Sedang Menyapu, Ida Dibunuh Lantas Diperkosa Pemuda 20 Tahun

Reza Gunadha

Senin, 05 November 2018 | 13:48 WIB
Sedang Menyapu, Ida Dibunuh Lantas Diperkosa Pemuda 20 Tahun
Kasir Hotel yang ditemukan tewas. [Batamnews]

Suara.com - M Syahyuda, pemuda berusia 20 tahun menjalani rekonstruksi pembunuhan Ida (23), gadis yang bekerja sebagai kasir di Hotel Milenium, Batam, Kepulauan Riau, Senin (5/11/2018).

Lelaki tersebut melakukan 46 adegan rekonstruksi saat dirinya memerkosa dan membunuh Ida secaa keji.

Pada adegan ke 16, seperti yang diberitakan Batamnews—jaringan Suara.com, tampak terjadinya awal mula pembunuhan tersebut.

Adegan pertama di mana Syahyuda memasuki Hotel tersebut pada Jumat 28 September 2018. Mulai dari melakukan registrasi kamar hingga menginap satu malam di hotel itu.

Kemudian, pada hari Sabtu 29 September pagi, sekitar pukul 09.00 WIB, Syahyuda keluar dari kamarnya dan turun ke lantai satu.

Saat itulah, Syahyuda melihat korban sedang berada di belakang meja. Dengan modus ingin memperpanjang sewa kamar, pria 20 tahun tersebut meminta korban untuk membersihkan kamar 202 tersebut.

Petugas menggelandang Syahyuda, tersangka dalam kasus pembunuhan Ida. (Foto: Edo/batamnews)
Petugas menggelandang Syahyuda, tersangka dalam kasus pembunuhan Ida. (Foto: Edo/batamnews)

"Adegan ada 46, mulai dari pelaku datang dan masuk hotel untuk menginap," ujar Kasat Reskrim Polres Karimun Ajun Komisaris Lulik Febyantara, Senin siang seusai reka ulang.

Kemudian, pada adegan ke 16, korban berada di dalam kamar Syahyuda untuk melakukan pembersihan. Saat itulah pelaku masuk dan langsung membekap korban dari belakang.

Setelahnya terdapat adegan kekerasan, mulai dari pelaku memaksa korban untuk berhubungan badan, kemudian membekap mulut korban memakai tisu.

baca juga

Lalu adegan korban yang dibenturkan ke dinding serta menjerat leher korban dengan handuk hingga tak bernyawa.

"Dari adegan ke 16 hingga adegan 35, pelaku telah melakukan kekerasan. Seperti membekap korban,  hingga membenturkan kepala korban ke dinding," ujar Kasat Reskrim.

Padaadegan selanjutnya, merupakan adegan pelaku meninggalkan kamar dan langsung menuju ke warung tempat ia akhirnya ditangkap.

M Syahyuda, pembunuh Ida. [Batamnews]
M Syahyuda, pembunuh Ida. [Batamnews]

Jaksa penuntut umum juga hadir dan melihat langsung rekonstruksi. Jaksa lantas menyimpulkan kasus tersebut merupakan pembunuhan berencana.

"Tadi pihak jaksa yang hadir, melihat kalau ini merupakan pembunuhan berencana," ucap Lulik.

Atas perbuatannya, M Syahyuda dijerat dengan pasal 340 jo pasal 338 KUHP, atas pembunuhan berencana dengan ancaman 20 tahun penjara atau seumur hidup.

Sebelumnya diberitakan, 1 Oktober 2018, Syahyuda mengakui menghabisi nyawa Ida  dengan cara membekap dan menjerat leher.

Setelah Ida meninggal dunia, pelaku mengambil uang  dari kantong celana gadis itu. Kemudian, pelaku pergi keluar kamar untuk melarikan diri.

"Saya ambil uangnya, ada uang Rp 50 ribu dalam kantongnya. Habis itu saya lari ke warnet. Belum sempat saya setubuhi," ujar Syahyuda seusai ditangkap.

Pria yang berasal dari Tanjungbalai, Asahan, Sumatera Utara tersebut, telah menginap satu malam di hotel itu. Diduga, ia tertarik melihat Ida dan berniat untuk menyetubuhinya.

Niat untuk menyetubuhi Ida  semakin mantap. Maka, sebelum ia angkat kaki dari hotel, Syahyuda meminta tolong Ida untuk membersihkan kamarnya.

Tidak berselang lama, Syahyuda masuk ke dalam kamar 202 di lantai dua. Melihat Ida sedang menyapu lantai kamar, dia langsung memeluk dari belakang.

Ida yang kaget, sempat melawan dan berteriak meminta pertolongan. Namun, Syahyuda sigap membekap mulut Ida dengan cara memasukkan tisu.

Tidak hanya itu, pelaku juga mengambil handuk dan menjerat leher Ida dari belakang serta membenturkan pipi kanan ke dinding kamar.

Setelah Ida terkulai tidak berdaya, maka pelaku hendak melakukan aksinya menyetubuhi korban. Tapi, saat membuka kancing dan ritsleting celana kasir tersebut, Ida sudah tidak bergerak.

Melihat Ida tidak bergerak, Syahyuda memeriksa denyut nadi serta cek nafas. Seketika ia menjadi panik, perempuan itu sudah tidak lagi bernafas.

Niat untuk menyetubuhi korban diurungkannya. Nafsu birahinya pudar, berganti dengan rasa takut.

"Belum sempat saya setubuhi, karena dia sudah meninggal duluan," kata Syahyuda.

Kemudian, Syahyuda mengemasi barang-barangnya dan keluar dari kamar tersebut, meninggalkan Ida yang tergeletak di lantai sudut kamar 202.

Berita ini kali pertama diterbitkan Batamnews.co.id dengan judul “Reka Ulang Pembunuhan Kasir Hotel di Karimun, Pelaku Sadis!”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Aiptu Ramin Tewas Dipukul Pakai Palu oleh Istri dan Selingkuhan

Aiptu Ramin Tewas Dipukul Pakai Palu oleh Istri dan Selingkuhan

News | Senin, 05 November 2018 | 13:32 WIB

Diborgol, Pembunuh Kasir Cantik Dihadirkan dalam Rekonstruksi

Diborgol, Pembunuh Kasir Cantik Dihadirkan dalam Rekonstruksi

News | Senin, 05 November 2018 | 11:02 WIB

Miris, Nelayan di Batam Nekat Gantung Diri di Depan Anak Istri

Miris, Nelayan di Batam Nekat Gantung Diri di Depan Anak Istri

News | Senin, 05 November 2018 | 10:55 WIB

Janda Mawar Tewas Tergorok di Bawah Jemuran

Janda Mawar Tewas Tergorok di Bawah Jemuran

News | Jum'at, 02 November 2018 | 19:28 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×