Di Washington D.C, Inggris Meminta EU Menambah Sanksi Bagi Rusia

RR Ukirsari Manggalani

Rabu, 22 Agustus 2018 | 08:00 WIB
Di Washington D.C, Inggris Meminta EU Menambah Sanksi Bagi Rusia
Washington D.C [Shutterstock].

Suara.com - Dalam kesempatan bertemu dengan Mike Pompeo, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Jeremy Hunt, Menteri Luar Negeri Kerajaan Inggris mengungkapkan bahwa Vladimir Putin, Presiden Rusia telah membuat dunia menjadi kawasan yang semakin berbahaya.

Oleh karena itu, Britania Raya meminta Uni Eropa (EU) agar lebih menekan pihak pemerintahan Kremlin untuk urusan kepatuhan terhadap hukum internasional. Demikian  imbauan Jeremy Hunt di Washington D.C, Amerika Serikat seperti dilansir Reuters

"Britania Raya mendesak para rekan di EU dan para sekutu agar memberikan tekanan berupa sanksi yang komprehensif bagi Rusia," demikian papar Jeremy Hunt yang mulai menjabat sejak bulan lalu, dan dalam kesempatan ini juga berpidato di depan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

Britania Raya secara resmi telah meninggalkan Uni Eropa mulai Maret 2018, dan sebelumnya masih terikat dengan Uni Eropa dalam urusan mekanisme menjatuhkan sanksi. Kesepakatan terbaru Uni Eropa saat ini adalah memperpanjang sanksi terhadap Rusia terkait aneksasi Krimea dari Ukraina.

Sebagai anggota Uni Eropa, Polandia serta negara-negara Baltik mendukung kebijakan keras EU terhadap Rusia itu. Sementara Austria, Italia, dan Yunani, memilih langkah yang lebih lunak.

Soal seruan Britania Raya terhadap EU yang dikemukakan di Amerika Serikat ini sendiri, pihak Uni Eropa menyebutkan belum menerimanya. Kejadian terbaru sebelumnya adalah sikap terbelah dari para anggota Uni Eropa tentang usul tambahan hukuman ekonomi atas insiden Salisbury. Hal ini terjadi setelah pemerintah Inggris, Uni Eropa dan Amerika Serikat menuding Rusia sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas serangan gas saraf terhadap seorang mantan agen Moskow di Inggris.

Kejadian tadi menjadi dasar bagi Washington D.C untuk menjatuhkan sejumlah sanksi terhadap Rusia dan menyatakan bakal terus menambah hukuman sampai Negara Beruang Merah bisa memberikan jaminan tidak bakal menggunakan senjata kimia.

Tindakan ini sempat mengguncang pasar finansial di Rusia yang menyebabkan biaya peminjaman dana menjadi semakin besar. Antara

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Karya Desainer Terkemuka Mirip Kantong Tidur, Adakah Peminatnya?

Karya Desainer Terkemuka Mirip Kantong Tidur, Adakah Peminatnya?

Lifestyle | Senin, 20 Agustus 2018 | 01:30 WIB

Akhir Pekan di London : Serangan Badai Debby

Akhir Pekan di London : Serangan Badai Debby

Tekno | Sabtu, 11 Agustus 2018 | 07:30 WIB

Kenalkan ... Empat Pilot F1 "Duta Komunikasi"

Kenalkan ... Empat Pilot F1 "Duta Komunikasi"

Sport | Kamis, 02 Agustus 2018 | 17:00 WIB

Old Town Central, Wajib Dikunjungi Selagi di Hong Kong

Old Town Central, Wajib Dikunjungi Selagi di Hong Kong

Lifestyle | Selasa, 31 Juli 2018 | 20:00 WIB

Terkini

Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi

Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:53 WIB

Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India

Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:54 WIB

Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe

Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:31 WIB

Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II

Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:11 WIB

81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun

81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:02 WIB

DJKI Cermati 124 Situs Hasil Laporan Motion Picture Association

DJKI Cermati 124 Situs Hasil Laporan Motion Picture Association

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 20:29 WIB

Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur

Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:10 WIB

Berat Badan 120 Kg dan Gejala Stroke, Razman Nasution Ditempatkan di Blok E Lapas Cipinang

Berat Badan 120 Kg dan Gejala Stroke, Razman Nasution Ditempatkan di Blok E Lapas Cipinang

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:25 WIB

Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti

Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:40 WIB

183 Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, KAI Ratakan Puluhan Bangunan Liar

183 Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, KAI Ratakan Puluhan Bangunan Liar

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:30 WIB

×