KPK Klaim Dugaan Suap PLTU Riau-1 Makin Kuat Mengarah ke Golkar

Pebriansyah Ariefana, Welly Hidayat

Rabu, 19 September 2018 | 15:28 WIB
KPK Klaim Dugaan Suap PLTU Riau-1 Makin Kuat Mengarah ke Golkar
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dan Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Suara.com/Yosea Arga

Suara.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Basaria Pandjaitan terus mempertajam dugaan adanya aliran dana kasus suap PLTU Riau-1 ke Munaslub Golkar 2017 lalu. KPK sudah memprediksi dari sejumlah keterangan saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan diduga adanya aliran dana ke Partai Golkar tersebut.

"Informasi itu sudah ada (aliran dana ke Golkar). Prediksi kami sudah ada ke situ , tapi pembuktian itu belum dapat," kata Basaria, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2018).

Basaria menegaskan tak memungkiri penyidik KPK mempunyai rencana melakukan pemeriksaan terhadap Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto. Namun penyidik KPK belum dapat dipastikan melakukan penjadwalan tersebut.

"Bisa saja (Pemanggilan Airlangga Hartanto). Bisa saja ke mana-mana penyidikan. Tapi kami nggak bisa target, oh si ini harus diperiksa, kami tunggu penyidik saja," tutup Basaria

Sebelumnya, KPK telah menerima uang pengembalian dari salah satu pengurus parta Golkar dalam Munaslub 2017 lalu, sebanyak Rp 700 juta. Diduga uang tersebut dikembalikan terkait proyek PLTU Riau-1.

Hal itu pertama kali disampaikan oleh salah satu tersangka mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih menyebut adanya uang masuk terkait proyek PLTU Riau-1 ke Munaslub Golkar sebanyak Rp2 miliar. Ketika itu, Eni merupakan Bendahara Umum Munaslub Golkar 2017 lalu.

Dalam kasus PLTU Riau-1, KPK telah menahan tiga orang tersangka. Mereka adalah mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham, Johannes B. Kotjo, dan Eni Maulani Saragih.

Seperti diketahui, Idrus diduga telah dijanjikan uang 1,5 juta dolar AS oleh Johannes Budisutrisno Kotjo. Kemudian, Idrus juga diduga ikut mendorong percepatan proses penandatanganan proyek PLTU Riau 1 tersebut.

Sedangkan Eni diduga menerima uang sebesar Rp 6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap, dengan rincian Rp 4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp 2,25 miliar pada Maret-Juni 2018. Uang itu terkait dengan proyek PLTU Riau-1.

baca juga

Atas perbuatannya, Idrus disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 ke-2 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Periksa Melchias Mekeng, KPK Kejar Aliran Duit ke Munaslub Golkar

Periksa Melchias Mekeng, KPK Kejar Aliran Duit ke Munaslub Golkar

News | Rabu, 19 September 2018 | 14:31 WIB

Korupsi Proyek Gempa Lombok, Politisi Golkar Kena Pasal Berlapis

Korupsi Proyek Gempa Lombok, Politisi Golkar Kena Pasal Berlapis

News | Rabu, 19 September 2018 | 12:48 WIB

Dalami Kasus PLTU Riau-1, KPK Panggil Melchias Mekeng

Dalami Kasus PLTU Riau-1, KPK Panggil Melchias Mekeng

News | Rabu, 19 September 2018 | 11:09 WIB

KPK Sita Duit Rp 200 Juta Terkait Suap DPRD Sumatera Utara

KPK Sita Duit Rp 200 Juta Terkait Suap DPRD Sumatera Utara

News | Rabu, 19 September 2018 | 07:06 WIB

Setya Novanto Jual Rumah untuk Kembalikan Uang Korupsi e-KTP

Setya Novanto Jual Rumah untuk Kembalikan Uang Korupsi e-KTP

News | Selasa, 18 September 2018 | 21:23 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×