Menkes: Kemenkes Gerak Cepat Tangani Korban Gempa Palu

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Selasa, 02 Oktober 2018 | 08:05 WIB
Menkes: Kemenkes Gerak Cepat Tangani Korban Gempa Palu
Menkes Nila F Moeloek. (Suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Menteri Kesehatan RI (Menkes) Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K) mengatakan bencana gempa dan tsunami yang menghantam Donggala, Mamuju dan Palu mengakibatkan kerusakan infrastruktur termasuk aliran listrik dapat menghambat penanganan medis bagi para korban gempa Palu.

Meski demikian Kemenkes berupaya keras dengan berbagai cara agar bisa memberi pertolongan dan pengobatan, termasuk mencari solusi agar kamar operasi dapat berfungsi.

"Tindakan-tindakan seperti untuk kasus trauma musculoskeletal agak sulit dilakukan selama kamar operasi tidak optimal, maka kami upayakan betul. Dokter sudah datang dan sebagian membawa peralatan, seperti dokter ortopedi, karena kita tahu dampak gempa itu patah tulang (fracture) pasti banyak," ujar Menkes Nila ketika ditemui saat Apel Siaga Asian Para Games di Gedung Kemenkes, Senin (1/10/2018).

Agar pelayanan kesehatan tidak terhenti, lanjut Menkes Nila, tim kesehatan juga ada yang membawa genset dengan cadangan bahan bakar sendiri, tabung oksigen yang sudah terisi sehingga bisa langsung menangani korban gempa. Tak hanya itu, dalam kondisi darurat seperti ini, sambung Menkes, ada pula tenaga kesehatan yang melakukan pertolongan korban dengan melakukan amputasi di antara reruntuhan bangunan.

Selain itu, kata Menkes Nila, untuk memberikan pelayanan kesehatan para tenaga medis tak hanya membutuhkan listrik dan BBM untuk menyalakan genset, tapi juga air bersih untuk melakukan tindakan.

Untuk itu, selain berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, salah satu unit pelaksana teknis Kementerian Kesehatan, yakni Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pencegahan Penyakit (BTKL-PP) Makassar, telah mengirimkan lebih dari 1.000 penjernih air untuk dapat menjernihkan 70 liter air.

Selain berfokus pada penyelamatan korban reruntuhan, Kemenkes, kata Nila juga memperhatikan kelompok rentan yakni ibu hamil dan Balita. Untuk itu, Kemenkes juga akan segera mengirimkan bantuan makanan tambahan bagi Ibu Hamil dan Balita sebanyak 2 ton dan obat-obatan.

"Obat-obatan sebetulnya cukup, tetapi untuk selanjutnya pasti akan membutuhkan. Itu kita geser juga, dari Luwuk Timur, Luwuk Utara, untuk mengirim obat-obatan. Kami juga tetap akan support dari pusat, termasuk yang sangat diperlukan itu ATS (anti tetanus serum). Obat dari pusat juga sudah ada di bandara Halimperdanakusuma," urai Menkes Nila panjang lebar.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pangkalan Udara Iswahjudi Dukung Bantuan ke Palu - Donggala

Pangkalan Udara Iswahjudi Dukung Bantuan ke Palu - Donggala

News | Selasa, 02 Oktober 2018 | 07:05 WIB

Cek Kesehatan Korban Gempa, Menteri Kesehatan Bertolak ke Palu

Cek Kesehatan Korban Gempa, Menteri Kesehatan Bertolak ke Palu

News | Selasa, 02 Oktober 2018 | 02:03 WIB

Warga Palu: 3 Hari Tak Makan, Jangan Sebut Kami Penjarah

Warga Palu: 3 Hari Tak Makan, Jangan Sebut Kami Penjarah

News | Senin, 01 Oktober 2018 | 21:59 WIB

Terkini

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:11 WIB

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:08 WIB

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:05 WIB

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Ika Wonda Hattrick, MilkLife Strikers Buka Singa Cup 2026 dengan Kemenangan Telak

Ika Wonda Hattrick, MilkLife Strikers Buka Singa Cup 2026 dengan Kemenangan Telak

Surakarta | Minggu, 01 November 2026 | 21:56 WIB

Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri

Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri

Jatim | Minggu, 01 November 2026 | 21:47 WIB

Revora 2026 Bakal Hadirkan 1.000 Mobil di Kawasan Lapangan Merdeka Medan, Ini Jadwal dan Keseruannya

Revora 2026 Bakal Hadirkan 1.000 Mobil di Kawasan Lapangan Merdeka Medan, Ini Jadwal dan Keseruannya

Sumut | Minggu, 01 November 2026 | 21:44 WIB

Latihan Jadi Pengusaha Digital, Santri di Solo Mimpi Buka Warung Pecel Lele

Latihan Jadi Pengusaha Digital, Santri di Solo Mimpi Buka Warung Pecel Lele

Surakarta | Minggu, 01 November 2026 | 21:41 WIB

Jadi Media Peredaran Narkotika Cair, Kapolri Larang Anggota Polri Pakai Vape

Jadi Media Peredaran Narkotika Cair, Kapolri Larang Anggota Polri Pakai Vape

News | Minggu, 01 November 2026 | 21:41 WIB

×