alexametrics

Depok Punya Sekolah Berusia 128 Tahun Bekas Anak Bangsawan Eropa

Iwan Supriyatna
Depok Punya Sekolah Berusia 128 Tahun Bekas Anak Bangsawan Eropa
SDN02 Pancoranmas di Jalan Pemuda, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas merupakan bangunan tua sudah 128 tahun ada di Depok, Rabu (26/9/2018). (Suara.com/Supriyadi)

"Yang boleh sekolah itu keturunan eropa saja yang boleh. Alasannya itu sekolah elit."

Suara.com - Bangunan SDN 02 Pancoranmas di Jalan Pemuda, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas peninggalan Belanda yang sudah ada sejak tahun 1890 di Kota Depok, Jawa Barat tidak banyak berubah.

Terlihat dari gaya bangunan Belanda seperti pintu dengan tinggi kurang lebih 3 meter. Jendela kurang lebih 2 meter, keramik, dan kerangka pun masih terlihat kokoh.

Bahkan meja dan kursi belajar dari kayu jati bekas anak-anak keturunan dari bangsawan Eropa pun masih ada yang digunakan dan tidak terpakai lalu tertumpuk di belakang sekolah.

SDN02 Pancoranmas di Jalan Pemuda, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas merupakan bangunan tua sudah 128 tahun ada di Depok, Rabu (26/9/2018).
SDN02 Pancoranmas di Jalan Pemuda, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas merupakan bangunan tua sudah 128 tahun ada di Depok, Rabu (26/9/2018).

"Atas seperti genteng itu baru. Semua tiang bangunan masih asli tidak dirubah," kata Kepala Bidang Aset Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) Ferdi Yonathan kepada Suara.com, di kantor YLCC, Rabu (26/9/2018).

Bangunan SDN 02 Pancoranmas sudah ada sejak 128 tahun lalu dengan nama Eropa School. Sekolah itu hanya untuk anak para keturunan Eropa yakni Belanda karena dulu sekolahan itu elit.

Untuk kurikulum pun disamakan dengan mata pelajaran di Belanda, tapi ada pelajaran yang sama dengan sekolah lokal waktu itu.

Tumpukan meja dan bangku di SDN02 Pancoranmas.
Tumpukan meja dan bangku di SDN02 Pancoranmas.

"Yang boleh sekolah itu keturunan eropa saja yang boleh. Alasannya itu sekolah elit. Jadi banyak orang Belanda tinggal di Depok yang menikah jadi ada warga Depok keturunan eropa," ungkap dia.

Kontributor : Supriyadi