Menolak Diajak Nikah, ABG Cantik Tewas Dianiaya di Sawah

Bangun Santoso

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 10:55 WIB
Menolak Diajak Nikah, ABG Cantik Tewas Dianiaya di Sawah
Ilustrasi pembunuhan. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang anak baru gede (ABG) bernama Retno Ayu Wulandari (14), warga rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Begalon, Kelurahan Panularan, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah menjadi korban penganiayaan. Ia ditemukan meninggal dunia di sekitar rumah penggilingan padi di Desa Trosemi, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, Jumat (19/10/2018) sekitar pukul 00.15 WIB.

Kondisi Retno saat ditemukan sangat mengenaskan bagian kulit kepala sebelah kanan hingga telinga terkelupas. Badannya juga penuh dengan lumpur. Informasi yang dihimpun Solopos.com (jaringan Suara.com) menyebutkan, korban berpamitan dengan kakak kandungnya, Arved Crystian pada Kamis (18/10/2018) sekitar pukul 20.00 WIB.

Retno hendak pergi bersama temannya yang telah menjemput di sekitar rusunawa. Kala itu, keluarga korban tidak mengetahui tujuan korban pergi bersama temannya.

Retno diketahui dijemput beberapa teman laki-lakinya di rusunawa. Mereka sempat pesta minuman keras (miras) tak jauh dari lokasi kejadian. Namun, Retno menolak tawaran untuk minum miras.

“Korban ditemukan di sekitar penggilingan padi dengan luka di bagian kepala. Korban masih di bawah umur,” kata Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Rifield Contantien Baba, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, Jumat (19/10/2018).

Korban menderita luka sobek di bagian kepala dan luka lecet di sekujur tubuhnya. Sebagian tubuh korban penuh lumpur. Kemungkinan besar korban dianiaya di areal persawahan yang letaknya tak jauh dari lokasi penemuan mayat.

Petugas lantas membawa mayat korban ke RSUD dr. Moewardi, Kota Solo untuk diautopsi.

4 Orang Ditangkap

Polres Sukoharjo bergerak cepat dengan menangkap beberapa terduga pelaku penganiayaan terhadap Retno.

baca juga

Dari informasi, polisi menangkap sekitar tiga hingga empat orang remaja berusia sekitar 19 tahun yang diduga menjadi penganiaya Retno.

Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Rifield Contantien Baba, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi mengatakan, polisi menangkap beberapa teman laki-laki korban yang berada di sekitar lokasi kejadian. Kekinian, mereka masih diperiksa penyidik Satreskrim Polres Sukoharjo

"Kami sudah memeriksa beberapa saksi termasuk teman laki-laki yang menjemput korban di rusunawa," ujar Iwan.

Saat kejadian, polisi menduga korban terlibat kecelakaan lalu lintas di lokasi kejadian. Namun, luka sobek di bagian kepala korban merupakan tanda-tanda kekerasan.

"Motifnya masih didalami penyidik. Sekarang masih dalam tahap penyidikan. Yang jelas, kasus itu penganiayaan karena ada tanda-tanda kekerasan,” ujar dia.

Menolak Diajak Nikah

Belum diketahui secara pasti apa motif para pelaku membunuh Retno. Namun dari pengakuan sang ibu kandung Retno, Welly kepada Solopos.com mengungkapkan, sebelumnya putrinya itu mengaku pernah diajak menikah oleh seseorang.

Menurut Welly, Retno mengaku mendapat ancaman dari orang tersebut. Dirinya bakal disantet sampai mati apabila menolak ajakan pernikahan itu.

Pada Kamis (18/10/2018) malam, Retno keluar rumah dan pamit kepada ibunya. Sedangkan ayah Retno, Edi Santoso, mengaku tidak tahu ke mana anaknya pergi karena saat itu dia sedang bekerja.

"Anak saya pamitnya sama isteri. Anak saya mau pergi pukul 20.30 WIB. Saat anak saya akan pergi itu, pas saya sedang bekerja [di Bakmi Mbah Mangun Kottabarat],” kata Edi di tempat tinggalnya, Rusunawa Begalon, Panularan, Solo, Jumat (19/10/2018) malam.


Artikel ini sebelumnya telah terbit di laman Solopos.com dengan judul: "ABG yang Tewas di Sukoharjo Pernah Diajak Nikah, Diancam Jika Menolak"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Arab Saudi Akui Jamal Khashoggi Terbunuh di Konsulat Istanbul

Arab Saudi Akui Jamal Khashoggi Terbunuh di Konsulat Istanbul

News | Sabtu, 20 Oktober 2018 | 08:04 WIB

Cinta Ditolak, Golok Milik Jomblo Akut Bertindak

Cinta Ditolak, Golok Milik Jomblo Akut Bertindak

News | Jum'at, 19 Oktober 2018 | 14:36 WIB

Tersangka Pembunuh Satu Keluarga di Sumut Tertangkap

Tersangka Pembunuh Satu Keluarga di Sumut Tertangkap

News | Jum'at, 19 Oktober 2018 | 07:46 WIB

Usai Tiduri Istri Tetangga, Kakek 60 Tahun Dibacok Pria Misterius

Usai Tiduri Istri Tetangga, Kakek 60 Tahun Dibacok Pria Misterius

News | Kamis, 18 Oktober 2018 | 19:38 WIB

Merasa Ditipu, Tukang Jagal Sapi Bunuh Teman Sendiri

Merasa Ditipu, Tukang Jagal Sapi Bunuh Teman Sendiri

News | Kamis, 18 Oktober 2018 | 15:50 WIB

Terkini

Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga

Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:15 WIB

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:29 WIB

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:21 WIB

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:15 WIB

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:45 WIB

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:34 WIB

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24 WIB

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:45 WIB

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:15 WIB