Din Syamsuddin Meminta Isu Radikalitas Tak Dialamatkan ke Islam

Iwan Supriyatna, Lili Handayani

Rabu, 15 Agustus 2018 | 10:11 WIB
Din Syamsuddin Meminta Isu Radikalitas Tak Dialamatkan ke Islam
Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerja sama antar Agama, Din Syamsuddin.(Suara.com/Lili Handayani)

Suara.com - Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban Muhammad Sirajuddin Syamsuddin atau yang akrab disapa Din Syamsuddin menegaskan, jika Islam di Indonesia ini merupakan Islam yang moderat dan memiliki toleransi yang tinggi.

Din Syamsuddin mengatakan, jika dirinya tak mampu membayangkan jika umat islam di Indonesia yang mayoritas 220 juta ini tidak toleran, tentu Indonesia ini sudah hancur.

“Jangan isu radikalitas itu hanya dikenakan pada umat Islam. Ini sikap yang tidak moderat,” ujar Din Syamsuddin di Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Din Syamsuddin menjelaskan, karena kebesaran hati umat Islam akhirnya tidak jadi piagam Jakarta sebagai dasar negara kita yang disitu ada ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya justru karena toleransi tinggi dari umat islam.

“Dan banyak hal oleh karena itu saya berpesan pada keluarga besar bangsa jangan kasus radikalitas itu hanya disasarkan pada umat islam. Itu sikap radikal,” katanya.

Dalam rangka membangun kerukunan Din Syamsuddin mengajak agar rakyat Indonesia mencari akar tunjang dari radikalitas baik atas nama agama atau radikalitas atas nama kepentingan pihak politik.

“Ada radikalitas atas nama kepentingan ekonomi. Kekerasan itu tidak hanya pada kekerasan fisik yang kemudian sering dikaitkan dengan agama. Namun kekerasan ada kekerasan pemodal dan kekerasan negara jadi saya ngin mengklirkan,” katanya.

“Menjernihkan permasalahan radikalitas itu ekstrimitas itu adalah musuh kita bersama. Maka kita harus atasi dengan jalan tengah. Tapi ingin saya tegaskan bahwa ekstrimitas radikalitas itu tidak berhubungan dengan satu kelompok salah besar kalau radikalitas dituduhkan pada satu kelompok antara agama," tambahnya.

Ia menerangkan, khusus radikalisme keagamaan itu di picu oleh banyak faktor. Ada faktor pemahaman terhadap agama itu sendiri dan biasanya jika seorang pemeluk agama memahami sebuah teks kitab suci secara sepihak, dan terutama mengambil pada ayat-ayat yang terkesan mendorong radikalitas itu.

Padahal, ungkapnya, banyak ayat-ayat yang lain yang justru mendorong pada perdamaian kerukunan toleransi.

“Jadi faktor pertama adalah kesalahfahaman terhadap agama, terutama karena kesalahan pendekatan dalam memahami kitab suci,” katanya.

Tapi, lanjut dia, radikalitas itu juga dipicu oleh faktor-faktor non agama. Terutama jika ada ketidakadilan atau kesenjangan baik sosial ekonomi bahkan politik.

“Nah ini yang kemudian harus kita pandang sebagai fenomena umum sebab kalau bisa radikalitas itu di sasarkan kepada kelompok tertentu saja, itu justru akan mendorong reaksi yang kadang kala bersifat radikalitas atau bersifat radikal,” jelasnya.

Ia menerangkan jika sejauh ini umat Islam di Indonesia adalah Islam yang moderat. Kestabilan di negara Indonesia saat ini, menurut dia, merupakan salah satu bukti jika Islam di Indonesia itu moderat dan memiliki toleransi yang tinggi.

“Justru ini yang saya maksudkan tadi, jangan isu radikalitas itu hanya dikenakan pada umat Islam. Ini sikap yang tidak moderat,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jusuf Kalla Hadiri Rapat Pleno MUI ke-29

Jusuf Kalla Hadiri Rapat Pleno MUI ke-29

News | Senin, 06 Agustus 2018 | 16:09 WIB

JAD Resmi Dilarang, Pengamat: Kelompok Radikal akan Beradaptasi

JAD Resmi Dilarang, Pengamat: Kelompok Radikal akan Beradaptasi

News | Selasa, 31 Juli 2018 | 11:10 WIB

Tekan Radikalisme di Ibu Kota, Polisi Minta Publik Lakukan Ini

Tekan Radikalisme di Ibu Kota, Polisi Minta Publik Lakukan Ini

News | Kamis, 26 Juli 2018 | 17:33 WIB

Terkini

Hidden Gem Dekat Jakarta! 4 Tempat Wisata Paling Hits untuk Isi Liburan Akhir Pekan

Hidden Gem Dekat Jakarta! 4 Tempat Wisata Paling Hits untuk Isi Liburan Akhir Pekan

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:17 WIB

4 Day Cream Anti-Aging Martha Tilaar untuk Atasi Kerutan Usia 50 Tahun ke Atas

4 Day Cream Anti-Aging Martha Tilaar untuk Atasi Kerutan Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Bentuk Apresiasi, SPX Express Beri Hadiah Umrah untuk 10 Kurir Berprestasi

Bentuk Apresiasi, SPX Express Beri Hadiah Umrah untuk 10 Kurir Berprestasi

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Mengapa Botoh Pilkades Sulit Diberantas dan Bagaimana Mereka Merusak Demokrasi Desa?

Mengapa Botoh Pilkades Sulit Diberantas dan Bagaimana Mereka Merusak Demokrasi Desa?

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:12 WIB

Bukan dari Iklan! Media Lokal Yogyakarta Ini Bertahan Hidup Lewat Event dan Konten, Begini Taktiknya

Bukan dari Iklan! Media Lokal Yogyakarta Ini Bertahan Hidup Lewat Event dan Konten, Begini Taktiknya

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Rumor Naturalisasi Taisei Marukawa Bikin Lawan-lawan Timnas Indonesia Ketar-ketir

Rumor Naturalisasi Taisei Marukawa Bikin Lawan-lawan Timnas Indonesia Ketar-ketir

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Peringatan Dini BMKG, 13 Kecamatan di Jakarta Berpotensi Diterpa Angin Kencang

Peringatan Dini BMKG, 13 Kecamatan di Jakarta Berpotensi Diterpa Angin Kencang

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:58 WIB

Belanja Dini Hari Tumbuh 40,5 Persen, Brand F&B Punya Peluang Menjangkau Konsumen di Luar Jam Sibuk

Belanja Dini Hari Tumbuh 40,5 Persen, Brand F&B Punya Peluang Menjangkau Konsumen di Luar Jam Sibuk

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:58 WIB

Kapal Pengangkut 1,16 Ton Ketamine di Belawan Sudah Dipantau Aparat Sejak Agustus

Kapal Pengangkut 1,16 Ton Ketamine di Belawan Sudah Dipantau Aparat Sejak Agustus

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:56 WIB

AFC Dukung Infantino Kembali Pimpin FIFA, Padahal Sempat Berseteru soal Proyek Rp71,8 Triliun

AFC Dukung Infantino Kembali Pimpin FIFA, Padahal Sempat Berseteru soal Proyek Rp71,8 Triliun

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:55 WIB

×