Perjuangan ACT Bebaskan Anak-anak dari Trauma Gempa Lombok

Bangun Santoso, Muhammad Yasir

Senin, 17 September 2018 | 12:46 WIB
Perjuangan ACT Bebaskan Anak-anak dari Trauma Gempa Lombok
Sejumlah anak-anak korban gempa Lombok mengikuti trauma healing yang diselenggarakan oleh ACT. (Suara.com/Muhammad Yasir)

Suara.com - Aksi Cepat Tanggap (ACT) bekerjasama dengan Wall's brand es krim produksi PT Unilever Indonesia Tbk mengunjungi lokasi bencana gempa Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka melakukan kegiatan trauma healing terhadap ratusan anak korban gempa di YPS Al-Azhar, Gunung Sari, Lombok Barat.

Presiden ACT, Ahyudin mengatakan, meski status tanggap darurat gempa Lombok sudah dinyatakan lewat, banyak warga khususnya anak-anak masih hidup dalam ketakutan akibat trauma. Untuk itu, ACT dan Wall's bekerjasama mengambil bagian dalam upaya pemulihan kondisi psikis para korban.

"Bersama-sama, kami mempersiapkan berbagai bentuk bantuan trauma healing yang diharapkan mampu membawa semangat dan kebahagiaan yang berarti bagi anak-anak Lombok untuk mengejar mimpi," kata Ahyudin, Senin (17/9/2018).

Terkait itu, Direktur Refresment PT Unilever Indonesia, Jochanan Senf yang juga turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, Unilever melalui Wall's mencoba untuk membagi kebahagiaan kepada anak-anak korban bencana gempa Lombok yang mengalami trauma. Sebagai perusahaan yang juga menjalankan bisnis di Lombok, Unilever turut memiliki tanggung jawab ikut membangun kembali Lombok.

"Kita tahu gempa yang terjadi kemarin sangat menyedihkan, tapi bukan teman-teman sekalian saja yang merasakan. Tapi termasuk kami juga meraskan dan kami akan berusaha terus membantu," kata Jochanan.

Dalam serangkaian kegiatan trauma healing, ACT dan Wall's turut membagi kebahagian melalui 55.000 es krim gratis yang akan dibagikan kepada masyarakat terdampak bencana gempa Lombok. Selain itu, diselenggarakan juga nonton bareng film animasi Petualangan Singa Paddle Pop. Kemudian juga membagikan peralatan sekolah yang disertai pesan surat berisi motivasi dari karyawan Unilever Indonesia untuk anak-anak korban bencana gempa Lombok.

"Hari ini kami datang akan membagikan es krim buat adik-adik. Harapannya bisa membuat adik-adik senang," ujar Jochanan.

Untuk diketahui, dalam kegiatan tersebut Wall’s juga mengajak salah satu atlet bola voli nasional sekaligus Duta Tim Indonesia, Pungky Afriecia, untuk berolahraga dan berbagi inspirasi bersama warga dan anak-anak korban bencana gempa Lombok.

Pungky, mengatakan sebagai seorang atlet, salah satu hal yang mendorongnya untuk terus berprestasi adalah semangat juara. Dia mengaku selalu berupaya bangkit dari kegagalan. Semangat untuk bangkit dari kegagalan itu yang ingin ia bagikan kepada anak-anak korban bencana.

baca juga

"Semangat ini yang ingin saya sebarkan kepada warga Lombok, khususnya anak-anak. Bahwa dibalik setiap kesulitan, pasti ada kesempatan yang lebih besar lagi untuk bangkit menjadi juara," ujar Pungky.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cerita Miris, Korupsi Proyek Rehabilitasi Pasca Gempa Lombok

Cerita Miris, Korupsi Proyek Rehabilitasi Pasca Gempa Lombok

News | Senin, 17 September 2018 | 06:16 WIB

Hibur Anak-anak Korban Gempa di Lombok, Via Vallen Malah Dikecam

Hibur Anak-anak Korban Gempa di Lombok, Via Vallen Malah Dikecam

Entertainment | Jum'at, 14 September 2018 | 08:41 WIB

Korban Gempa Lombok Dihantui Penaikkan Harga Bahan Pokok

Korban Gempa Lombok Dihantui Penaikkan Harga Bahan Pokok

News | Kamis, 13 September 2018 | 10:40 WIB

6 Penyakit Ini Mengintai Pengungsi Gempa Lombok

6 Penyakit Ini Mengintai Pengungsi Gempa Lombok

Health | Rabu, 12 September 2018 | 17:15 WIB

Tahun Baru Islam 1440 Hijriah, MUI: Dermawan, Bantu Gempa Lombok

Tahun Baru Islam 1440 Hijriah, MUI: Dermawan, Bantu Gempa Lombok

News | Selasa, 11 September 2018 | 09:14 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×