Setelah Bencana, ASITA: Diplomasi Luar Negeri Dioptimalkan Lagi

Fabiola Febrinastri

Selasa, 06 November 2018 | 18:00 WIB
Setelah Bencana, ASITA: Diplomasi Luar Negeri Dioptimalkan Lagi
Arumdalu Private Resort, Bangka Belitung. (Dok: Kemenpar)

Suara.com - Bencana alam di sejumlah daerah berdampak bagi pariwisata nasional. Erupsi Gunung Agung hingga gempa dan tsunami di Palu, ikut memberi warna buram.

Setiap bencana direspons travel advice oleh beberapa negara, sehingga arus masuk dan mobilitas wisatawan terganggu. Mengacu kejadian erupsi Gunung Agung, Bali, 27-30 Juni 2018, arus masuk wisatawan pun tersendat.

Pada Selasa (3/7/2018), ada 7 negara yang mengeluarkan travel advice. Mereka adalah Inggris, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Singapura, Hong Kong, dan Kanada.

Usai Gunung Agung, aksesibilitas dan mobilitas wisman juga kembali terkendala. Kali ini gempa bumi 7 SR membelit Lombok, Minggu (19/8/2018).

Kejadian ini sempat melumpuhkan transportasi. Gempa Lombok pun direspons travel advice 15 negara. Ada Tiongkok, Australia, Singapura, Malaysia, Inggris, Prancis, Belgia, Jerman, Swiss, Amerika Serikat, Brasil, Luxemburg, Kanada, Siprus, hingga Selandia Baru.

Terkendala aksesibilitas, arus masuk wisman pun tersendat. Mengacu data BPS, pada Agustus terjadi penurunan wisman hingga 1,93 persen dari bulan sebelumnya, yaitu 1,51 juta wisman. Penurunan kunjungan wisman terbesar terjadi di Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Ketua Umum ASITA, Asnawi Bahar, menjelaskan, kenyamanan wisman semakin terganggu karena adanya travel advice.

“Rasa nyaman wisatawan terganggu, karena bencana dan travel advice, yang membuat banyak wisman yang mengalihkan kunjungan ke destinasi dan negara lainnya,” ujarnya, Jumat (2/11/2018).

Kalkulasi juga diberikan Kemenpar. Terkait bencana Lombok, arus masuk wisman minus 100 ribu orang.

Penurunan ini diikuti berkurangnya pendapatan, sebab wisman memberi dampak ekonomi positif. Spending mereka mencapai USD 1.000 per hari.

Adapun jumlah pendapatan yang hilang mencapai USD 100 juta. Asnawi pun menambahkan, destinasi alternatif harus siap secepatnya.

“Wilayah Indonesia sangat luas. Masih ada solusi untuk mengoptimalkan kunjungan wisman saat terjadi bencana. Kesiapan 10 Destinasi Prioritas ini harus dipercepat, sebab ini memberikan alternatif bagi wisman untuk tetap berlibur ke Indonesia,” kata Asnawi lagi.

Serupa bencana lain, gempa bumi 7,4 SR di Sulawesi Tengah juga direspons serupa oleh beberapa negara. Travel advice diterbitkan oleh 7 negara, yaitu Inggris, Kanada, Australia, Amerika Serikat, dan Irlandia.

Irlandia bahkan memperbarui travel advice-nya pada Sabtu (29/9/2018). Mereka disarankan menghindari segala bentuk kunjungan non-esensial ke Sulawesi Tengah.

“Sekarang poin pentingnya, bagaimana diplomasi luar negeri dioptimalkan. Tujuannya tentu memberi pengaruh positif terhadap pariwisata. Pemilihan dan penggunaan media luar negeri benar-benar mampu menciptakan sentimen positif. Evaluasi harus diberikan,” tutur Asnawi lagi.

Asnawi berharap, pariwisata Indonesia fokus pada selling dan branding destinasi pada 2019. Harapannya agar target 20 Juta kunjungan wisman bisa tercapai.

Khusus sales mission di luar negeri, lebih banyak melibatkan biro perjalanan, yang mau menjual paket wisata lengkap beserta hotelnya.

“Setelah ini, semua fokus kepada selling dan destinasi. Biro perjalanan harus diintensifkan saat menggelar pameran di luar negeri, sebab mereka memiliki paket wisata lengkap beserta hotel dan lainnya,” pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bukan Buat Perang, Ini Alasan RI Butuh Kapal Induk

Bukan Buat Perang, Ini Alasan RI Butuh Kapal Induk

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 18:15 WIB

Banjir Bandang Terjang Solok, 200 KK Terdampak dan 2 Warga Hilang

Banjir Bandang Terjang Solok, 200 KK Terdampak dan 2 Warga Hilang

Foto | Selasa, 22 September 2026 | 18:13 WIB

Memahami Bencana Karhutla di Kawi-Butak: Saat Eksotisme Alam Berubah Jadi Tantangan Berbahaya

Memahami Bencana Karhutla di Kawi-Butak: Saat Eksotisme Alam Berubah Jadi Tantangan Berbahaya

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 09:50 WIB

Prabowo Sebut Sisi Positif dari Bencana Indonesia: Tanah Jadi Subur

Prabowo Sebut Sisi Positif dari Bencana Indonesia: Tanah Jadi Subur

Video | Jum'at, 18 September 2026 | 16:00 WIB

Arti Mimpi Bencana Alam, Pertanda Baik atau Buruk?

Arti Mimpi Bencana Alam, Pertanda Baik atau Buruk?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 20:55 WIB

Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator

Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator

News | Senin, 14 September 2026 | 11:14 WIB

Dudung Tegaskan Ulta Levenia Bukan Bagian KSP: Bencana Alam Kehendak yang Kuasa

Dudung Tegaskan Ulta Levenia Bukan Bagian KSP: Bencana Alam Kehendak yang Kuasa

News | Kamis, 10 September 2026 | 17:46 WIB

Data, Sains, dan Keselamatan: Seperti Apa Negara yang Siap?

Data, Sains, dan Keselamatan: Seperti Apa Negara yang Siap?

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 12:20 WIB

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Masih Siaga

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Masih Siaga

Foto | Kamis, 10 September 2026 | 06:00 WIB

Erupsi Anak Krakatau Jadi Pengingat Pentingnya Mitigasi dan Kesiapan Evakuasi Darurat

Erupsi Anak Krakatau Jadi Pengingat Pentingnya Mitigasi dan Kesiapan Evakuasi Darurat

News | Selasa, 08 September 2026 | 21:03 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×