Jokowi Pilih Ma'ruf Amin, Ini Pilihan Bagi Ahokers

Reza Gunadha, Nikolaus Tolen

Sabtu, 11 Agustus 2018 | 17:35 WIB
Jokowi Pilih Ma'ruf Amin, Ini Pilihan Bagi Ahokers
Pasangan bakal capres dan cawapres, Joko Widodo (Jokowi) dan KH Maruf Amin saat berada di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (10/8/2018). [Suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Keputusan bakal calon presiden petahana Jokowi dan Koalisi Indonesia Kerja memilih  Maruf Amin sebagai bakal calon wakil presiden, menimbulkan kekecewaan bagi sebagian kalangan.

Kalangan yang paling kecewa tersebut adalah pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Pasalnya, saat kasus penodaan agama, Maruf yang menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa bahwa Ahok bersalah atas ucapannya mengenai Surah Al Maidah ayat 51.

Rasa kecewa itu sudah dilontarkan oleh Ahokers—sebutan bagi pendukung Ahok—di media sosial, dengan mengatakan tidak akan berpartisipasi pada Pilpres 2019.

Dengan kata lain, mereka tidak akan memilih pasangan Jokowi – Maruf Amin maupun pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Menanggapi hal itu, pengamat politik Hanta Yudha menjelaskan, terdapat dua pilihan yang bisa dilakukan oleh Ahokers pada Pilpres 2019.

"Jadi jawaban saya ada dua kemungkinan bagi Ahokers, pertama mereka memutuskan mengikuti Pilpres 2019 tapi memilih abstain atau sama sekali tidak mengikuti," katanya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8/2018).

Namun, terhadap pilihan tersebut, Hanta tidak menyetujuinya. Sebab, setiap orang dianjurkan untuk ikut berpartipasi dalam pesta demokrasi.

"Yang kedua, bisa jadi tetap berpartisipasi dalam Pilpres 2019, tapi tak aktif sebagai relawan salah satu pasangan,” terangnya.

baca juga

Menurut Direktur Lembaga survei Poltracking tersebut, politik tidak bisa memuaskan semua orang dalam menentukan kebijakannya.

"Kalau kita kecewa terhadap sebuah merek, ada tiga yang bisa dilakukan. Pertama, akan mencari produk baru sebagai alternatif. Kedua, memutuskan untuk tidak menggunakan produk itu. Ketiga, akhirnya terpaksa memilih produk lama meski kecewa, karena saya menganggap lebih baik dari alternatifnya," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mahfud MD Gagal Jadi Cawapres karena Bermasalah dengan 2 Partai

Mahfud MD Gagal Jadi Cawapres karena Bermasalah dengan 2 Partai

News | Sabtu, 11 Agustus 2018 | 15:37 WIB

Membaca Potensi 2 Cawapres di Mata Pemilih Milenial

Membaca Potensi 2 Cawapres di Mata Pemilih Milenial

News | Sabtu, 11 Agustus 2018 | 14:42 WIB

Ma'ruf Amin Diambil untuk Persatukan Umat

Ma'ruf Amin Diambil untuk Persatukan Umat

News | Sabtu, 11 Agustus 2018 | 13:18 WIB

Alasan Ma'ruf Amin Adalah Sosok yang Tepat Dampingi Jokowi

Alasan Ma'ruf Amin Adalah Sosok yang Tepat Dampingi Jokowi

News | Sabtu, 11 Agustus 2018 | 11:37 WIB

Imbau Pilpres 2019 Kondusif, Polri : Kita Bersaudara

Imbau Pilpres 2019 Kondusif, Polri : Kita Bersaudara

News | Jum'at, 10 Agustus 2018 | 23:07 WIB

Terkini

Semiotika Politik Jokowi: Bukan Sekadar Adat, Injak Kepala Kerbau untuk Serang PDIP?

Semiotika Politik Jokowi: Bukan Sekadar Adat, Injak Kepala Kerbau untuk Serang PDIP?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:14 WIB

Hakim Sebut Pengadaan Chromebook Nadiem Demi Keuntungan Google

Hakim Sebut Pengadaan Chromebook Nadiem Demi Keuntungan Google

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:00 WIB

Duduk Perkara Ultimatum Prabowo soal Demo Bayaran: Benarkah Ditunggangi dan Siapa Dalangnya?

Duduk Perkara Ultimatum Prabowo soal Demo Bayaran: Benarkah Ditunggangi dan Siapa Dalangnya?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:50 WIB

Siap Adu Ahli! Polda Metro Tunggu Langkah Roy Suryo di Sidang Praperadilan Ijazah Jokowi

Siap Adu Ahli! Polda Metro Tunggu Langkah Roy Suryo di Sidang Praperadilan Ijazah Jokowi

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:49 WIB

Dihadirkan Besok, Roy Suryo Siapkan 'Saksi Kunci' untuk Patahkan Argumen Polda Metro

Dihadirkan Besok, Roy Suryo Siapkan 'Saksi Kunci' untuk Patahkan Argumen Polda Metro

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:48 WIB

31 Perlintasan Liar Ditutup, Namun Kecelakaan Kereta di Daop 1 Jakarta Tetap Meningkat

31 Perlintasan Liar Ditutup, Namun Kecelakaan Kereta di Daop 1 Jakarta Tetap Meningkat

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:44 WIB

2.596 Warga Klaten Dientaskan dari Kemiskinan, Siap Hidup Mandiri

2.596 Warga Klaten Dientaskan dari Kemiskinan, Siap Hidup Mandiri

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:44 WIB

Kemendagri Perluas Digitalisasi Bansos ke 43 Daerah, Targetnya Berlaku Nasional

Kemendagri Perluas Digitalisasi Bansos ke 43 Daerah, Targetnya Berlaku Nasional

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:41 WIB

Kejari Jaksel Sebut Gugatan Roy Suryo Salah Sasaran: Urusan Penangkapan Itu Domain Polisi!

Kejari Jaksel Sebut Gugatan Roy Suryo Salah Sasaran: Urusan Penangkapan Itu Domain Polisi!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:33 WIB

Kuasa Hukum Roy Suryo Kritik Jawaban Polda Metro Jaya, Sebut Argumentasi Hukumnya Kacau

Kuasa Hukum Roy Suryo Kritik Jawaban Polda Metro Jaya, Sebut Argumentasi Hukumnya Kacau

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:31 WIB

×