231 Korban Gempa Palu Tiba di Tanjung Perak, Mengungsi ke Jatim

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 09 Oktober 2018 | 06:05 WIB
231 Korban Gempa Palu Tiba di Tanjung Perak, Mengungsi ke Jatim
Korban gempa Palu Sulawesi Tengah. [Suara.com/Muhamad Yasir]

Suara.com - Ratusan pengungsi korban bencana gempa dan tsunami asal Palu, Sulawesi Tengah, tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur. Mereka berlayar dari Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, menumpang kapal motor (KM) Nggapulu, milik PT Pelayaran Indonesia (Pelni) dan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Senin, sekitar pukul 22.00 WIB malam.

Staf Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur Syahrulloh saat dikonfirmasi di Pos Komando (Posko) Utama Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin malam, menyebut jumlah pengungsi korban bencana Palu yang turun dari KM Nggapulu berjumlah 231 orang.

"Petugas kami di Posko Utama Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya saat ini masih sedang melakukan pendataan untuk membantu mengantarkan mereka ke daerah yang dituju," katanya.

Dia mengatakan para pengungsi yang malam ini tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya semuanya adalah warga Palu yang merupakan perantau asal sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

"Paling banyak yang tiba malam ini adalah warga Palu asal Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, berjumlah 149 orang," ujarnya.

Terbanyak lainnya berasal dari Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berjumlah 47 orang.

"Pengungsi korban bencana Palu yang dari Pulau Raas dan Bojonegoro ini memang berniat pulang ke kampung halamannya secara rombongan yang telah dikoordinir," katanya.

Pengungsi Palu asal daerah lainnya tampak turun dari KM Nggapulu di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya secara perorangan atau bersama keluarganya. Tercatat yang dari Jawa Timur berasal dari Banyuwangi berjumlah lima orang, Malang empat orang, dan Biltar tiga orang.

Selain itu dari Jember dan Lamongan masing-masing enam orang, serta dari Trenggalek dan Mojokerto masing-masing satu orang.

baca juga

Sedangkan pengungsi korban Palu dari Jawa Tengah yang malam ini turun dari KM Nggapulu di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya masing-masing berasal dari Jepara satu orang, Cilacap lima orang dan Kudus tiga orang.

Syahrulloh mengatakan Posko Utama di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya didirikan sejak terjadi gempa di Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah, pada 28 September lalu, untuk memberi kemudahan bagi para pengungsi. Setelah dilakukan pendataan, para pengungsi itu disediakan akomodasi dan transportasi untuk diantar ke masing-masing daerah tujuannya.

"Ini adalah kedatangan kedua pengungsi korban gempa dan tsunami Palu yang datang melalui kapal laut di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Sebelumnya sudah datang kemarin malam, Minggu, 7 Oktober, berjumlah 51 orang. Mereka semuanya adalah warga Palu asal Pulau Raas," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

10 Hari Usai Gempa Sulteng, 1.096 Napi Tak Jelas Rimbanya

10 Hari Usai Gempa Sulteng, 1.096 Napi Tak Jelas Rimbanya

News | Senin, 08 Oktober 2018 | 20:30 WIB

BPN Mulai Petakan Lahan Relokasi Korban Gempa Palu, di Mana Saja?

BPN Mulai Petakan Lahan Relokasi Korban Gempa Palu, di Mana Saja?

News | Senin, 08 Oktober 2018 | 17:55 WIB

Kamis, Pencarian Korban Gempa Palu - Donggala Dihentikan

Kamis, Pencarian Korban Gempa Palu - Donggala Dihentikan

News | Senin, 08 Oktober 2018 | 16:00 WIB

Megawati Ungkap Kisahnya Diguncang Gempa di Jepang

Megawati Ungkap Kisahnya Diguncang Gempa di Jepang

News | Senin, 08 Oktober 2018 | 14:55 WIB

Terkini

7 Sandal Gunung Harga Rp100 Ribuan, Nyaman dan Mudah Kering untuk Outdoor

7 Sandal Gunung Harga Rp100 Ribuan, Nyaman dan Mudah Kering untuk Outdoor

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 14:21 WIB

Pipi Auto Fresh! 6 Blush On Nuansa Mauve yang Elegan untuk Daily Makeup

Pipi Auto Fresh! 6 Blush On Nuansa Mauve yang Elegan untuk Daily Makeup

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 14:20 WIB

Perkuat Pengelolaan Anggaran Jelang Akhir Tahun, Imigrasi Sumut Gelar Coaching Clinic

Perkuat Pengelolaan Anggaran Jelang Akhir Tahun, Imigrasi Sumut Gelar Coaching Clinic

Sumut | Selasa, 29 September 2026 | 14:19 WIB

Bahas RUU Pemilu, DPR Buka Ruang Dengar Aspirasi Partai Non-Parlemen Akhir Pekan Ini

Bahas RUU Pemilu, DPR Buka Ruang Dengar Aspirasi Partai Non-Parlemen Akhir Pekan Ini

News | Selasa, 29 September 2026 | 14:16 WIB

Fans Malaysia Ejek Indonesia Parkir Bus, Suporter Garuda Balik Menohok: 11 Lawan 10 Saja Tak Menang

Fans Malaysia Ejek Indonesia Parkir Bus, Suporter Garuda Balik Menohok: 11 Lawan 10 Saja Tak Menang

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 14:14 WIB

Modus Ajak Jalan Lalu Cabuli Siswinya, Guru ASN di Situbondo Terancam Dipecat

Modus Ajak Jalan Lalu Cabuli Siswinya, Guru ASN di Situbondo Terancam Dipecat

Jatim | Selasa, 29 September 2026 | 14:14 WIB

Pungutan Liar kepada UMKM Bukan Tradisi yang Harus Dimaklumi

Pungutan Liar kepada UMKM Bukan Tradisi yang Harus Dimaklumi

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 14:10 WIB

Apakah Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober Libur Nasional? Ini Jawabannya

Apakah Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober Libur Nasional? Ini Jawabannya

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 14:10 WIB

Anggaran Habis, Program Mati: Ada yang Salah dengan Cara Pemerintah Bekerja

Anggaran Habis, Program Mati: Ada yang Salah dengan Cara Pemerintah Bekerja

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 14:10 WIB

Media Belanda Angkat Topi dengan Aksi Heroik Maarten Paes saat Lawan Malaysia

Media Belanda Angkat Topi dengan Aksi Heroik Maarten Paes saat Lawan Malaysia

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 14:08 WIB

×