Respons Balik Sandiaga Soal Jokowi Klaim Harga Pangan Stabil

M. Reza Sulaiman, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 02 November 2018 | 01:45 WIB
Respons Balik Sandiaga Soal Jokowi Klaim Harga Pangan Stabil
Sandiaga merespons balik klaim Jokowi soal harga pangan. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyambut baik respons Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal harga bahan pokok yang menurutnya terus merangkak naik. Hanya saja, Sandiaga menemukan fakta yang berbeda dengan apa yang disampaikan Presiden Jokowi.

Sandiaga mengapresiasi karena Presiden Jokowi yang akhirnya menjawab isu-isu ekonomi yang dibawa Prabowo - Sandiaga, salah satunya yakni mahalnya harga-harga bahan pokok bagi ibu rumah tangga. Menurutnya, isu-isu ekonomi yang dekat dengan kehidupan masyarakat sudah seharusnya menjadi satu diskursus utama dalam penyelenggaraan Pemilu 2019.

"Saya apresiasi bahwa isu yang kita angkat selama dua bukan terakhir pencalonan di KPU itu akhirnya mendapatkan respons dari pemerintah dari pimpinan tertinggi pemerintah yaitu pak presiden sendiri," kata Sandiaga di Prabowo - Sandiaga Media Center, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Kamis (1/11/2018) malam.

Dengan adanya ragam suara masyarakat yang mengatakan kondisi harga bahan pokok di pasaran membuat Sandiaga menyampaikan bahwa hal semacam itu memang harus selalu diangkat.

"Sebagian masyarakat menyatakan harga naik, sebagian pedagang menyatakan pasarnya lesu, sebagian masyarakat menyatakan fluktuatif, sebagian menyatakan stabil. Nah ini yang harus diutarakan," ujarnya.

Seperti yang sudah diberitakan di berbagai media, Presiden Jokowi sempat blusukan di Pasar Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018). Dari hasil blusukannya, Jokowi menyebut bahwa harga-harga bahan-bahan pokok masih stabil, tidak seperti yang sering disampaikan Sandiaga bahwa harga bahan-bahan pokok di pasar tradisional terus merangkak naik sebagai imbas dari naiknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Akan tetapi Sandiaga melihat kondisi yang berbeda saat mengunjungi salah satu pasar di Kabupaten Bogor. Di sana, Sandiaga bertemu dengan emak-emak yang curhat kalau harga-harga bahan-bahan pokok di pasar masih mahal.

“Memang kemarin di kota Bogor itu yang disampaikan oleh pak Presiden sendiri. Tapi di kabupaten Bogor tadi saya, teman-teman (media) nggak ada yang datang ya, itu medannya luar biasa. Di kabupaten Bogor, masyarakat di sana, ibu Sofia dan ibu Bunga menyatakan berbanding terbalik 180 derajat. Mahal pak. Ditambah sekarang mahal biaya listrik, biaya-biaya kehidupan sehari-hari mereka,” pungkasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Datangi Relawan Gempa Palu, Sandiaga Tegaskan Tidak Akan Kampanye

Datangi Relawan Gempa Palu, Sandiaga Tegaskan Tidak Akan Kampanye

News | Jum'at, 02 November 2018 | 00:02 WIB

Sandiaga Sebut Bagi-Bagi Buku Prabowo Bukan Politik Uang

Sandiaga Sebut Bagi-Bagi Buku Prabowo Bukan Politik Uang

News | Kamis, 01 November 2018 | 23:44 WIB

Pemerintahan Jokowi Egois? Cucu Pendiri NU Jadi Jubir Prabowo

Pemerintahan Jokowi Egois? Cucu Pendiri NU Jadi Jubir Prabowo

News | Kamis, 01 November 2018 | 19:45 WIB

Soal TKI Dihukum Mati, DPR Sebut Jokowi Tak Dipandang Dunia Luar

Soal TKI Dihukum Mati, DPR Sebut Jokowi Tak Dipandang Dunia Luar

News | Kamis, 01 November 2018 | 15:44 WIB

Sandiaga: Jangan Manfaatkan Momen Lion Air Jatuh

Sandiaga: Jangan Manfaatkan Momen Lion Air Jatuh

News | Kamis, 01 November 2018 | 15:13 WIB

Terkini

17 Perjalanan KRL Dibatalkan Hingga 30 September 2026

17 Perjalanan KRL Dibatalkan Hingga 30 September 2026

News | Senin, 07 September 2026 | 21:16 WIB

Aksi Tak Biasa Wanita Jakarta kepada Warga Malaysia Saat Erupsi Anak Krakatau Viral di Negeri Jiran

Aksi Tak Biasa Wanita Jakarta kepada Warga Malaysia Saat Erupsi Anak Krakatau Viral di Negeri Jiran

News | Senin, 07 September 2026 | 21:15 WIB

KRL Siap Mengular Hingga Cigombong pada 2027, Target Lanjut Sampai Sukabumi

KRL Siap Mengular Hingga Cigombong pada 2027, Target Lanjut Sampai Sukabumi

Bogor | Senin, 07 September 2026 | 21:10 WIB

Kasus ISPA Melonjak Dampak Karhutla, Pemkot Pekanbaru Siagakan 21 Puskesmas

Kasus ISPA Melonjak Dampak Karhutla, Pemkot Pekanbaru Siagakan 21 Puskesmas

Riau | Senin, 07 September 2026 | 21:07 WIB

Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga, Wisatawan Dilarang Mendekat

Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga, Wisatawan Dilarang Mendekat

Banten | Senin, 07 September 2026 | 21:05 WIB

5 Clay Mask Berbahan Vulkanik untuk Mengecilkan Pori-pori Lengkap dengan Review Pengguna

5 Clay Mask Berbahan Vulkanik untuk Mengecilkan Pori-pori Lengkap dengan Review Pengguna

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 21:03 WIB

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemprov Banten Liburkan Sekolah dan Terapkan PJJ 3 Hari

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemprov Banten Liburkan Sekolah dan Terapkan PJJ 3 Hari

Banten | Senin, 07 September 2026 | 21:01 WIB

KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana Bupati Pemalang ke Rumah Media Posko Pemenangan

KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana Bupati Pemalang ke Rumah Media Posko Pemenangan

News | Senin, 07 September 2026 | 20:58 WIB

6 Fakta Warga Bogor 'Panic Buying' Masker Imbas Erupsi Krakatau: Stok Apotek Ludes

6 Fakta Warga Bogor 'Panic Buying' Masker Imbas Erupsi Krakatau: Stok Apotek Ludes

Jabar | Senin, 07 September 2026 | 20:56 WIB

Malaysia Desak Nama Perusahaan Pelaku Karhutla Dibuka, DPR Buka Suara

Malaysia Desak Nama Perusahaan Pelaku Karhutla Dibuka, DPR Buka Suara

News | Senin, 07 September 2026 | 20:52 WIB

×