Partai Demokrat Jelaskan Politik Dua Kaki di Pilpres 2019

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 12 September 2018 | 21:02 WIB
Partai Demokrat Jelaskan Politik Dua Kaki di Pilpres 2019
Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. (Suara.com/Yosea Arga Pramudita)

Suara.com - Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean membeberkan makna politik 'dua kaki' yang dilakukan Partai Demokrat dalam Pemilihan Umum 2019. Selain memperjuangkan pasangan bakal Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019, Partai Demokrat pun berjuang untuk tak kehilangan suara di Pileg 2019. 

Menurut Ferdinand, politik dua kaki itu bukan dalam artian mendukung Prabowo-Sandiaga tapi membiarkan kadernya memperjuangkan kemenangan untuk pasangan Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin. 

Yang dimaksud dengan dua kaki Partai Demokrat, kata Ferdinand, adalah kaki kiri Partai Demokrat harus memperjuangan para kader-kadernya yang maju di Pileg 2019 nanti dan kaki kanan yang harus memperjuangkan Prabowo-Sandiaga memenangkan Pilpres 2019. 

"Dua hal ini menjadi tugas partai demokrat untuk memenangkannya. Karena kepentingan partai tidak boleh kami abaikan dan tidak boleh abai juga ke kepentingan pilpres," kata Ferdinand di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhono, Jalan Mega Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Rabu (12/9/2018). 

Partai Demokrat, kata Ferdinand, menyadari suara dukungan Jokowi-Ma'ruf Amin sangat besar di beberapa daerah. Oleh karena itu Partai Demokrat tengah menyusun sejumlah strategi khusus agar kader Demokrat tidak kehilangan suara. 

"Kalau caleg kami datang dengan narasi membawa Pak Prabowo tentu caleg yang kami usung tak mendapat tempat di masyarakat bahkan ditolak. Kami tidak ingin kehilangan suara di Papua," ujarnya. 

Partai Demokrat juga akan memberikan dispensasi pada kader yang telah menyatakan mendukungJokowi untuk tidak mengkampanyekan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Akan tetapi, para kader itu pun diperboleh untuk tidak mengkampanyekan Prabowo-Sandiaga di daerahnya. 

Yang menjadi penekanan Ferdinand ialah para kader-kader yang maju sebagai caleg itu sedianya harus memperjuangan nama Partai Demokrat. 

"Dispensasi yang kami berikan itu adalah mereka boleh tidak mengkampanyekan capres tapi tidak juga kampanyekan Jokowi. Cukup kampanyekan partai Demokrat dan dirimu sebagai caleg supaya tak hadapi resistensi di masyarakat," pungkasnya. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Partai Demokrat Bantah Hubungannya dengan Partai Gerindra Retak

Partai Demokrat Bantah Hubungannya dengan Partai Gerindra Retak

News | Kamis, 09 Agustus 2018 | 05:52 WIB

Terkini

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

×