Kivlan Zen Sebut Keluarga PKI Pernah Tawarkan Dukungan ke Jokowi

Iwan Supriyatna, Ria Rizki Nirmala Sari

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 20:16 WIB
Kivlan Zen Sebut Keluarga PKI Pernah Tawarkan Dukungan ke Jokowi
Kivlan Zen dalam diskusi bertajuk “Membedah Agenda Politik Komunisme & Khilafah di Pilpres 2019” di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10/2018). (Suara.com/Ria Rizki Nirmala Sari)

Suara.com - Mantan Kepala Staf Kostrad ABRI, Mayjen (Purn) TNI Kivlan Zen menegaskan, kebangkitan PKI merupakan sebuah fakta. Pengamatan dia, isu itu bukan hanya sebuah ilusi.

Sebab, selain para aktivis mahasiswa, elemen PKI juga ikut dalam aksi melengserkan Presiden RI ke-2 Soeharto.

"Soeharto hancur, siapa yang menghancurkan, elemen komunis. Elemen Partai Rakyat Demokratik, Forkot, Fordem, saya lihat mereka demo pakai (lambang) komunis. Saya ga sendiri. Sampai di Tugu Proklamasi dia bawa anak Forkot, Fordem dan PDI," ungkapnya dalam diskusi bertajuk “Membedah Agenda Politik Komunisme & Khilafah di Pilpres 2019” di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10/2018).

Setelah itu, Kivlan Zen menceritakan pada zaman kepemimpinan Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pernah didesak untuk meminta maaf kepada keluarga PKI. Kivlan menyebut Gus Dur meminta maaf namun atas nama pribadi bukan presiden.

Lebih lanjut Kivlan Zen menjelaskan Presiden Jokowi pun sempat didatangi oleh keluarga PKI serta menawarkan dukungan dengan syarat Jokowi harus meminta maaf dan meminta rehabilitasi. Saat itu, Kivlan Zen menyebut Jokowi menolak.

Kivlan Zen sempat menemukan konsep pidato RAPBN 16 Agustus 2015 yang isinya ada wacana permohonan maaf negara dan rehabilitasi, namun tidak dibacakan.

"Saya baca konsep pidato RAPBN 16 Agustus 2015, mau dimasukkan mohon maaf negara dan rehabilitasi. Tapi tidak dibacakan. Masih ada sama saya lampiran Pak Jokowi minta maaf, tapi tidak dibaca," tuturnya.

Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati akan bahayanya penyebaran komunis, di mana mereka akan melakukan berbagai macam ancaman.

"Orang komunis ini sifatnya adalah militan, propaganda, fitnah segala macam. Makanya kita hati-hati," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

10 Tahun SBY Berkuasa Tak Ada Isu PKI, Kenapa Saat Jokowi Kencang

10 Tahun SBY Berkuasa Tak Ada Isu PKI, Kenapa Saat Jokowi Kencang

News | Sabtu, 13 Oktober 2018 | 19:15 WIB

Komandan Densus 99 Sebut HTI Bisa Seperti PKI Jika Dibiarkan

Komandan Densus 99 Sebut HTI Bisa Seperti PKI Jika Dibiarkan

News | Sabtu, 13 Oktober 2018 | 18:49 WIB

Ray Sahetapy Senang Presiden Jokowi Mau Belajar Bahasa Isyarat

Ray Sahetapy Senang Presiden Jokowi Mau Belajar Bahasa Isyarat

Entertainment | Sabtu, 13 Oktober 2018 | 17:46 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×