Pasokan Makanan Kurang, Korban Gempa di Sigi Makan Ubi dan Talas

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 07 Oktober 2018 | 07:45 WIB
Pasokan Makanan Kurang, Korban Gempa di Sigi Makan Ubi dan Talas
Raisa Saputri Ruslan, bocah perempuan berusia 4 tahun ikut menjadi korban gempa dan tsunami Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) pekan lalu. [Suara.com/Lirzam Wahid]

Suara.com - Para pengungsi korban gempa di sejumlah desa di Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah butuh bantuan makanan, sarung dan selimut untuk tempat berlindung. Saat ini pasokan bahan makanan di sana kurang.

Karena kekurangan bahan pangan beras, warga kebanyakan ubi jalar, talas dan pisang agar bisa hidup. Selain bahan makanan, juga butuh tenda dan selimut karena mala hari udaranya sangat dingin.

Bantuan untuk korban gempa di wilayah itu hanya bisa lewat udara, sebab akses jalan menuju Lindu sejak gempabumi putus total tertimbung tanah longsor. Warga Lindung akan mendapat sambutan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten demi berjuang agar bisa dapat di lewati kendaraan roda dua dan mobil.

"Sebagian besar penduduk di Lindu rumah rusak dan warga hanya membuat tenda-tenda darurat di permukaan dan halaman rumah," kata Ny Merry, salah seorang pengungsi di Desa Tomado, Kecamatan Lindu, Sabtu.

Selain bangunan rumah penduduk, sarana ibadah gereja dan masjid di daerah itu rata-rata tingkat guncangan gempa yang cukup keras di kecamatan yang terletak sekitar 2.000 dari permukaan laut.

Kecamatan tersebut juga pernah diguncang gempa beberapa tahun yang lalu, rumah, tempat ibadah, sekolah dan kantor desa rusak dan korban jiwa jiwa orang tertumur rempat rumah. Gempabumi kali ini yang terjadi pada 28 September 2018 satu orang anak meninggal dunia dan beberapa warga luka-luka.

Hal senada juga disampaikan Bertolomeus, salah seorang warga Desa Olu. Desa Olu berada di seberang Danau Lindu. Untuk menuju desa itu harus nait perahu atau kapal motor. Ia juga mengatakan belum tentu mendapatkan bantuan bahan makanan dan logistik lainnya.

Untuk menuju wilayah Lindu harus melewati kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) yang merupakan cagar biosfer dunia. (Antara)

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Eksperimen Sederhana Ini Ungkap Dampak Likuifaksi saat Gempa

Eksperimen Sederhana Ini Ungkap Dampak Likuifaksi saat Gempa

Tekno | Sabtu, 06 Oktober 2018 | 20:15 WIB

Cegah Tetanus dan Flu, Korban Gempa Palu Dapat Imunisasi Gratis

Cegah Tetanus dan Flu, Korban Gempa Palu Dapat Imunisasi Gratis

Health | Sabtu, 06 Oktober 2018 | 10:15 WIB

Bantu Korban Gempa, Warga Sumbar Kirim 1,6 Ton Rendang ke Palu

Bantu Korban Gempa, Warga Sumbar Kirim 1,6 Ton Rendang ke Palu

News | Sabtu, 06 Oktober 2018 | 09:28 WIB

Korban Gempa Palu Dapat Bantuan Biaya Hidup Rp 10 Ribu Sehari

Korban Gempa Palu Dapat Bantuan Biaya Hidup Rp 10 Ribu Sehari

News | Sabtu, 06 Oktober 2018 | 00:24 WIB

Terkini

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Tempe Tak Hanya Jadi Lauk, Kini Dikembangkan Menjadi Camilan Tinggi Protein

Tempe Tak Hanya Jadi Lauk, Kini Dikembangkan Menjadi Camilan Tinggi Protein

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Sokoguru Policy Series Jadi Wadah Kolaborasi untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Sokoguru Policy Series Jadi Wadah Kolaborasi untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:39 WIB

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Masyarakat Sumut, Gubsu Bobby Siapkan Modifikasi Cuaca

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Masyarakat Sumut, Gubsu Bobby Siapkan Modifikasi Cuaca

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:38 WIB

BNCT Siapkan SMP Baru untuk Anak-anak Belawan, Target Beroperasi 2028

BNCT Siapkan SMP Baru untuk Anak-anak Belawan, Target Beroperasi 2028

Sumut | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Sukses di Bioskop, Alas Roban The Series Siap Teror Penonton ANTV dan Netflix

Sukses di Bioskop, Alas Roban The Series Siap Teror Penonton ANTV dan Netflix

Entertainment | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:27 WIB

×