PSI Sebut Prabowo 3 Kali Gunakan Isu Hoaks untuk Mendulang Suara

Iwan Supriyatna, Chyntia Sami Bhayangkara

Minggu, 07 Oktober 2018 | 19:55 WIB
PSI Sebut Prabowo 3 Kali Gunakan Isu Hoaks untuk Mendulang Suara
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto bersama Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Djoko Santoso, dan Dewan Penasehat BPN Amien Rais memberikan keterangan pers mengenai penganiayaan anggota BPN Ratna Sarumpaet, di Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa (2/10). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Andy Budiman mengklaim sedikitnya sudah tiga kali calon presiden Prabowo Subianto menggunakan isi hoaks sebagai dasar untuk bersikap. Ia menilai hal itu memang sengaja dilakukan oleh Prabowo lantaran sudah berulang kali terjadi.

Andy mengatakan, isu hoaks mengenai Ratna Sarumpaet akan mempengaruhi elektabilitas Prabowo. Ia memanfaatkan momentum hoaks ini untuk mendulang perhatian.

"Kasus Ratna Sarumpaet akan berpengaruh soal elektabilitas Pak Prabowo, karena paling tidak Prabowo sudah 3 kali menggunakan hoaks sebagai dasar pengambilan sikap," kata Andy saat ditemui di Kantor SMRC, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/10/2018).

Andy mengatakan, hoaks pertama terjadi pada Pemilu 2014. Saat itu, Prabowo menggunakan lembaga survei dengan hasil nilai sementara pemilu yang jauh lebih unggul dibandingkan dengan Joko Widodo. Namun, KPU akhirnya mengkonfirmasi bahwa hal itu tidak benar.

Kedua kalinya Prabowo juga melakukan hal serupa. Prabowo menyebut Indonesia akan bubar pada 2045. Ia menggunakan novel untuk melihat Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Kekinian adalah kasus Ratna Sarumpaet. Ia membela Ratna Sarumpaet dihadapan publik namun ternyata Ratna Sarumpaet terbukti melakukan kebohongan hingga akhirnya ditangkap oleh kepolisian pada Kamis (4/10/2018) malam di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

"Saya pikir masyarakat akan melihat ketiga kualitas. Minimal ini memperlihatkan di mana Pak Prabowo menggunakan hoaks sebagai dasar pengambilan sikap," ungkap Andy.

Dengan adanya ketiga hoaks ini, Andy menilai akan membuat para pemilih yang tadinya masih belum menentukan pilihan menjadi menutup diri untuk memilih Prabowo. Pasalnya, kualitas kepemimpinan Prabowo menjadi tanda tanya besar.

"Ini menjadi isu penting bagi Indonesia bagaimana melihat kualitas kandidat dari informasi yang masuk dan kemudian dijadikan pegangan oleh dia dalam mengambil keputusan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gara-gara Dikibuli Ratna Sarumpaet, Citra Diri Prabowo Jadi Buruk

Gara-gara Dikibuli Ratna Sarumpaet, Citra Diri Prabowo Jadi Buruk

News | Minggu, 07 Oktober 2018 | 18:51 WIB

Ratna Sarumpaet Diberi Gelar Ratu Hoaks, Maruf Amin : Hahaha

Ratna Sarumpaet Diberi Gelar Ratu Hoaks, Maruf Amin : Hahaha

News | Minggu, 07 Oktober 2018 | 14:25 WIB

LPI: Ratna Sarumpaet Ciderai Demokrasi Indonesia

LPI: Ratna Sarumpaet Ciderai Demokrasi Indonesia

News | Sabtu, 06 Oktober 2018 | 14:38 WIB

Terkini

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB

Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata

Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:16 WIB

PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa

PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:09 WIB

Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang

Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:08 WIB

Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap

Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:57 WIB

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:52 WIB

Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat

Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:45 WIB

Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi

Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:25 WIB

Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni

Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:16 WIB