Daya Beli Melemah di Era Prabowo-Gibran, Harga Kebutuhan Pokok Jadi Beban Warga

Vania Rossa

Senin, 31 Agustus 2026 | 14:49 WIB
Daya Beli Melemah di Era Prabowo-Gibran, Harga Kebutuhan Pokok Jadi Beban Warga
Prabowo-Gibran. [Suara.com/Novian]
baca 10 detik
  • Poltracking Indonesia merilis hasil survei terkait kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran pada Senin, 31 Agustus 2026.
  • Sebanyak 55,6 persen responden menilai harga kebutuhan pokok tidak terjangkau dan menjadi persoalan utama masyarakat.
  • Survei menunjukkan pengendalian harga pokok dan pengangguran merupakan aspek keberhasilan terendah dari kinerja pemerintah.

Suara.com - Melemahnya daya beli dan mahalnya harga kebutuhan pokok menjadi salah satu persoalan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat dalam menilai kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Temuan tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Yuda AR, dalam pemaparan survei bertajuk "Membaca Tren Kepuasan Publik terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran".

Survei Poltracking Indonesia periode Agustus 2026 menunjukkan sebanyak 62,5 persen publik menilai pengeluaran rumah tangga dalam setahun terakhir semakin meningkat.

Sementara itu, 55,6 persen responden menilai harga kebutuhan pokok dalam satu bulan terakhir tidak terjangkau.

Menurut Yuda, kondisi tersebut menunjukkan adanya tekanan terhadap daya beli masyarakat.

“Data ini menunjukkan bahwa ada situasi ekonomi, daya beli masyarakat itu melemah karena bisa jadi faktor penghasilan tidak meningkat tetapi harga kebutuhan pokok justru meningkat, sehingga daya beli masyarakat mengalami penurunan,” kata Yuda dalam tayangan Poltracking TV, Senin (31/8/2026).

Tekanan ekonomi tersebut juga menjadi salah satu persoalan yang paling banyak dirasakan masyarakat.

Sebanyak 44,3 persen responden menyebut mahalnya harga kebutuhan pokok sebagai persoalan utama yang sedang dihadapi.

“Mayoritas sekali 44,3 persen, jadi persoalan kebutuhan pokok ekonomi cukup determinan dari temuan survei kali ini,” ujarnya.

baca juga

Yuda mengatakan isu ekonomi juga tercermin dalam penilaian publik terhadap kemampuan pemerintah.

Pengendalian harga kebutuhan pokok dan penurunan angka pengangguran menjadi aspek yang dinilai memiliki tingkat keberhasilan paling rendah.

“Lagi-lagi isu ekonomi paling determinan, paling kuat dalam persepsi yang kami rekam dalam persepsi publik, yaitu belum terselesaikannya isu mengatasi pengangguran dan juga mengendalikan harga kebutuhan pokok,” pungkasnya.

Reporter : Agustin Dwi Anggraini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo

Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:19 WIB

Dedi Mulyadi Unggul Jauh dari Prabowo dalam Survei Capres 2029

Dedi Mulyadi Unggul Jauh dari Prabowo dalam Survei Capres 2029

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:31 WIB

Survei Tempo Data Science: Kepuasan Publik Terhadap Prabowo-Gibran Anjlok Jadi 37 Persen

Survei Tempo Data Science: Kepuasan Publik Terhadap Prabowo-Gibran Anjlok Jadi 37 Persen

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:09 WIB

Terkini

Hasil Porprov Jateng 2026: Tumbang dari Semarang, Tim Softball Solo Sabet Medali Perak

Hasil Porprov Jateng 2026: Tumbang dari Semarang, Tim Softball Solo Sabet Medali Perak

Surakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Layanan Premium Makin Diperluas, Jangkau TV Micro RGB evo hingga WashTower

Layanan Premium Makin Diperluas, Jangkau TV Micro RGB evo hingga WashTower

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Bahasa Indonesia Kalah Populer di Negeri Sendiri, Mengapa?

Bahasa Indonesia Kalah Populer di Negeri Sendiri, Mengapa?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Menperin Usul Insentif Mobil Hybrid di Tengah Rendahnya Rasio Kepemilikan Mobil

Menperin Usul Insentif Mobil Hybrid di Tengah Rendahnya Rasio Kepemilikan Mobil

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Kemarau Panjang di Kandangwesi, Bagaimana Masyarakat Adat Pulihkan Hutan Demi Jaga Sumber Air?

Kemarau Panjang di Kandangwesi, Bagaimana Masyarakat Adat Pulihkan Hutan Demi Jaga Sumber Air?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:18 WIB

Downgrade Lifestyle! 3 Subtitusi Fortuner, Pajero Sport, dan Innova: 7 Seater Irit, Kolong Tinggi

Downgrade Lifestyle! 3 Subtitusi Fortuner, Pajero Sport, dan Innova: 7 Seater Irit, Kolong Tinggi

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:17 WIB

Kalau Terdaftar Judol, Apa yang Harus Dilakukan?

Kalau Terdaftar Judol, Apa yang Harus Dilakukan?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Dijejali Jargon NKRI tapi Warga Perbatasan Melarat: Di Mana Keadilan Itu?

Dijejali Jargon NKRI tapi Warga Perbatasan Melarat: Di Mana Keadilan Itu?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:15 WIB

5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:12 WIB

Bosan dengan Olahan Sosis yang Itu-Itu Saja? Coba Kreasi Ini Buat Menu Makin Bervariasi

Bosan dengan Olahan Sosis yang Itu-Itu Saja? Coba Kreasi Ini Buat Menu Makin Bervariasi

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:09 WIB

×