RS Polri Identifikasi Sampel 272 DNA Bagian Tubuh Korban Lion Air

Dwi Bowo Raharjo | Muhammad Yasir | Suara.com

Jum'at, 02 November 2018 | 16:58 WIB
RS Polri Identifikasi Sampel 272 DNA Bagian Tubuh Korban Lion Air
Tim SAR gabungan membawa kantong berisi jenazah korban pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang di posko evakuasi Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (1/11). (Suara.com/Fakhri Hermansyah)

Suara.com - Rumah Sakit Polri telah mengambil sampel 271 DNA bagian tubuh korban pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Sampel DNA tersebut sudah masuk di Laboraturium Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri, Jalan Cipinang Baru, Jakarta Timur untuk diindentifikasi.

"Sampel (DNA bagian tubuh korban) tersebut sudah masuk ke laboratorium," kata Direktur Disaster Victim Investigation Komisaris Besar Lisda Cancer di RS Polri, Keramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (2/11/2018).

Lisda menjelaskan, 272 sampel DNA diambil dari 56 dari total 65 kantong jenazah jenazah yang telah diterima RS Polri pada Jumat (2/11/2018). Sementara itu, sembilan kantong jenazah belum dilakukan pengambilan sampel DNA karena baru diterima pada Kamis (1/11) malam.

"Itu 272 DNA postmortem di luar dari sembilan kantong jenazah yang baru. Tapi dari 56 kantong jenazah, ini yang sembilan baru kita terima tadi pagi belum kita buka karna kemarin dapatnya malam kita masukin dulu ke ruang penyimpanan kemudian pagi ini baru mau kita buka," tuturnya.

Kepala Laboratorium DNA Pusdokkes Polri, Komisaris Besar Polisi Putut Cahyo Widodo menambahkan, pihaknya membutuhkan waktu sekitar 4 - 8 hari dalam proses identifikasi. Hal itu terhitung sejak masuknya sampel DNA di laboratorium. 

"Pada saat sampel DNA kita terima (di laboratorium) itulah mulai dihitungnya," kata Putut.

Lebih lanjut, kata Putut,sejauh ini pihaknya telah mengumpulkan DNA langsung yang berasal dari keluarga dan DNA tidak langsung yang berasal dari properti milik korban. Seperti sikat gigi, pakaian yang belum dicuci yang diharapakan ada sel yang menempel untuk dijadikan sampel.

Putut juga menyampaikan meski kondisi bagian tubuh korban yang terendam air laut dapat memengaruhi DNA, namu hal itu tidak berdampak signifikan. 

"Jaringan sangat relatif. Saya punya pengalaman orang meninggal setahun lalu itu jaringan masih bagus. Semoga pemeriksaan DNA ini bisa dijalankan dengan baik," imbuhnya.

Sejauh ini tim DVI Polri baru berhasil mengidentifikasi satu korban atas nama Jannatun Cintya Dewi kelahiran Sidoarjo 12 September 1994. Cintya beralamat di Dusun Prumpon RT 001 RW 001 Kecamatan Sukodono Jawa Timur yang merupakan anak ketiga dari Ibu Surtiyem dan Bambang Supriyadi.

Jannatun Cintya Dewi teridentifikasi berdasarkan lima jari di tangan kanannya. Sidik jari Jannatun Cintya Dewi teridentifikasi setelah tim DVI menelusuri dan mencocokkan sidik jari jenazah dengan sidik jari yang ada di database KTP elektronik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bhavye Suneja Dikenal Pilot Pintar dan Disiplin di Lion Air

Bhavye Suneja Dikenal Pilot Pintar dan Disiplin di Lion Air

News | Jum'at, 02 November 2018 | 14:41 WIB

Identifikasi Korban Lion Air, Tim DVI RS Polri Upayakan Tes DNA

Identifikasi Korban Lion Air, Tim DVI RS Polri Upayakan Tes DNA

News | Kamis, 01 November 2018 | 21:12 WIB

RS Polri Siapkan 20 Psikolog Dampingi Keluarga Korban Lion Air

RS Polri Siapkan 20 Psikolog Dampingi Keluarga Korban Lion Air

News | Kamis, 01 November 2018 | 17:10 WIB

Anak Tjahjo Kumolo Pernah Bawa Pesawat Boeing 737 Max 8 dari AS

Anak Tjahjo Kumolo Pernah Bawa Pesawat Boeing 737 Max 8 dari AS

News | Kamis, 01 November 2018 | 15:59 WIB

Keluarga Korban Lion Air Nangis Saat Ditemui Gubernur Babel

Keluarga Korban Lion Air Nangis Saat Ditemui Gubernur Babel

News | Rabu, 31 Oktober 2018 | 18:10 WIB

Terkini

Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik

Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 22:10 WIB

Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal

Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:55 WIB

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:50 WIB

Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus

Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:25 WIB

Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza

Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:08 WIB

Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina

Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:51 WIB

Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan

Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:50 WIB

Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya

Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:47 WIB

Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah

Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:43 WIB

Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok

Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:18 WIB