Begini Jadinya Kalau Ma'ruf Amin Bertemu Cak Nun

Reza Gunadha

Minggu, 14 Oktober 2018 | 19:20 WIB
Begini Jadinya Kalau Ma'ruf Amin Bertemu Cak Nun
Ma'ruf Amin bertemu Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun di Rumah Maiyah, Yogyakarta, Minggu (14/10/2018) petang. [Antara News/Rangga Pandu Asmara Jingga]

Suara.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 1 maruf Amin menemui budayawan  Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun, di sela-sela kunjungannya ke Yogyakarta, Minggu (14/10/2018) petang, dalam suasana kekeluargaan di sebuah tempat bernama Rumah Maiyah.

"Saya bersyukur bisa diterima oleh Cak Nun seorang tokoh, budayawan yang sangat terkenal," kata Maruf saat bertemu Cak Nun di Rumah Maiyah, Yogyakarta, seperti diberitakan Antara.

Maruf Amin mengatakan, kali pertama bertemu Cak Nun saat Presiden Soeharto menanggalkan kekuasaannya.

Setelah itu, keduanya bertemu sekali lagi di Mekah, Arab Saudi, sebelum keduanya sibuk dengan kegiatan masing-masing.

Dalam pertemuan itu, Maruf Amin memohon doa restu karena dirinya diajak Presiden Jokowi maju sebagai cawapres dalam Pilpres 2019.

Dia menjelaskan, dirinya akan membantu Presiden Jokowi menyiapkan landasan pembangunan bangsa serta mengawal agar tidak terjadi lagi konflik ideologi ke depan.

Secara khusus, Maruf Amin meminta Cak Nun memberikan masukan serta saran mengenai pluralisme.

"Cak Nun sebagai orang kebudayaan, saya ingin memperoleh masukan, saran, bagaimana kita membangun negara supaya lebih baik, lebih rukun, lebih sejahtera dan lebih maju didepan," kata Maruf Amin.

Dalam pertemuan itu, Cak Nun mengatakan bahwa sejatinya ia yang merasa bersyukur kepada Allah karena bisa kedatangan Maruf Amin.

baca juga

Cak Nun tidak merasa pada tingkatnya, hingga bisa disebut membuat Maruf hadir ke tempatnya. Ia juga merasa tak pantas didatangi Ma'ruf.

"Saya tidak merasa pada levelnya untuk (bisa dikatakan) 'panjenengan rawuh' ke sini karena saya. Ibarat sepak bola, saya tidak di kesebelasan, wasit bukan, hakim garis juga bukan, official PSSI ya ndak, saya paling boneknya penonton," kata Cak Nun.

Meskipun demikian, kata Cak Nun, Allah sudah mengizinkan pertemuan itu. Dia memohon izin merespons soal keretakan dalam pluralisme.

Cak Nun mengatakan, saat ini gempa yang terjadi lebih banyak berasal dari manusia, bukan dari alam. Salah satunya gempa pluralisme, terjadinya keretakan-keretakan di mana-mana.

Menurut Cak Nun, masalah pluralisme tidak terjadi di kelas menengah ke bawah. Masalah pluralisme justru terjadi di tingkat atas dan elite saja dan digulirkan untuk kepentingan kekuasaan.

"Saya lakukan detoksifikasi di desa. Yang penting di desa rukun. Pak Kiai ini bukan hanya cawapres, tapi juga ulama, sangat penting supaya ilmu-ilmu beliau bermanfaat dalam posisi apa pun," kata Cak Nun.

Cak Nun juga mendoakan agar Allah memberikan jalan terbaik bagi Maruf Amin. Ia menyatakan mendukung semua pihak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Buntut Dukung Jokowi, Eks Pendemo Ahok Minta Pulangkan Rizieq

Buntut Dukung Jokowi, Eks Pendemo Ahok Minta Pulangkan Rizieq

News | Kamis, 11 Oktober 2018 | 17:11 WIB

Eks Pendemo Ahok Deklarasi Dukung Jokowi - Maruf Amin di Pilpres

Eks Pendemo Ahok Deklarasi Dukung Jokowi - Maruf Amin di Pilpres

News | Kamis, 11 Oktober 2018 | 17:01 WIB

Mantan Jubir SBY Kasih Masukan Isu Internasional ke Ma'ruf Amin

Mantan Jubir SBY Kasih Masukan Isu Internasional ke Ma'ruf Amin

News | Selasa, 09 Oktober 2018 | 18:01 WIB

Disinggung Sering ke Pesantren, Ini Jawaban Ma'ruf Amin

Disinggung Sering ke Pesantren, Ini Jawaban Ma'ruf Amin

News | Selasa, 09 Oktober 2018 | 17:19 WIB

Terkini

17 September 2026 Weton Kamis Pahing, Apa Keistimewaannya?

17 September 2026 Weton Kamis Pahing, Apa Keistimewaannya?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 07:07 WIB

Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!

Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

News | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

×