Nelayan Tanjung Pakis Cari Ikan Sambil Evakuasi Korban Lion Air

Reza Gunadha, Yosea Arga Pramudita

Selasa, 30 Oktober 2018 | 19:39 WIB
Nelayan Tanjung Pakis Cari Ikan Sambil Evakuasi Korban Lion Air
Perkampungan nelayan di Muara Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018). [Suara.com/Yosea Arga Pramudita]

Suara.com - Waktu menunjukkan pukul 17.50 WIB, Marbun menyandarkan perahunya di muara Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018).

Sedari pagi, Marbun telah pergi ke tengah laut untuk mencari udang dan ikan. Sembari melaut, ia juga membantu proses evakuasi jatuhnya pesawat Lion Air GT-610 rute Jakarta – Tanjung Pinang di perairan Tanjung Pakis.

Marbun mengatakan, ia dan teman-temannya tetap pada tujuan utamanya, yakni mencari ikan dan udang.

Untuk proses evakuasi, para nelayan hanya memberi informasi jika menemukan temuan baru seputar puing pesawat, atau korban penumpang tragedi tersebut.

"Kalau saya dan teman-teman fokus utamanya tetap melaut, cari ikan dan udang. Sembari melaut kami juga bantu-bantu evakuasi," ujar Marbun di kediamannya di Muara Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat.

Marbun mengakui tak menemukan sisa puing pesawat Lion Air ataupun barang dan organ tubuh penumpang pesawat.

Seandainya menemukan benda-benda yang diduga berasal dari bagian pesawat, ia dan kawan-kawannya tak berani untuk menjaring ataupun memungut.

"Seharian melaut, sambil sesekali mantau, kami tidak menemukan barang-barang yang diduga berasal dari pesawat," jelasnya.

"Seandainya melihat atau menemukan, kami lebih memilih menginformasikan kepada tim yang bertugas," beber Marbun.

baca juga

Marbun mengatakan, dirinya akan tetap membantu proses evakuasi hingga seminggu ke depan, sesuai kapasitas yang dimiliki. Namun, ia menuturkan, mencari ikan dan udang tetap menjadi prioritas utama.

"Ini kan proses evakuasi sampai seminggu ke depan ya, kami para nelayan tetap membantu semampunya. Kalau ada informasi kami kabarkan," pungkas Marbun.

Sebelumnya, pesawat Lion Air JT 610 berangkat dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 06.10 WIB, dijadwalkan tiba di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, pada pukul 07.10 WIB.

Pesawat tersebut mengangkut total 189 penumpang, terdiri atas 178 orang dewasa, satu anak-anak, dua bayi, dan enam awak kabin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kisah Soni Setiawan Ketinggalan Pesawat Lion Air JT 610

Kisah Soni Setiawan Ketinggalan Pesawat Lion Air JT 610

News | Selasa, 30 Oktober 2018 | 19:15 WIB

Kesan Ari dan Arif yang Kali Pertama Naik Lion Air: Jatuh ke Laut

Kesan Ari dan Arif yang Kali Pertama Naik Lion Air: Jatuh ke Laut

News | Selasa, 30 Oktober 2018 | 18:50 WIB

Insiden Lion Air Tak Bikin Atlet Tampan Ini Takut Naik Pesawat

Insiden Lion Air Tak Bikin Atlet Tampan Ini Takut Naik Pesawat

Sport | Selasa, 30 Oktober 2018 | 18:27 WIB

Ini Instrumen yang Diduga Sebabkan Kecelakaan Lion Air JT 610

Ini Instrumen yang Diduga Sebabkan Kecelakaan Lion Air JT 610

Tekno | Selasa, 30 Oktober 2018 | 18:09 WIB

Terkini

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

×