Metro TV Jawab Aksi Boikot Prabowo - Sandiaga

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Selasa, 06 November 2018 | 14:56 WIB
Metro TV Jawab Aksi Boikot Prabowo - Sandiaga
Calon Prabowo Subianto sempat kebablasan berkampanye pada acara Deklarasi Gerakan Emak-Emak dan Anak-Anak Minum Susu (Gerakan Emas), di Stadion Klender, Jakarta Timur, Rabu (24/10/2018). [Suara.com/Ria Rizki Nirmala Sari]

Suara.com - Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno memutuskan untuk memboikot televisi swasta Metro TV. Sebab pemberitaan stasiun televisi yang dimiliki oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh itu dianggap kerap merugikan Capres dan Cawapres nomor urut 02 di Pilpres 2019.

Terkait hal itu, Presiden Direktur Metro TV Suryopratomo mengaku belum tahu atas pemboikotan tersebut. Sehingga pihaknya belum bisa menyikapinya seperti apa.

“Saya belum tahu, kapan itu sikap resmi mereka? Nanti coba saya lihat dulu ya,” kata Suryo saat dikonfirmasi Suara.com, Selasa (6/11/2018).

Sebelumnya, Ketua Umum BPN pasangan Prabowo - Sandiaga, Djoko Santoso memutuskan untuk mengambil wewenang dalam pemboikotan televisi swasta Metro TV. Djoko siap bertanggung jawab dan sudah melaporkan langsung kepada Prabowo.

"Kalau lapor sudah, saya yang ambil tanggung jawab dan ambil keputusan," kata Djoko di Prabowo-Sandiaga Media Center, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Selasa siang.

Pertimbangan Djoko untuk memboikot sementara Metro TV lantaran dari banyaknya pemberitaan Metro TV soal Prabowo - Sandiaga yang menurutnya tidak berimbang. Dengan demikian, pemberitaan tersebut sudah merugikan tim Prabowo - Sandiaga selaku kontestan Pilpres 2019.

"Karena merugikan tim saya, nggak sehat, ini sedang talkshow ada medsos dimasukin menurut pendapat A, B begini dan ini merugikan," ujarnya.

Menurut Djoko tidak ada batas waktu untuk memboikot Metro TV. Sebab sejauh ini menurutnya tidak ada itikad baik dari Metro TV pasca pihaknya mengumumkan akan memboikot.

"Sampai waktu ditentukan kemudian, yang jelas dia (Metro TV) happy-happy saja diboikot," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dianggap Merugikan, Kubu Prabowo - Sandiaga Boikot Metro TV

Dianggap Merugikan, Kubu Prabowo - Sandiaga Boikot Metro TV

News | Selasa, 06 November 2018 | 14:08 WIB

Prabowo - Sandiaga Tak Pakai Hotman Paris Sebagai Pengacara

Prabowo - Sandiaga Tak Pakai Hotman Paris Sebagai Pengacara

News | Selasa, 06 November 2018 | 12:48 WIB

Yusril Jadi Pengacara Jokowi-Ma'ruf, Begini Reaksi Kubu Prabowo

Yusril Jadi Pengacara Jokowi-Ma'ruf, Begini Reaksi Kubu Prabowo

News | Selasa, 06 November 2018 | 11:18 WIB

Tim Prabowo Bantah Rekrut Hotman Paris Jadi Pengacara

Tim Prabowo Bantah Rekrut Hotman Paris Jadi Pengacara

News | Selasa, 06 November 2018 | 08:56 WIB

Harga Kaus Tampang Boyolali Dibanderol Rp 100.000 Per Buah

Harga Kaus Tampang Boyolali Dibanderol Rp 100.000 Per Buah

Bisnis | Selasa, 06 November 2018 | 07:43 WIB

Terkini

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:15 WIB

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:50 WIB

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:49 WIB

Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa

Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:42 WIB

Dari Pajero ke Land Cruiser, Bupati Kuansing Disebut 'Main' Jual Beli Jabatan Sejak 2021

Dari Pajero ke Land Cruiser, Bupati Kuansing Disebut 'Main' Jual Beli Jabatan Sejak 2021

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:41 WIB

Tukar Jabatan dengan Land Cruiser, Bupati Kuansing Diduga Terima Suap Rp2,75 M

Tukar Jabatan dengan Land Cruiser, Bupati Kuansing Diduga Terima Suap Rp2,75 M

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:34 WIB

Kasus Penyekapan Karyawan Percetakan: Pemilik Laporkan Dugaan Pencurian Pelat Besi Rp230 Juta

Kasus Penyekapan Karyawan Percetakan: Pemilik Laporkan Dugaan Pencurian Pelat Besi Rp230 Juta

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:48 WIB

Kisah Siswa Sekolah Rakyat Ditayangkan pada Perayaan Hari Bhayangkara ke-80 di Bogor

Kisah Siswa Sekolah Rakyat Ditayangkan pada Perayaan Hari Bhayangkara ke-80 di Bogor

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:48 WIB

BEM UI Sindir BBM 'Elite' yang Turun: Rakyat dan Ojol Butuhnya Pertamax Murah!

BEM UI Sindir BBM 'Elite' yang Turun: Rakyat dan Ojol Butuhnya Pertamax Murah!

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:20 WIB

Fakta Baru Kasus Bupati Kuansing, KPK Ungkap Dugaan Uang dari Pelepasan Hutan

Fakta Baru Kasus Bupati Kuansing, KPK Ungkap Dugaan Uang dari Pelepasan Hutan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:54 WIB

×