BPN Mulai Petakan Lahan Relokasi Korban Gempa Palu, di Mana Saja?

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 08 Oktober 2018 | 17:55 WIB
BPN Mulai Petakan Lahan Relokasi Korban Gempa Palu, di Mana Saja?
Foto udara rumah-rumah warga yang hancur akibat gempa 7,4 skala Richter di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10). [Antara/Hafidz Mubarak]

Suara.com - Kantor Wilayah Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggandeng Badan Geologi untuk mengecek keamanan beberapa calon lahan untuk relokasi masyarakat terdampak gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah (Sulteng).

BPN meminta bantuan Badan Geologi untuk mengecek lokasi-lokasi alternatif relokasi. Namun lokasinya ada di sekitar lokasi awal. Misal Petobo berarti area calon relokasinya akan ada di sekitar lokasi awal.

"Lokasi yang menjadi tempat relokasi perlu dilihat juga, takut nanti jangan-jangan gitu lagi. Artinya memang harus ada kerja sama dengan pihak lain dulu, dan saya sudah bicara dengan Badan Geologi," kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) ATR/BPN Andry Novijandri di Palu, Senin (8/10/2018).

Soal lokasi relokasi, menurut dia, tentu banyak pertimbangan dilakukan, mulai dari masyarakat sendiri apakah setuju dengan lokasi relokasi. Karena alasan awal masyarakat memilih Petobo karena lokasi kerja, sekolah, aktivitas lainya mungkin di sekitar sana.

Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut bahwa Pemerintah merencanakan relokasi permukiman korban gempa dan atau tsunami di Palu, Donggala dan Sigi di Sulawesi Tengah.

"Relokasinya nanti pemerintah daerah akan mencari (tempatnya). Setelah ketemu beberapa daerah maka para ahli akan memetakan bagaimana potensinya daerah tersebut," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

"Kita tidak ingin masyarakat direlokasi di tempat yang sama bahayanya sehingga (mereka akan) ditempatkan di tempat yang lebih aman," lanjutnya.

Dia mengatakan daerah-daerah yang terdampak likuifaksi lebih baik selanjutnya tidak digunakan untuk permukiman.

Tempat itu diperuntukkan bukan untuk pemukiman tapi fasilitas publik misalnya hutan kota, lapangan olahraga atau didirikan museum atau tempat pendidikan yang sifatnya umum agar masyarakat bisa belajar bahwa bencana di kota Palu bukan yang pertama terjadi, ujarnya.

"Kita memerlukan bangunan seperti museum sebagai penanda agar masyarakat belajar banyak, teredukasi, kemudian kita terus latihan agar masyarakat siaga bencana," tuturnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kamis, Pencarian Korban Gempa Palu - Donggala Dihentikan

Kamis, Pencarian Korban Gempa Palu - Donggala Dihentikan

News | Senin, 08 Oktober 2018 | 16:00 WIB

Megawati Ungkap Kisahnya Diguncang Gempa di Jepang

Megawati Ungkap Kisahnya Diguncang Gempa di Jepang

News | Senin, 08 Oktober 2018 | 14:55 WIB

PDIP Kirim Bantuan Lagi ke Sulteng, Hasto: Hampir 61 Ton

PDIP Kirim Bantuan Lagi ke Sulteng, Hasto: Hampir 61 Ton

News | Senin, 08 Oktober 2018 | 14:24 WIB

Update Gempa Palu - Donggala: Korban Tewas Mencapai 1.763 Orang

Update Gempa Palu - Donggala: Korban Tewas Mencapai 1.763 Orang

News | Senin, 08 Oktober 2018 | 01:44 WIB

Mata Anak-anak Korban Gempa Palu Memerah dan Diserang Diare

Mata Anak-anak Korban Gempa Palu Memerah dan Diserang Diare

News | Senin, 08 Oktober 2018 | 06:41 WIB

Terkini

Ruang Publik Masih Sulit Diakses Sebagian Warga, Peneliti Dorong Kota Lebih Inklusif

Ruang Publik Masih Sulit Diakses Sebagian Warga, Peneliti Dorong Kota Lebih Inklusif

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:00 WIB

Kemendagri Gandeng KPK dan Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Antikorupsi

Kemendagri Gandeng KPK dan Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Antikorupsi

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:59 WIB

Sok Jago Hadang Ambulans di Depok, Pria Ini Langsung Ciut Saat Diciduk Polisi

Sok Jago Hadang Ambulans di Depok, Pria Ini Langsung Ciut Saat Diciduk Polisi

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:49 WIB

Donald Trump Kesal Mahalnya Tiket Piala Dunia 2026: Saya Nggak Mau Beli

Donald Trump Kesal Mahalnya Tiket Piala Dunia 2026: Saya Nggak Mau Beli

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:48 WIB

Langsung Kena Kritik, CFD Rasuna Said Bakal Diberlakukan dengan Penyesuaian Jam

Langsung Kena Kritik, CFD Rasuna Said Bakal Diberlakukan dengan Penyesuaian Jam

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:44 WIB

Krisis Energi Global Mulai Hantam Industri AMDK, Apa Dampaknya Bagi Konsumen?

Krisis Energi Global Mulai Hantam Industri AMDK, Apa Dampaknya Bagi Konsumen?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:43 WIB

Sampah Pasar Bisa Jadi Pupuk Cuma 2 Jam, Jakarta Uji Teknologi Baru di Kramat Jati

Sampah Pasar Bisa Jadi Pupuk Cuma 2 Jam, Jakarta Uji Teknologi Baru di Kramat Jati

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:36 WIB

DPRD DKI: Jakarta Calon Kota Global, Tidak Boleh Jadi Tempat Aman bagi Sindikat Judi Internasional

DPRD DKI: Jakarta Calon Kota Global, Tidak Boleh Jadi Tempat Aman bagi Sindikat Judi Internasional

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:36 WIB

Mengapa Krisis Iklim Disebut Bisa Memperparah Penyebaran Hantavirus?

Mengapa Krisis Iklim Disebut Bisa Memperparah Penyebaran Hantavirus?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:30 WIB

Donald Trump Ancam Hancurkan Siapa Pun yang Dekati Uranium Iran

Donald Trump Ancam Hancurkan Siapa Pun yang Dekati Uranium Iran

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:21 WIB