIB

PDIP Tuding SBY Hambat Nawacita Jokowi, Demokrat: Tidak Mendasar

PDIP Tuding SBY Hambat Nawacita Jokowi, Demokrat: Tidak Mendasar

News | Senin, 06 Agustus 2018 | 12:03 WIB

Terkini

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:22 WIB

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:13 WIB

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:29 WIB

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:38 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB